TERANG TUHAN
Terang Tuhan Bersinar Bagimu

Perjamuan Kudus, Pengorbanan atau Sakramen?


lastsupperTuhan Yesus perintahkan gereja-Nya untuk berbuat dua sakramen. Yang satu adalah Pembaptisan dan yang kedua adalah Perjamuan Kudus.
Apa yang menjadi kehendak Tuhan dari pengertian tentang Perjamuan Kudus. Cerita sejarah yang terjadi dimasa lalu, membuat kita lebih mengerti apa yang terjadi dan kenapa itu terjadi. Mulai tahun 1555 sampai 1558 pada waktu Ratu Mary berkuasa di negeri Inggris. 288 orang Protestan reformasi dibakar. Diantara mereka ada 1 uskup besar, 4 uskup, 21 pendeta, 55 perempuan dan 4 anak-anak. Kenapa ratu Mary yang beragama Katolik membakar mereka? Alasan utama adalah kepercayaan yang berbeda mengenai pengertian Perjamuan Kudus.

Inilah kata-kata John Charles Ryle untuk menjelaskannya: doktrin/ajaran katolik yang dipertanyakan adalah apakah tubuh dan darah Tuhan Yesus benar-benar ada didalam roti dan anggur yang ditahbiskan didalam Perjamuan Kudus?
Apakah mereka percaya atau tidak bahwa tubuh dan darah Tuhan Yesus benar-benar secara harfiah, secara material, secara lokal ada didalam bentuk roti dan anggur sesudah perkataan pentahbisan itu diucapkan. Apakah mereka percaya atau tidak bahwa tubuh Kristus, yang dilahirkan dari Bunda Maria, memang berada diatas meja itu begitu perkataan pentahbisan keluar dari mulut imam/priest.
Apakah mereka percaya atau tidak. Itulah pertanyaannya. Dan kalau mereka tidak percaya dan mengakui itu, mereka dibunuh melalui pembakaran.

Di ceritakan mengenai orang-orang yang dibunuh itu yang tidak percaya bahwa tubuh Kristus itu benar ada didalam roti dan anggur, untuk mempertunjukkan bahwa pada suatu waktu yang lalu pembaptisan dan perjamuan kudus itu begitu penting sampai ada yang mau menyerahkan hidupnya untuk itu. Dan ada juga yang mau membunuh orang karena itu.

Mengenai Perjamuan Kudus, persoalannya sebenarnya tentang teologia, tetapi juga ada masalah politik. Apakah negeri Inggris itu akan menjadi negeri Katolik atau Protestan. Kedua-duanya berperang melawan satu sama lain. Jadi pada waktu orang Katolik berkuasa, setiap serangan terhadap doktrin Roma Katolik sama seperti serangan terhadap negara. Dan serangan yang paling serius adalah penolakan Misa Katolik.

Intinya dari Misa adalah bahwa perwujudan tubuh Kristus secara benar, secara material berada didalam bentuk roti dan anggur. Ini perlu menurut agama Katolik karena perkataan pentahbisan dari imam/priest itu mulai menjalankan suatu pengorbanan lagi yang sangat penting dengan tubuh ini. Inilah yang tidak disetujui orang Protestan Reformasi. Mereka percaya bahwa itu melemahkan injil Kristus dimana Dia disalibkan sekali untuk semua, untuk dosa-dosa kita.

Keyakinan Protestan dijelaskan Bishop J.C. Ryle seperti ini: Bayangkan Perjamuan Kudus itu suatu pengorbanan dan bukan suatu sakramen/peraturan… Itu merusak doktrin dari pekerjaan Kristus yang sudah selesai pada waktu Ia disalibkan. Pengorbanan yang perlu diulang berkali-kali itu tidak sempurna dan lengkap.

Iberani 9:23-28 menjelaskan betapa besarnya pengorbanan Kristus, ayat 25 “Ia bukan berulang-ulang mempersembahkan diri-Nya sendiri” dan ayat 28 “demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan dirinya untuk menanggung dosa banyak orang.” Kalau ada imam lain yang layak mempersembahkan korban kepada Tuhan selain dari Kristus, sesungguhnya kemuliaan Imam Besar itu telah dirampas. Dan pekerjaan Kristus sebagai Imam Besar juga telah dirusak, juga Tuhan Yesus tidak menjadi Adam yang terakhir dengan tubuh dan sifat yang sama seperti kita.

Pada umumnya orang Kristen percaya bahwa mereka diperintahkan Yesus untuk mengulangi peristiwa perjamuan ini untuk memperingatinya (“…perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!” – 1 Kor. 11:24, 25). Namun berbagai aliran Gereja Kristen memberikan pengertian yang berbeda-beda pula terhadap sakramen ini. Gereja Katolik Roma menekankan arti perjamuan kudus sebagai sarana keselamatan bagi umat. Gereja-gereja Protestan umumnya lebih menekankan perjamuan sebagai peringatan akan kematian dan pengorbanan Yesus bagi umat manusia.

Lebih dalam ketika perjamuan kudus, Gereja Katolik membagikan tubuh Kristus dalam rupa roti yang disebut KOMUNI. Makna penerimaan komuni adalah merujuk kepada partisipasi umat dalam peristiwa karya penebusan Tuhan yang dihadirkan pada waktu Doa Syukur Agung yang dibawakan oleh Imam. Komuni atau Hosti Suci yang umat terima akan menghubungkan dan memasukkan umat kedalam karya penebusan Tuhan itu.

Dalam 1 Korintus 11:23-26 dimana Paulus memberikan kita ajaran yang dia terima dari Tuhan: Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku! Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku, perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku. Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.

Empat alasan kenapa “Inilah tubuhKu” bukan berarti tubuh Tuhan Yesus diwujudkan didalam atau dibawah roti yang ditahbiskan imam/priest. Sesudah itu ada tiga pengertian yang jelas dari perkataan “Inilah tubuhKu” dan “Inilah darahKu.”

1. Pengertian wajar: yaitu Gambaran
Pengertian yang paling wajar kalau seseorang mengambil sesuatu dan mengatakan itulah tubuh seseorang adalah itu melambangkan tubuh orang itu , bukan itu menjadi tubuh orang itu. Contoh, kalau kita kasih lihat foto keluarga kita dan kita mengatakan “Itulah keluargaku”, semua orang mengerti bahwa foto itu bukan secara langsung benar berubah menjadi keluarga kita secara fisik, itu hanya gambaran saja.
Atau kita melihat bintang film dari “Passion of Christ” dan kita bilang oh itu Tuhan Yesus atau Yohannes atau Bunda Maria. Kita semua tahu mereka hanya aktor yang menggambarkan realitas yang terjadi 2000 tahun yang lalu. Ini adalah pengertian kata-kata yang paling wajar. Inilah tubuhku artinya ini melambangkan tubuhKu.

2. Pengertian yang sama diantara Roti/Tubuh dan Cawan/Perjanjian Baru.
Kalau kata-kata “Inilah (yaitu roti) tubuhKu” maksudnya roti ini sekarang menjadi tubuhKu, secara langsung pengertian yang sama harus dimaksud dengan cawan itu. Diayat 25 Dia mengatakan:”cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darahku.” Ini bukan berarti cawan itu sekarang menjadi perjanjian. Semua kita mengerti bahwa yang dipentingkan dari cawan itu adalah isinya. Dan anggur itu melambangkan darah Tuhan Yesus yang menjamin berkat dari perjanjian itu.

3. Tuhan Yesus sendiri menerangkan Dia berbicara secara kiasan.
Yohannes 6:63 menerangkan bahwa roti di Perjamuan Kudus bukan benar-benar tubuh Kristus. Orang–orang yang percaya bahwa tubuh Kristus benar ada didalam roti itu mendasarkan itu dari ayat-ayat Yohannes 6:48-63.
Di ayat-ayat itu Tuhan Yesus mulai memberi gambaran mengenai pengertian Perjamuan Kudus pada waktu Ia berkata, “Akulah roti hidup” Dan sesudah itu Ia membicarakan bahwa kita harus makan roti itu. Dia mengatakan diayat 51, “Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga, Jikalau orang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku yang kuberikan untuk hidup dunia.”

Kedengarannya sangat mengejutkan dan orang Yahudi bertanya diayat 52 bagaimana Dia dapat memberikan dagingnya untuk dimakan. Tuhan Yesus menjawab diayat 53, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darahnya, kamu tidak mempunjai hidup di dalam dirimu.”
Tuhan Yesus tahu bahwa muridnya sendiri tidak mengerti apa yang Dia katakan. Ayat 60: ”Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata, “Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?”

Jadi Tuhan Yesus memberi mereka kunci pengertian di ayat 63 supaya mereka tidak salah paham seperti orang lain di rumah ibadat itu. “Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.”
Tuhan Yesus menjelaskan; janganlah kuatir tentang daging dimakan dan darah diminum. Ini hanya kiasan saja. Aku maksud perbuatan rohani, bukan jasmani. Jadi Yohanes 6:63 melindungi murid-murid Nya dari salah pengertian, demikian juga ayat ini akan melindungi kita dari salah pengertian yang sama.

4. Tuhan Yesus mengatakan makan dan minum adalah perbuatan rohani (Yohannes 6:35)
Sekarang kita memperhatikan Yohannes 6:35 yang memberi pergertian positif tentang makan dan minum Kristus. Tuhan Yesus mengatakan, “Akulah roti hidup, barangsiapa datang kepadaKu, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepadaKu, ia tidak akan haus lagi.” Disini Dia memberikan dirinya untuk diterima kita untuk dimakan dan diminum. Kristus ini akan memuaskan kelaparan dan kehausan kita untuk hal-hal rohani.

Dan apa artinya makan dan minum? Itu adalah datang dan percaya. “barangsiapa datang kepadaKu, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepadaku, ia tidak akan haus lagi.” Dengan kata lain, dengan makan dan minum itu dimaksud perbuatan rohani jiwamu mendekati Tuhan Yesus dan menerimanya, percaya kepada-Nya dan semua kelaparan dan kehausan jiwamu dipuaskan-Nya.

Disini ada tiga pengertian dari perkataan Tuhan Yesus.

1. Proklamasi
1 Korintus 11:26 mengatakan, “Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memproklamirkan, memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.” “Inilah tubuh-Ku” berarti, dengan lambang dari tubuh-Ku yang pecah anda memproklamirkan kematian-Ku untuk orang berdosa sampai Aku kembali. Anda mengabarkan injil. Roti dan cawan memproklamirkan kematian-Nya yang menyelamatkan dan kebangkitan Tuhan Yesus karena perkataan “sampai Ia datang” berarti dia sudah bangkit.

2. Peringatan
1 Korintus 11:24,25 mengatakan, ”Perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku” “Inilah tubuhku” berarti, marilah lambang dari tubuh-Ku dan darah-Ku memperingatkan kita akan Kristus. Dengan proklamasi pada waktu Perjamuan Kudus, kita harus ingat Tuhan Yesus. Dia berkata pada waktu kita duduk disini di gereja, ingatlah waktu Yudas mengkhianati Aku, dan Aku sudah tahu seluruhnya. Ingatlah akan Aku pada waktu Aku berterimakasih kepada Tuhan Bapa yang sudah menentukan semuanya itu. Apakah anda ingat roti itu dipecahkan sama seperti Aku suka rela memberi tubuh-Ku dipecahkan. Apakah anda ingat bahwa darah-Ku ditumpahkan untuk anda supaya anda hidup karena kematian Aku.
Apakah anda ingat penderitaan Aku untuk memberikan anda semua berkat-berkat dari Perjanjian Baru ini. Apakah anda ingat perjanjian Aku di Markus 14:25 bahwa Aku akan meminum pokok anggur yang baru didalam Kerajaan Allah. Marilah semua kenang-kenangan dari Tuhan Yesus, penuh dengan kasih dan kekuatan, memenuhi jiwamu pada waktu Perjamuan Kudus. Dari sini kita bisa melihat pengertian ketiga dari ”Inilah tubuh-Ku”.

3. Merayakan dengan Iman
Yohannes 6:35, “Akulah roti hidup, barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.””Inilah Tubuh-Ku” berarti pada waktu anda makan roti ini dan minum cawan ini, datanglah kepada Yesus dan percayalah kepada Dia.
Artinya, pada waktu anda perbuat ini, percayalah pada Yesus supaya Ia menjadi makanan dan minuman rohani yang menopang hidupmu. Supaya peringatan akan kematian dan kebangkitan membesarkan imanmu supaya komunikasi dengan Tuhan menjadi lebih erat lagi.
“Inilah tubuhKu” dan “Inilah darah-Ku” artinya adalah inilah makanan rohani, yaitu makanan yang harus dimakan penuh iman.
Berikan makanan rohani ke jiwamu dari segala sesuatu yang Tuhan sudah menyediakan untuk anda dengan tubuh-Nya dan darah-Nya.
Inilah maksudnya iman, yaitu iman yang dipuaskan dari segala sesuatu yang Tuhan sudah berikan pada kita melalui Tuhan Yesus Kristus. Kristus sudah memberikan kami Perjamuan Kudus supaya Dia sendiri bisa memberi kita makanan rohani kepada kita melalui peringatan itu.

Belum Ada Tanggapan to “Perjamuan Kudus, Pengorbanan atau Sakramen?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: