TERANG TUHAN
Terang Tuhan Bersinar Bagimu

Sejarah Trinitas (2)


wpid-fb_img_1433786518305Benarkah bahwa ada pengaruh mitologi Babel dan Mesir atas ajaran Trinitas seperti yang dikemukakan oleh Saksi-Saksi Yehuwa? Pandangan ini mempercayai teori evolusi agama yang beranggapan bahwa konsep politheisme Mesopotamia kemudian berevolusi menjadi monotheisme Ibrani.

Dalam ajaran evolusi agama sebenarnya tokoh El atau YHWH juga disebut merupakan evolusi dari dewa-dewi Babel, padahal banyak ahli sejarah agama yang mempercayai proses sebaliknya yaitu bahwa pada mulanya Allah yang esa dan jamak itu (Elohim) menyatakan diri kepada manusia namun bagi bangsa-bangsa yang tidak menerima El atau YHWH sebagai Tuhan pemberi Wahyu, konsep ketritunggalan itu kabur dan merosot menjadi politheisme yang ‘tritheis.’

Demikian juga bahwa ada pengaruh Platonis sudah jelas berbeda dengan kenyataan sejarah, sebab dari sejarah kita mengetahui bahwa tumbuhnya konsili-konsili gereja adalah sebagai usaha untuk mempertahankan kemurnian wahyu Allah dalam Alkitab dari semangat Gnostik dan Plato yang sangat kuat mempengaruhi kekristenan mengingat Alkitab Kristen aslinya ditulis dalam bahasa Yunani.

Sebenarnya untuk mengetahui kepercayaan mengenai hakekat Allah, kita harus menerima dulu kenyataan bahwa Alkitab adalah firman yang penulisannya diilhami Allah, maka dengan dasar kepercayaan demikian maka kita dapat menggali apa yang dikatakan oleh Alkitab sebagai penyataan Allah itu mengenai hakekat diri Allah sendiri.

Sebenarnya, pengertian Trinitas/Tritunggal mengungkapkan bahwa Allah Itu Esa (Shema, Ul.6:4; Gal.3:20), namun dalam keesaanNya itu menyatakan diri dalam Tiga pribadi. Sekalipun demikian ke tiga pribadi itu sehakekat dalam kesatuan pemeliharaan Allah.

Dalam Kej.1:26;3:22;11:7, kita melihat TUHAN menyebut dirinya dalam bentuk jamak (Kita). Kej.1:1-2 menunjuk Allah Bapa dengan Roh terlibat dalam penciptaan sedangkan Yoh.1:1 menunjukkan Allah Bapa dan Logos terlibat pada peristiwa yang sama. Jadi baik Roh maupun Yesus sudah ada sejak awal sama halnya dengan Bapa dan ketiganya bersatu dalam penciptaan.

Kejadian 1 menunjukkan bahwa Elohim atau Allah Bapa itulah pencipta, namun kita melihat Mzm.33:8 menyebut bahwa “oleh firman TUHAN langit telah dijadikan” sedangkan Yesus disebut sebagai firman yang menciptakan segala sesuatu (Yoh.1:1-18), jadi kedua penyataan itu identik menunjuk pada yang Esa. Yesus juga disamakan dengan YHWH sebagai ‘Alfa dan Omega’ (Why.22:13;band.1:8;21:6) yang ‘Awal dan Akhir’ (Why.1:17; 2:8; band.21:6;Yes.44:6;48:12), jadi Yesus bukan ciptaan tetapi sama-sama pencipta sejak awal.

Sekalipun disebutkan bahwa tidak seorangpun melihat Allah, TUHAN menyatakan diri sebagai Malaikat TUHAN (Malak Yahweh) yaitu tiga orang yang bertemu Abraham (Kej.18:1-22). Yesus juga mengatakan bahwa Ia ada sebelum Abraham ada (Yoh.8:58). Ayat terakhir ini sebenarnya berkata bahwa sebelum Abraham lahir Yesus itu ‘Ada’ (‘ego eimi’ yang artinya sama dengan ‘Aku adalah Aku’ dalam Kel.3:14). Dalam kitab Hakim-Hakim kita melihat ke tiga oknum TUHAN, Malaikat Allah dan Roh Tuhan bekerja bersama atas diri Simson. (Hak.13)

Yesaya menyebut mengenai keesaan Allah (Yes.44:6;45:5,22;46:9), namun dalam surat yang sama kita melihat ketritunggalan itu hadir bersama (Yes.40;48:16-17). Juga difirmankan bahwa YHWH tidak akan memberikan kemuliaan kepada yang lain (Yes.42:8;48:11), tetapi dalam inkarnasinya Yesus minta Bapa agar mempermuliakan Anak (Yoh.17:1,5;Why.14:7;15:4) ini menunjukkan bahwa keduanya sama-sama dipermuliakan.

Petrus mengaku Yesus sebagai Messias dan Anak Allah (Mat. 16:16). Thomas memanggil Yesus  Tuhan dan Allah (Yoh.20:28) suatu pengakuan yang kelihatannya sudah menjadi pengakuan jemaat awal mengacu pada pengakuan pemazmur (35:32). Paulus dalam salamnya menyebut dua oknum Allah Bapa dan Tuhan Yesus Kristus  sebagai kesatuan terkait (1Kor.1:3). Demikian juga Yoh.14-16 menyebutkan oknum Roh Kudus sebagai pribadi yang menyatu dalam ke’Allah’an, justru karena pribadi, Roh Kudus disetarakan dengan pribadi Bapa dan Anak dalam rumus baptisan (Mat.28:19).

Ke’Tuhan’an Yesus sudah nyata sebab sejak kebangkitan, pengakuan bahwa ‘Yesus adalah Tuhan’ sudah diucapkan jemaat, namun Saksi-Saksi Yehuwa selalu menerjemahkan ‘Kurios = Tuhan’ yang terkait dengan ‘Yesus’ sekedar sebagai Tuan, padahal kalau terkait Bapa selalu diterjemahkan Yehuwa. Perendahan demikian juga berlaku dalam jabatan yang terkait, Yesus yang diusahakan diterjemahkan menjadi ‘suatu allah’ (a god, Yoh.1:1), namun dalam ayat lain yang tidak dapat dicari dalihnya diberi pengertian lain.

Sebagai contoh ayat Yes.9:5 jelas menunjukkan bahwa “Allah yang Perkasa, Bapa yang kekal, dan Raja Damai” ditujukan kepada Yesus, namun SSY berdalih bahwa Yesus bukan Allah Yang Mahakuasa, padahal pada Yes.10:21 dan Yer.32:18, YHWH juga disebut sebagai Allah Yang Perkasa, bahkan sekalipun ‘Tidak Ada Allah lain’ (Yes.44:44:6;45:5,22;46:9), dua kali disebutkan bahwa Bapa mengatakan Anak sebagai ‘Allah’ yang diurapi ‘Allah’ (Ibr.1:8,9) dan bukan hanya Bapa tetapi Anak pun disembah oleh malaikat dan dimuliakan (Ibr.1:6; band. Why.1:17;4:10-11;14:7;15:4; dan 19:10;22:8-9). Yesus juga disebut “Imanuel” yaitu ‘Allah menyertai kita’ (Yes.7:14;Mat.1:23).

Ayat-ayat di atas cukup jelas mengenai ke’Allah’an Yesus, dan bila kepribadian ‘Roh Kudus’ juga banyak dibuktikan dalam Alkitab, bagaimana kita bisa diyakinkan bahwa ‘Roh Kudus adalah Allah’? Sekalipun tidak secara eksplisit disebutkan, kehadirannya selalu dikaitkan dengan Allah (Roh Allah & Roh TUHAN). Roh Kudus juga terlibat dalam penciptaan sejak awalnya (Kej.1:1-2). Juga disebut agar ‘Jangan Mendukakan Roh Kudus’ dan ‘yang menghujat tidak akan diampuni’ (Mat.12:31). Menghujat Allah adalah sifat si Dajal (Why.13:5,6) dan ‘neraka adalah tempat hukuman mereka yang menghujat Allah’ dan tidak bertobat (Why.16:9). SSY mempersoalkan Mat.12:32 yang diartikan bahwa Anak manusia lebih rendah dari Roh Kudus. Tentunya tidak karena ‘Anak manusia’ adalah Yesus dalam status inkarnasi yang memang lebih rendah (Flp.2:5-11;Ibr.2:9).

Sekalipun dalam Perjanjian Baru istilah Tritunggal tidak ada, petunjuk ke arah situ sangat jelas, seperti dalam peristiwa pembaptisan Yesus (Mat.3:16-17) dimana ketiga oknum itu menyatakan diri, demikian juga perintah agung penginjilan (Mat. 28:19) dengan jelas menyebutkan ke tiga oknum Allah dalam kesatuan. Ketritunggalan itu juga tercermin dalam pengurapan ‘Yesus yang berinkarnasi’ (Luk.4:18-19;Yes.61:1,2).

Salam Paulus mengungkapkan keesaan tiga oknum (2Kor.13:14). Petrus menyebut Allah Bapa sebagai perencana, Roh sebagai pengudus, dan Yesus sebagai penebus (1Pet.1:2;band.Yes.48:16-17). Jadi, ketritunggalan Allah berkaitan dengan pemeliharaan dan penebusan Allah yang menyeluruh kepada manusia. Yes.48:16-17 mengungkapkan ketiga oknum Allah bersama-sama dalam karya keselamatan (band.1Kor.12:3-6), dan ‘jalan keselamatan’ yang digenapi oleh Yesus yang dirintis jalannya oleh Yohanes Pembaptis merujuk nubuatan Yesaya tentang ‘jalan keselamatan YHWH/El’ (Luk.3:4-6;Yes.40:3-5).

Dari beberapa contoh ayat di atas kita dapat melihat bahwa pengertian Trinitas/Tritunggal sudah tersirat baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, dan sekalipun tidak dirumuskan dalam suatu rumusan doktrin tertentu, dapat dilihat bahwa disadari atau tidak, jemaat pada masa Yesus dan para Rasul sebenarnya sudah mengakui ketritunggalan Allah dan karena sudah jelas tidak perlu ada perumusan sebagai suatu doktrin. Timbulnya doktrin pada abad ke-IV adalah suatu langkah situasional yang diusahakan dalam rangka menghadapi penyesatan Arius. Pengembangan doktrin ini pada abad ke-4 bukanlah merupakan perumusan doktrin baru, namun merupakan upaya memperjelas apa yang sudah dipercayai gereja secara umum menghadapi pandangan Gnostik, Platonis dan Arianisme yang menyimpang.

Sebaiknya penjelasan soal Trinitas tidak perlu disertai perumusan yang bisa menimbulkan penafsiran yang keliru, sebab tidak ada perumusan manusia yang bisa sempurna menggambarkan trinitas Allah, sebab sebenarnya Alkitab sendiri sudah cukup banyak bukti untuk menyatakannya.

Iklan

Belum Ada Tanggapan to “Sejarah Trinitas (2)”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: