TERANG TUHAN
Terang Tuhan Bersinar Bagimu

Menang Bersama Yesus


222490_549995711693734_1494054930_nRoma 8:31-39 mengatakan; Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?
Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?

Seperti ada tertulis: “Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan.” Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.
Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Dalam kitab Roma Paulus mempertahankan doktrin pembenaran karena iman. Ia menceritakan bagaimana kita dapat hidup berkemenangan (pasal 6), bebas (pasal 7) dan aman / yakin di dalam Kristus (pasal 8).

The basic meaning of ‘in Christ’ (communion with Him) is one of mystical fellowship has been accepted by many scholars; kita telah masuk dalam suatu eksistensi yang baru dalam Kristus, in the life of new era; dan tidak dapat dipisahkan oleh apapun (Roma 8:39)

Dalam bagian ini, ada beberapa hal yang menjadi keyakinan orang yang hidup di dalam Kristus :
• Tidak ada yang akan melawan kita (31b)
• Allah akan memenuhi kebutuhan kita (32)
• Tidak ada yang akan menggugat kita (33)
• Tidak ada yang akan menyalahkan kita (34)
• Tidak ada yang memisahkan kita dari kasih Kristus (35a)
Hal ini tidak berarti bahwa hidup kita akan mengalami kelancaran senantiasa. Penderitaan adalah bagian yang nyata dari hidup beriman kepada Kristus, tetapi kita diberikan kekuatan / keyakinan bahwa bersama dengan Yesus, kita dimampukan untuk mengatasi hal tersebut (36).

Bagaimana bisa kita yakin seperti ini ? Karena kita mengalami kesatuan dengan Kristus, melalui karya Roh Kudus. 2 Kor 3:17 – Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.

Iman Kristen berbeda dengan iman dalam agama lain. Iman orang Kristen bukan hanya berpusat kepada Ajaran Yesus Kristus, tetapi iman orang Kristen berpusat kepada pribadi Yesus Kristus, kepada segenap karyaNya bagi manusia. Hal inilah yang membuat kita bukan hanya diminta untuk mengikuti ajaranNya tetapi juga diminta untuk menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat kita secara pribadi.

Calvin menyatakan sbb: “kita harus memahami, selama Kristus di luar kehidupan kita, dan kita terpisah dari Dia, apa yang diderita-Nya dan perbuatan-Nya bagi keselamatan umat manusia, tetap tidak berguna dan tidak berharga untuk kita… Semua yang Kristus miliki tidak berarti bagi kita sampai kita bertumbuh dalam satu tubuh dengan Dia”. Kita tidak selamat sampai kita disatukan dengan Yesus Kristus (2 Kor 5:17; Yoh.15:4,5,7; I Kor 15:22; 2 Kor 12:2; Gal.3:28; Fil.3:9).

Hanya pekerjaan Roh Kudus-lah yang dapat membawa kita ke dalam kesatuan dengan Kristus. Inilah anugerah Allah yang besar bagi kita. The work of the Spirit in regenerating the believer is therefore a work in which the Spirit unites us to Christ.

Teolog Deissmann mengatakan: union in Christ is a Mystical Dimension – kita ada dalam udara, dan udara ada dalam kita, begitu pula kita ada dalam Kristus, dan Kristus ada dalam kita.
Jadi kepentingan dipersatukan dengan Kristus, Steward menyatakan, bagi Paulus, kekristenan bukanlah hanya sistem spekulasi, tetapi kualitas pembaharuan hidup: hidup di dalam Kristus ! (Fil.1:21; Gal.2:20).

Kematian dan kebangkitan Kristus menyatakan bagi kita bahwa Kristus HIDUP dan kuasa maut telah dikalahkan! Di dalam karya kebangkitanNya, kita diyakinkan bahwa Life is stronger than Death, Good is greater than Evil, Hope is stronger than Despair, Love is greater than Hate, and Faith is greater than Fear.

Ibrani 2:14-15 “..IA juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematianNya IA memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian IA membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.”

Rasul Paulus dan Yohanes sering kali menggunakan konsep ini dalam tulisan mereka. Frase “di dalam Tuhan” (en Kyrio) atau “dalam Dia” (en auto) muncul 164 kali dalam surat-surat Paulus. (G. Adolf Deissmann).

Roma 6:5 Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya.

Roma 6:10 Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah.

Roma 6:11 Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.

1 Yoh 2:6 Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.

Paulus pasti mengatakan bahwa seorang Kristen adalah seseorang yang berjuang, dalam setiap hari kehidupannya, untuk menjadikan semakin nyata dan aktual dan tampak dan meyakinkan apa adanya dia secara ideal dan potensial melalui kesatuannya dengan Yesus Kristus … Hubungannya dengan Kristus mengikat dia. Ini merupakan suatu fakta, tetapi juga merupakan suatu tugas. Ini merupakan suatu realita saat ini, tetapi juga merupakan suatu ideal yang menarik dia … “Apakah kamu di dalam Kristus ?“ kata Paulus kepada orang percaya. “Jika demikian jadilah orang yang sungguh-sungguh di dalam Kristus.“ (A Man in Christ, James Stewart)

Kesatuan dengan Kristus direncanakan sejak kekekalan dan ditetapkan untuk berlanjut secara kekal. Karena itu, kesatuan inilah yang menjadikan hidup Kristen kita berarti, bahagia dan bekemenangan. Selama di dunia ini, kita adalah musafir dan orang asing di dunia ini, tetapi Kristus hidup di dalam kita selama-lamanya. Kristus bukan hanya mati di kayu salib bertahun-tahun silam, Dia juga hidup di dalam hati kita, sekarang dan selamanya.

Belum Ada Tanggapan to “Menang Bersama Yesus”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: