TERANG TUHAN
Terang Tuhan Bersinar Bagimu

Genre (Tipe) Mazmur


images-1Genre Mazmur adalah sebuah kelompok ayat-ayat yang sama dalam mood, isi, struktur atau susunan kata-katanya. Berikut ini adalah 7 macam genre Mazmur, beserta faktor-faktor yang perlu diperhatikan saat mempelajari mazmur :

1. Mazmur Pujian :
Mudah dikenali melalui kata-kata penuh sukacita yang ditujukan kepada Tuhan. Pemazmur mengutarakan semua perasaannya dengan penuh sukacita atas kebaikan Tuhan. Pujiannya penuh sukacita karena pemazmur menyadari kehadiran Tuhan.

Struktur umumnya :
(1) Panggilan untuk menyembah Tuhan.
Panggilan ini ditujukan kepada pemazmur sendiri atau kepada orang-orang lain yang percaya kepada Allah.
Sering dipakai sebuah pembukaan yaitu perintah “Pujilah TUHAN!” yang dalam bahasa Ibrani Haleluyah (113:1).
Ada suatu variasi tema panggilan menyembah Tuhan, yaitu pernyataan sederhana dari pemazmur bahwa dia ingin mempersembahkan pujian kepada Tuhan (92:2).

(2) Alasan mengapa Tuhan patut dipuji.
Tuhan dipuji bukan karena sesuatu yang abstrak, tetapi karena Ia sudah berbuat sesuatu dalam kehidupan pribadi atau kehidupan seluruh umatNya. Ini merupakan bagian pelajaran terpenting bagi kita, sebab itu, saat menyelidiki mazmur jenis ini kita harus mempelajarinya secara mendalam.
Bagian ini biasanya didahului dengan kata depan Ibrani ki, yang artinya sebab (92:2, 5; 96:1, 5).
Mazmur pujian bisa dibagi lagi berdasarkan alasan pujian yang disampaikan. Contohnya, Tuhan dipuji sebagai Pencipta semesta (Maz 8, 104, 148), Pelindung dan Pemelihara Israel (Maz 66, 100, 111, 114, 149), Tuhan atas Sejarah (Maz 33, 103, 113, 117, 147), atau Raja (Maz 47).
Alasan terpenting pemazmur memuji Tuhan adalah karena Tuhan sudah menyelamatkan Israel dari kesusahan; Ia telah menebus Israel dari musuh-musuhnya (Maz 98 yang merupakan pujian keselamatan).

(3) Ajakan untuk lebih lanjut memuji Tuhan.

2. Mazmur Keluhan (Ratapan) :
Ini merupakan ratapan pemazmur ketika berada dalam kesedihan. Ia tidak mempunyai tempat untuk menyatakan isi hatinya kecuali kepada Tuhan.
Ada 3 macam keluhan pemazmur dalam mazmur keluhan, yang harus kita identifikasikan saat menyelidikinya :
a. Pemazmur dibingungkan oleh pikiran dan perbuatannya (42:6 dan 12, 43:5).
b. Pemazmur mengeluh karena perbuatan-perbuatan musuh terhadap dia (42:4).
c. Pemazmur mengeluh karena perbuatan Tuhan yang membingungkan dia (42:10).

Struktur umumnya :
(1) Doa (Invocation).
(2) Permohonan minta tolong kepada Tuhan.
Pemazmur sering memulai dengan Invocation yang disatukan dengan sebuah permohonan minta tolong kepada Tuhan. Kecuali Tuhan, tidak ada seorangpun yang dapat menolong dia. (12:2, 17:1).
Kadang-kadang permohonan letaknya terpisah dari Invocation.
(3) Keluhan-keluhan.
Ini merupakan bagian penting karena menunjukkan motivasi pemazmur dalam memanjatkan doanya (22:7-8).
(4) Pengakuan dosa atau pernyataan tidak bersalah.
Bagian ini berisi pengakuan dosa pemazmur yang berkaitan dengan penderitaannya (69:6), atau sebaliknya, ia menyatakan bahwa dirinya tidak bersalah atas hal itu (26:5).
(5) Kutukan pada musuh-musuh (109:8-9).
(6) Keyakinan pada respon Tuhan.
Meskipun pada umumnya “mood” keluhan adalah melankolik, tetapi terlihat pemazmur menyatakan penyerahannya atau keyakinannya kepada Tuhan (54:6).
(7) Pujian atau berkat.
Ketika pemazmur menyadari bahwa Tuhan dapat dan akan bertindak bagi dia, maka ia memuji Tuhan (26:12).

Kebanyakan keluhan adalah keluhan pribadi di mana pemazmur berbicara dalam kata ganti orang tunggal “aku” (3:6-8). Ada juga keluhan nasional, dan musuhnya ialah bangsa yang berusaha menghancurkan Israel (Maz 83).

3. Mazmur Pengucapan Syukur :
Mazmur ini adalah sebuah respon atas keluhan yang dijawab Tuhan. Juga ada hubungan yang erat antara pujian dan pengucapan syukur. Mazmur ini adalah pujian kepada Tuhan karena Ia sudah menjawab doa.
Strukturnya umumnya adalah :
(1) Pemazmur menyatakan maksudnya memuji Tuhan (34:2), atau dimulai dengan sebuah berkat (32:1).
(2) Pemazmur bersaksi tentang perbuatan besar Tuhan dalam hidupnya. Bahkan dia mengajak seluruh jemaat mengucap syukur kepada Tuhan bersama dia (30:5).
(3) Pengulangan keluhan yang sekarang telah dijawab oleh Tuhan (18:6-7).
(4) Sebuah catatan tentang keselamatan dari Tuhan (18:17).
(5) Pujian kepada Tuhan dan panggilan kepada orang lain untuk memuji Dia.

4. Mazmur Peringatan (Sejarah Penyelamatan) :                             Mazmur yang berpusat pada penebusan yang dilakukan Tuhan di masa lampau. Dalam mazmur-mazmur jenis ini, suatu rangkaian perbuatan Tuhan diperingati kembali. Isi pokoknya adalah perbuatan Tuhan yang ajaib (105:2).
Perbuatan-perbuatan Tuhan dicatat agar Israel dapat memuji Dia (105:1). Dan ada juga yang mengajar generasi masa depan untuk bertindak (78:7).

5. Mazmur Penyerahan (Keyakinan/Kepercayaan) :
Didominasi oleh rasa percaya kepada Tuhan. Pemazmur mengutarakan penyerahannya kepada kebaikan dan kuasa Tuhan. Dalam mazmur jenis ini, pemazmur menyatakan penyerahan kepada Tuhan meskipun ada musuh-musuh atau ancaman lain (11:2, 23:5).
Dalam kondisi demikian pemazmur tetap merasa damai karena Tuhan beserta dia (11:4, 23:4).
Mazmur-mazmur jenis ini berisi metafora-metafora indah yang memperlihatkan kesadaran akan hadirat Tuhan yang dekat dengan pemazmur. Tuhan adalah perlindungan (11:1, 16:1), gembala (23:1), terang (27:1), gunung batu (62:3) dan penolong (121:2).
Saat menyelidiki mazmur-mazmur ini, kita harus mengidentifikasikan faktor-faktor yang mengancam keselamatan pemazmur dan imageri-imageri Tuhan yang dipakai pemazmur untuk mengkomunikasikan keyakinannya pada Tuhan ketika ia menghadapi kesukaran.

6. Mazmur Hikmat :
Menekankan sebuah kontras dari pelbagai macam cara hidup yang menghasilkan akibat yang berbeda. Di satu sisi ada orang-orang jahat yang dikutuk Tuhan, di sisi lain ada orang-orang benar yang menerima berkat Tuhan (1:1, 6).
Sebagian mazmur jenis ini merenungkan tentang keindahan dan keajaiban hukum Tuhan (19:7). Ada yang menunjukkan kekaguman terhadap susunan dunia ciptaan Tuhan (19:1). Ada juga yang menyinggung tentang tentang kehidupan dan iman yang skeptis (Maz 73). Bahkan ada juga yang seperti Kidung Agung, yaitu dengan provokatif memberikan pujian kepada Tuhan untuk kasih antara manusia yang begitu intim (45:14-16).

7. Mazmur Raja :
Ada 2 macam :
(1) Yang berpusat pada raja Israel (Maz 20, 21, 45). Aspek kerajaan dari mazmur ini tidak segera terlihat, karena raja tidak menyebut dirinya “raja” melainkan “aku”.
(2) Yang memperlihatkan Tuhan sebagai Raja.

Kedua kelompok ini berhubungan erat karena raja adalah refleksi Tuhan di bumi. Sesungguhnya Tuhan adalah Raja (47:8).
Banyak Mazmur Raja memuji Tuhan sebagai Raja yang memberikan kemenangan dalam peperangan, sehingga mazmur ini dapat juga disebut Nyanyian Pahlawan Ilahi (Maz 98).
Karena mazmur merupakan puisi Ibrani, maka dalam mempelajarinya, kita harus memperhatikan ciri khas atau sarana-sarana dalam puisi Ibrani seperti yang telah diuraikan di atas. Dengan demikian mazmur harus dibaca sebagai satu unit sastra; diperlakukan sebagai satu kesatuan, tidak dipecah-pecah menjadi ayat-ayat tunggal atau pikiran tunggal.
Selain itu, perlu untuk mengikuti alur dan paralelisme dari suatu mazmur. Ini semua penting karena setiap mazmur memiliki pola pengembangan yang dengannya ide-ide disajikan, dikembangkan dan disimpulkan.

Belum Ada Tanggapan to “Genre (Tipe) Mazmur”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: