TERANG TUHAN
Terang Tuhan Bersinar Bagimu

Fakta Bahasa Lidah


images(5)Berbicara dalam bahasa lidah, adalah fakta bahwa seseorang telah menerima Roh Kudus. Menurut Lukas, setiap orang telah dipenuhi Roh Kudus dan mulai berkata-kata dalam bahasa lidah. Kemampuan ini diberikan kepada mereka oleh Roh Kudus. Berbicara dalam bahasa lidah, adalah fakta dari pembaptisan Roh Kudus dan kitab suci berkata bahwa mereka semua telah menerima manifestasi ini.

Karunia berbahasa lidah adalah salah satu karunia Tuhan bagi jemaat. Beberapa akan mampu untuk berbicara dalam bahasa lidah yang berbeda untuk membangun tubuh dari gereja.

Bahasa lidah adalah bahasa doa dan pujian langsung dari roh kita kepada Allah (1 Korintus 14:4-17). Saat kita berdoa dalam bahasa lidah kita berbicara kepada Allah dan bukan kepada orang lain. Orang lain tidak akan mengerti bahasa lidah ini. Itu adalah bahasa sorgawi antara roh manusia dengan Allah. Saat kita berdoa dalam bahasa lidah, kita membantu diri kita sendiri bertumbuh secara spiritual. Kita harus berdoa untuk kemampuan menafsirkan bahasa doa kita sendiri. Saat karunia bahasa lidah ini bekerja dalam membuka pertemuan, hal itu akan membawa penafsiran sehingga hal itu akan membangun seluruh jemaat!

Saat “pesan” dalam bahasa lidah diberikan, bukan lagi manusia yang berbicara kepada Allah. Tetapi Allah yang berbicara kepada manusia. Hal itu selalu digunakan dengan karunia penafsiran. Berbicara dalam bahasa lidah adalah karunia pertama Roh Kudus yang kita kerjakan setelah kita menerima Roh Kudus. Berdoa kepada Bapa dalam bahasa sorgawi kita akan melepaskan roh kita untuk bekerja dalam delapan karunia Roh Kudus lainnya. Tentu saja, setan telah melakukan serangan-serangan dalam bahasa lidah. Dengan menghentikan orang-orang Kristen untuk bekerja dalam karunia Roh ini, dia dapat menghentikan mereka dari kemajuan kepada orang lain!

Tidak ada dimana pun didalam kitab suci dapat ditemukan, atau dibuktikan bahwa karunia bahasa lidah atau penafsiran bahasa lidah dihentikan. Karunia bahasa lidah ini akan berhenti saat yang sempurna datang – saat Yesus datang – dan kita semua akan berbicara dalam satu bahasa.

Dalam keseluruhan kitab Kisah Para Rasul orang-orang diselamatkan dan mereka telah menerima karunia Roh Kudus dan mereka berbicara dalam bahasa lidah.

Pertama Kepada Orang-orang Yahudi, (Kisah Rasul 2:1-18) Yesus memerintahkan orang-orang percaya untuk menunggu pemenuhan Roh Kudus sebelum mereka mulai melangkah keluar dalam pelayanan. Mereka satu hati dalam satu ruangan pada hari Pentakosta pada saat pembaptisan Roh Kudus datang untuk pertama kalinya.

Lalu Kepada Orang-orang Samaria, (Kisah Rasul 8:1-40) saat pembantu gereja, Filipus pergi ke Samaria, mereka telah percaya kepada Yesus dan mereka telah diselamatkan. Lalu para rasul-rasul datang dari Yerusalem dan menumpangkan tangan atas mereka dan mereka dipenuhi Roh Kudus.

Kepada Musuh Mereka, (Kisah Para Rasul 9:1-31, 22:1-22, 26:9-24). Paulus adalah seorang pemimpin penganiayaan gereja, sedang dalam perjalanan untuk menangkap lagi orang-orang Kristen di Damaskus saat kilatan cahaya muncul disekeliling dia dan dia jatuh ke tanah. Disana dia bertemu dengan Yesus. Lalu Allah mengirimkan Ananias kepadanya dan menumpangkan tangan atas dia dan Paulus menerima baptisan Roh Kudus.

Kepada Bangsa-bangsa Lain, setelah Petrus diberikan penglihatan yang sama sebanyak tiga kali dan diperintahkan, “Apa yang dinyatakan halal oleh Allah tidak boleh engkau nyatakan haram“ Allah mengirimkan komandan pasukan Roma, Kornelius, teman dan sahabatnya untuk menerima keselamatan. Dalam Kisah Rasul 10 mengungkapkan bahwa Allah menghancurkan tradisi manusia. Bagi orang Yahudi, bergaul dengan orang non-Yahudi merupakan pantangan. Apa yang dilakukan Petrus menghancurkan hukum yang selama ini berlaku. Dengan kata lain, tradisi yang bertentangan dengan prinsip Allah haruslah dihapuskan dan diganti dengan kebenaran firman Tuhan.

Dalam pertemuan itu, Petrus menyampaikan fakta-fakta kebenaran Ilahi. Pertama sikap Allah terhadap manusia tidak bergantung pada syarat lahiriah seperti: penampilan, ras, kebangsaan atau tingkat sosial tertentu (34-35). Allah tidak peduli terhadap perbedaan suku bangsa. Kornelius tidak perlu menjadi orang Yahudi untuk memperoleh keselamatan, karena keselamatan ada dalam Yesus Kristus (43). Kedua, Petrus menyampaikan bahwa kehidupan, kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus yang juga merupakan inti dari Injil bagi semua bangsa.

 

 

Belum Ada Tanggapan to “Fakta Bahasa Lidah”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: