TERANG TUHAN
Terang Tuhan Bersinar Bagimu

Temperamen Dasar Dalam Pelayanan


tes-kepribadian-mbti-11Temperamen merupakan gabungan dari ciri-ciri pembawaan yang secara tidak sadar mempengaruhi tingkah laku seseorang. Ciri-ciri ini diturunkan berdasarkan kebangsaan, ras, seks (jenis kelamin), dan faktor-faktor keturunan lainnya. Ciri-ciri ini diteruskan oleh gen (plasma pembawa sifat).
Watak (karakter ) adalah hasil dari temperamen pembawaan anda yang dibentuk oleh pendidikan masa kanak-kanak, pendidikan di sekolah, sikap dasar, agama, prinsip-prinsip dan motivasi. Kadang-kadang “watak” disebut sebagai “jiwa” manusia yang terdiri dari pikiran, emosi dan kehendak.
Kepribadian adalah ekspresi yang keluar dari diri kita yang mungkin sama dengan watak kita atau mungkin juga tidak, tergantung pada ketulusan kita. Seringkali kepribadian merupakan topeng yang baik dari watak yang buruk atau yang lemah. Banyak orang pada masa kini bertindak berdasarkan apa yang menurut pikirannya patut dilakukan bukan berdasarkan keadaan dirinya yang sebenarnya.
Bila seseorang mengikuti rumus-rumus manusia mengenai tingkah laku yang baik maka akibatnya ialah kekacauan mental dan rohani.

MACAM-MACAM TEMPERAMEN
Lebih dari 400 tahun sebelum Kristus, Hippocrates seorang tabib dan ahli filsafat dari Yunani mengemukakan suatu teori yang mengatakan bahwa pada dasarnya ada empat tipe temperamen. Keempat tipe temperamen itu adalah temperamen dasar.
Perlu diingat bahwa tidak ada seorangpun yang hanya mempunyai satu tipe temperamen dan yang benar adalah semua orang mempunyai gabungan temperamen meskipun biasanya ada satu tipe temperamen yang paling menonjol dari pada yang lainnya. Karena itu penting bagi kita untuk menentukan tipe temperamen dasar kita saja dan mulai mempelajari kekuatan dan kelemahan yang ada pada kita dan membuat rencana untuk mengatasi kelemahan-kelemahan kita melalui kuasa Allah yang ada dalam kita.
Keempat tipe temperamen dasar manusia itu terdiri dari :

1. Sanguine
Periang, hangat, bersemangat, lincah, mudah terpengaruh, spontan & naif, senang bicara, cepat memberikan tanggapan, terbuka dan tulus, disukai dan menyukai orang, senang dikelilingi teman, tidak senang dengan kesunyian, keputusan selalu berdasarkan perasaan.
2. Kolerik
Penuh semangat, penuh inisiatif dan gagasan, intuisinya tajam, agresif & progresif, fokus pada sasaran, berkemauan keras, praktis dan sistematis, puas pada diri sendiri, takut sengsara kejam (tegas), tidak mudah simpati, bingung dan muak dengan aportunis (cepat melihat keadaan & memanfaatkan keadaan) orang yang menangis.
3. Melankolik
Analitis, sukar mendapat teman, pasif/pendiam, berbakat tapi kurang percaya diri, sensitif/peka, perfeksionis, teman yg setia dan dapat dipercaya, mudah tersinggung/marah, dikuasai perasaan yang berubah-ubah (disatu saat bisa semangat sekali kemudian tiba-tiba murung dan tertekan). Jika dikuasai kelemahan maka akan terlihat adanya ganguan emosi seperti : putus asa, membenci diri sendiri dan orang lain, selalu sedih dan mengasihani diri sendiri.
4. Plegmatik
Tenang/santai, sukar marah, jarang tertawa, pasif, punya perasaan yang mendalam, acuh dan kelihatan pemalu, jarang mengutarakan perasaannya (walaupun sebenarnya ia baik hati dan penuh perhatian)
– Penonton dalam kehidupan dan tidak terlalu terlibat dalam persoalan orang lain
– Segan dan penakut membuatnya segan melakukan aktifitas diluar rutinitasnya
– Memiliki ingatan yang baik dan kuat
– Punya rasa humor yang sinis dan paling tidak tahan untuk menggoda orang dengan temperamen dasar yang lain misalnya :
• Jengkel pada semangat orang sanguin
• Benci pada kemurungan orang melankolis
• Cenderung mematahkan semangat dan ambisi orang kolerik

TOKOH ALKITAB DAN TEMPERAMEN DASAR MEREKA
Beberapa tokoh Alkitab berikut ini dapat membantu kita untuk mengenal temperamen dasar mereka dan bisa memahami bagaimana Allah bekerja dan mengerjakan rencana-Nya lewat pribadi-pribadi ini. Hal yang paling utama kita akan pelajari bagaimana karya indah dan nyata dari Roh Kudus yang mengubah temperamen mereka menjadi sesuai rencana dan kehendakNya. (2 Korintus 5 : 17).

1. PETRUS si Sanguin
Petrus yang bertemperamen sanguin seringkali merupakan tokoh yang paling disukai dalam Perjanjian Baru. Sebabnya adalah sederhana sekali, yakni karena ia seorang extrovert dimana kekurangan-keurangannya terbuka untuk diketahui setiap orang. Memperhatikan Petrus yang bergerak dengan penuh semangat dan tersandung-sandung sepanjang halaman Kitab Injil yang kita baca jelas kita melihat bergeraknya temperamen seorang sanguin. Marilah kita melihat dari bagian Alkitab yang menunjang pengenalan kita akan tokoh Petrus ini.
•Selalu ingin bicara walaupun tidak tahu/mengerti apa yang dilakukan.
(Matius 4:18-20, 14:28, 17:4).
•Spontan dan terbuka, terus terang.
(Yohanes 13:9-10, 18:10).
•Cepat bertindak, tidak berpikir dahulu lalu cepat bimbang
(Matius 16:13-23).
•Sombong, memikirkan diri sendiri, tidak setia dan berkhianat.
(Matius 26:31–35; 69-70).

Namun demikian Alkitab mencatat bagaimana perubahan itu terjadi pada Petrus dimana segala kelemahan dan kekurangannya diubahkan menjadi alat Tuhan yang paling efektif dalam mengabarkan Injil keselamatan.
-Spontanitas, terus terang dan berani membuatnya berani berkhotbah (sifatnya yang ingin selalu berbicara) di depan umum untuk pertama kalinya sejak Kristus terangkat ke sorga dan peristiwa Pentakosta. (Kis. 2 : 14-40).
-Lebih Peka, dia menjadi seorang yang lebih peka terhadap kebutuhan orang lain dengan kehidupannya yang suka berdoa, kasih terhadap jiwa-jiwa. (Kis. 9 : 36-42)
-Rendah hati, (sebagai ganti kesombongan dan ingin dipuji),
-Sukacita (ganti kebiasaannya menggerutu & mengomel),
-Ramah, setia dan percaya pada pemeliharaan Allah melebihi segala ketakutan dan kebimbangannya. (Kis.10 : 19, 21; 12 : 6).

2. PAULUS si Kolerik
Ilustrasi yang tepat mengenai temperamen kolerik diantara tokoh Alkitab adalah Paulus. Ia juga merupakan ilustrasi terbaik dari temperamen kolerik yang “ditangkap” Tuhan dan hasil pekerjaan Roh Kudus dalam dirinya membuat Paulus si kolerik ini menjadi berkat bagi banyak orang melalui pelayanannya yang penuh semangat dan tidak mudah menyerah sekalipun banyak mengalami penderitaan dan penganiayaan.
•Pemimpin yang penuh semangat yang berkobar-kobar dan potensial. (Kis. 9 : 1-2).
•Seorang yang kejam, penuh prakarsa dan gagasan. (Kis. 8 : 1a).
•Tidak bergantung pada orang lain, dinamis , tidak suka berhenti dan berputus-asa. (Kis. 20:34).

Dan Alkitab mencatat juga bagaimana temperamen yang seperti itu dibuahkan oleh kuasa Roh Kudus, seperti yang bisa kita lihat dalam ayat-ayat berikut :
•Ia menjadi orang yang berkemauan keras tetapi mempunyai tujuan dan disiplin pribadi serta rela berkorban demi orang lain agar bisa mengenal Kristus.
(1 Kor. 9 : 19 –27).
•Tidak mementingkan diri sendiri dan penuh kasih yang besar terhadap jiwa-jiwa
(Filipi 3:13-14, Galatia 4:20, Roma 1:10–14, Roma 9:2, Efesus 3:14–21, Filipi 1:8).

3. MUSA si Melankolik
Pemimpin Israel yang melankolik ini merupakan gambaran perbedaan yang klasik yang dibuat oleh kuasa Allah di dalam hidup seseorang. Sesudah dididik 40 tahun di pusat kebudayaan Mesir, orang melankolik ini meneruskan hidupnya dengan memelihara domba di sebuah padang pasir yang terpencil.
Pada usia 80 tahun ia mendengar suara Allah dari sebuah semak belukar yang menyala-nyala dan selama 40 tahun berikutnya ia menjadi seorang pemimpin besar.
Pengendalian temperamen melankoliknya berlangsung bertahap, kadang mempesona tapi kadang juga bersifat mundur. Semuanya ini membuktikan bahwa ia hanyalah manusia biasa dan memberika ilustrasi pada kita bagaimana seorang melankolik yang berserah pada pimpinan Roh Kudus.
•Tidak percaya diri (bimbang dan cenderung menolak), kuatir ditolak dan tidak bisa menjadi pembicara yang baik. (Kel. 4:1, 10 dan 13).
•Mudah marah. (Kel. 16:20, Kel. 32:19).
•Perfeksionis, segalanya ingin sempurna walaupun kadang tidak sanggup dikerjakan sendiri. (Kel. 18:17–18).
•Depresi dan ingin mati. (Bilangan 11:10-15).

Kemudian Alkitab mencatat perubahan dirinya
•Kesetiaan dalam doa dan pelayanan. (Kel. 30:9-10).
•Berbakat dan berpotensi. (Kis. 7:22).
•Merendahkan diri sendiri, rela berkorban dan sengasara. (Ibrani 11:24-27)

4. ABRAHAM si Plegmatik
Pertumbuhan iman Abraham menggambarkan pertumbuhan iman yang bertahap yang disediakan Allah bagi setiap orang percaya. Kita dapat menyaksikan ia berubah dari seorang laki-laki yang terlukis dalam Kejadian 12 yang tidak cukup iman untuk mempercayai Allah atas keperluan akan makanannya, menjadi hamba Allah yang teguh kepercayaannya yang seperti dinyatakan Roh Kudus dalam Ibrani 11 : 19, mempercayai Allah secara mutlak sehingga ia berharap bahwa Allah akan membangkitkan Ishak kembali jika ia mati di atas mezbah korban.
Temperamen Abraham yang plegmatik ternyata jelas dalam :
•Penakut. (Kejadian. 12:11-13).
•Pasif dan mudah dikuasai sehingga terkesan tidak bijaksana. (Kejadian. 16:1-•Berhati-hati dan suka damai. (Kejadian. 13:8-9).
•Dapat diandalkan. (Kej. 14:14-16).
Dan Alkitab mencatat bagaimana imannya yang luar biasa dalam Kej. 22 dimana tidak hanya ketakutan dan keragu-raguan Abraham terhadap perintah Allah yang diubahkan menjadi keberanian dan keyakinan yang teguh akan janji Allah dengan ketaatannya mempersembahkan Ishak (lihat Ibrani 11 : 9).

Temperamen seseorang merupakan gabungan dari ke-4 temperamen dasar yang ada. Perubahan yang terjadi adalah terjadinya pendisiplinan/pengendalian diri terhadap kelemahan-kelemahan diri akibat pengaruh temperamen tersebut dan pengembangan secara positif dari potensi-potensi yang ada karena pengaruh temperamen tersebut.
Jika dalam Yohanes 15:5b dikatakan “kita tinggal dalam Kristus dan Kristus tinggal dalam kita” maka Kristus akan memakai “fasilitas” temperamen (salah satunya) kita sebagai alat untuk mempermuliakan nama Bapa-Nya sehingga kita dikatakan sebagai murid-muridNya (Yoh. 15:7-8).
Perubahan temperamen menjadi seperti Kristus hanya dimungkinkan lewat pembaharuan dan pembentukan oleh kuasa Roh Kudus dengan buah-buah Roh seperti dalam Galatia 5:22-23, (“Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu”) sebagai indikasinya.
Dengan demikian akan terlihat inilah kepribadian seorang murid Kristus sejati yang tidak perlu mengikuti rumusan manusia tentang tingkah laku tetapi yang mendasarkan ekspresi hidupnya berdasarkan pada prinsip-prinsip kebenaran Firman Tuhan.

Satu Tanggapan to “Temperamen Dasar Dalam Pelayanan”

  1. terima kasih atas postingan yang memberkati ini🙂 sehingga saya bisa mengetahuinya. setelah di baca aku termasuk melankolis tapi ada juga plegmatiknya heheh😀 aku ingin menjadi murid Tuhan Yesus seperti anak Tuhan dalam alkitab ini


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: