TERANG TUHAN
Terang Tuhan Bersinar Bagimu

Paskah


easter2012Kata ‘Easter’ digunakan oleh dalam Kis. 12:4 “Setelah Petrus ditangkap, Herodes menyuruh memenjarakannya di bawah penjagaan empat regu, masing-masing terdiri dari empat prajurit. Maksudnya ialah, supaya sehabis Paskah ia menghadapkannya ke depan orang banyak.” Untuk peringatan tahunan kebangkitan Yesus; versi Inggris modern memilih kata Passover. Paskah segera menjadi perayaan utama jemaat mula-mula, dan pada abad ke-3, perayaan itu didahului dengan malam berjaga. Pada saat fajar, mereka yang telah dipersiapkan dibaptiskan; semuanya menerima Perjamuan Kudus.

Hingga abad ke-4 M tidak ada perayaan Jumat Agung sebagai peringatan tersendiri. Kadang-kadang Paskah, seperti Paskah Kristen, dirayakan pada tanggal 14 bulan Nisan, tanggal perayaan Yahudi, yaitu pada hari biasa atau hari Minggu.
Untuk beberapa waktu hal tersebut berlanjut di Asia Kecil. Mereka yang melaksanakan kebiasaan ini disebut “Quarto decimans”. Di Roma, hingga 160 M, tidak diselenggarakan perayaan pada hari Minggu setelah Paskah Yahudi. Diduga, sebagian besar 1 Petrus pada mulanya disusun sebagai bagian khotbah Paskah di Roma, ketika di sana ada orang-orang yang akan menerima baptisan (1Ptr. 3:21). “Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan — maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah — oleh kebangkitan Yesus Kristus”.

Pesta tahunan Yahudi yang diadakan pada tanggal 14 bulan Nisan, memperingati peristiwa-peristiwa penyelamatan pada keluaran dari Mesir. Perayaan itu mungkin sudah ada sebelum zaman Israel di Kanaan sebagai pesta pertanian di bulan pertama setiap tahun, lalu pesta itu diserap ke dalam kehidupan dan peribadahan orang Ibrani yang memasuki negeri itu. Sepertinya ada bukti catatan mengenai penggabungan perayaan tersebut, apabila dikatakan bahwa orang Israel setelah memasuki negeri Kanaan memelihara pesta Paskah itu (Yos. 5:10) “Sementara berkemah di Gilgal, orang Israel itu merayakan Paskah pada hari yang keempat belas bulan itu, pada waktu petang, di dataran Yerikho”, dan pada keesokan harinya makan hasil negeri itu (Yos. 5:11) “Lalu pada hari sesudah Paskah mereka makan hasil negeri itu, yakni roti yang tidak beragi dan bertih gandum, pada hari itu juga”.

Paskah merupakan pusat iman Kristiani yang sangat fundamental / mendasar. Sampai abad ke-4 gereja tidak merayakan Natal. Meskipun sering kali gereja tidak merayakan Paskah secara besar-besaran seperti peristiwa Natal, tetapi sebenarnya Paskah adalah peringatan yang paling sering dilakukan gereja setiap minggunya (dalam kebaktian Minggu, di mana gereja memperingati Kebangkitan Kristus – pada hari pertama setiap Minggu).

Pengalaman nyata dari gereja Kristen sepanjang 19 abad menggemakan kepercayaan bahwa Yesus bangkit. Buktinya jelas. Kubur kosong, dan tidak seorangpun yang dapat menemukan jasad-Nya. Lebih dari satu bulan kemudian (selama kurang lebih 6 minggu), para murid terus bertemu dengan Yesus yang hidup. Halusinasi tidak akan terjadi dengan cara ini ! Tidak ada satupun dari semua bukti tersebut yang mengartikan sesuatu, kecuali Kristus sungguh bangkit. Sehingga bagi para murid, Kristus yang bangkit bukan khayalan. Tanpa lelah mereka mewartakan kebangkitan-Nya meski menghadapi hinaan, siksaan dan bahkan kematian.

Ke-empat Injil pun, memberikan penekanan yang sangat jelas tentang kematian dan kebangkitan Yesus. Matius mencatat empat kali pemberitahuan Tuhan akan kematian-Nya, sedangkan Markus dan Lukas masing-masing mencatat tiga kali. Meski Yohanes hanya mencatat satu kali pemberitahuan Tuhan akan kematian-Nya, namun penyusunan wacana Injil itu sendiri memberi tekanan khusus pada kematian Tuhan Yesus. Dari ke-21 pasalnya, sepuluh pasal terakhirnya merupakan catatan peristiwa yang terjadi pada minggu terakhir sebelum Kristus disalibkan. Bandingkan dengan sebelas pasal pertama yang meliput 33 tahun kehidupan-Nya. Tidak heran, ada yang berkesimpulan bahwa keempat Injil sebenarnya merupakan riwayat kesengsaraan, kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus yang ditulis dengan data pendahuluan yang sedikit panjang.

Begitu pentingnya kebangkitan Yesus, sehingga Gereja Purba menjadikan Paskah sebagai pusat perayaan-perayaan Kristen. Bahkan sebelum tahun 313, Gereja hanya mengenal satu perayaan Kristen, yaitu Paskah. Setelah tahun 313, Gereja mengenal perayaan Natal. Dalam perkembangan waktu, perayaan Natal makin lama makin meriah. Kecenderungan itu membekas hingga kini.
Setiap tahun kita merayakan Natal dan Paskah, tapi apakah setiap perayaan tersebut telah membawa kita kepada hidup yang mengalami Yesus secara nyata ? Iman kepada Yesus yang bangkit.

Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. (Galatia 2:19-20)

Zaman ini bukan hanya jaman yang berdosa, tetapi zaman yang sedang berpesta pora dengan dosa. Seharusnya menangis melihat dosa, tetapi malah tidak ada lagi rasa malu.
Yesus sudah rela mengalami penderitaan dan kematian yang begitu mengerikan bagi kita. Pantaskah kalau kita tanggapi dengan hidup untuk diri sendiri? Hidup yang memuaskan hawa nafsu diri ? Maukah saudara mati bagi diri sendiri?

Doktrin kesatuan dengan Kristus
Rasul Paulus dan Yohanes sering kali menggunakan konsep ini dalam tulisan mereka. Frase “di dalam Tuhan” (en Kyrio) atau “dalam Dia” (en auto) muncul 164 kali dalam surat-surat Paulus. (G. Adolf Deissmann).

– Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya.(Roma 6:5)
– Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah. (Roma 6:10)
– Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.
(Roma 6:11)
– Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup. (1 Yoh 2:6)

Paulus pasti mengatakan bahwa seorang Kristen adalah seseorang yang berjuang, dalam setiap hari kehidupannya, untuk menjadikan semakin nyata dan aktual dan tampak dan meyakinkan apa adanya dia secara ideal dan potensial melalui kesatuannya dengan Yesus Kristus … Hubungannya dengan Kristus mengikat dia. Ini merupakan suatu fakta, tetapi juga merupakan suatu tugas. Ini merupakan suatu realita saat ini, tetapi juga merupakan suatu ideal yang menarik dia … “Apakah kamu di dalam Kristus?“ kata Paulus kepada orang percaya. “Jika demikian jadilah orang yang sungguh-sungguh di dalam Kristus.“
(A Man in Christ, James Stewart)

Kesatuan dengan Kristus direncanakan sejak kekekalan dan ditetapkan untuk berlanjut secara kekal. Karena itu, kesatuan inilah yang menjadikan hidup Kristen kita berarti, bahagia dan berkemenangan. Selama di dunia ini, kita adalah musafir dan orang asing di dunia ini, tetapi Kristus hidup di dalam kita selama-lamanya. Kristus bukan hanya mati di kayu salib, Dia juga hidup di dalam hati kita, sekarang dan selamanya.

Hidup yang berubah / diperbaharui (Roma 6:10; Galatia 2:19-20)
Yang lama sudah berlalu, yang baru sudah datang. Meninggalkan dosa dan hidup bagi Allah. Kebangkitan Kristus merupakan kemenangan, yang membuktikan bahwa dosa sudah kehilangan kuasanya. Apakah saudara sudah mengalami kemenangan ini. Kita akan dapat mengalami kemenangan dengan datang kepada-Nya, berserah penuh kepada-Nya. Hidup dalam iman adalah perjuangan terus menerus. Pembaharuan akan dialami melalui ketaatan kepada Yesus (melalui kuasa Firman dan Roh Kudus).

Dalam doa-doanya dari penjara (Efesus 1:15-23; 3:4-21; Fil 1:9-11; Kol 1:9-12), kita seringkali mendapati berkat-berkat yang Paulus inginkan agar dinikmati oleh orang-orang percaya. Dalam doa-doanya, Paulus tidak memintakan hal-hal yang bersifat materi. Penekanannya adalah pada penglihatan rohani dan sifat orang percaya yang sejati. Paulus tidak meminta kepada Allah untuk memberi mereka apa yang tidak mereka miliki, melainkan berdoa agar Allah akan menyatakan kepada orang percaya, apa yang telah mereka miliki.

Efesus 1:18-20 mengatakan;
Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga,

Kuasa itu, dapat dilihat dalam kebangkitan Yesus Kristus. Dalam Perjanjian Lama, orang mengukur kuasa Allah melalui ciptaan-Nya (Yes 40:12-28) atau melalui mujizat-mujizat pada waktu bangsa Israel keluar dari Mesir (Yer 16:14). Tetapi sekarang kita mengukur kuasa Allah melalui mujizat kebangkitan Kristus. Dalam bagian ini Paulus mengatakan bahwa Kuasa Allah yang telah membangkitkan Kristus adalah Kuasa yang sama yang diberikan dan bekerja di dalam diri orang percaya. Kehebatan Kuasa Allah yang Supranatural, yang dimiliki dan tersedia dalam diri orang percaya. Kuasa inilah yang Paulus rindukan, disadari dan dialami oleh setiap orang percaya.

Sadarkah kita, bahwa kuasa Allah yang Maha Hebat itu, adalah bagi kita yang percaya ? Kuasa itu bukan khayalan, bukan impian, tetapi realita yang dinyatakan dalam kehidupan orang percaya. Kuasa itu kita terima ketika kita percaya kepada Yesus Kristus, sebagai Tuhan dan Juruselamat kita secara pribadi. Di mana seharusnya, kuasa tersebut membawa dampak dalam hidup orang percaya, Kuasa yang membawa kepada kehidupan yang semakin hari semakin berjalan dalam kemenangan atas dosa yang ada (power to gain more and more victory over remaining sin in or lives). Dan Kuasa untuk memberitakan Injil, dan melayani dalam Kerajaan Allah (power for ministry in the work for the kingdom).

Belum Ada Tanggapan to “Paskah”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: