TERANG TUHAN
Terang Tuhan Bersinar Bagimu

Mengucap Syukur


images(7)Kata “terima kasih” merupakan kata yang penting, tapi seringkali diabaikan dalam kehidupan kita. Ingat ketika masih kecil, kita diajarkan oleh orang tua kita untuk mengucapkan terima kasih. Dalam bagian ini pun, kita ingin melihat apa artinya berterima kasih, bersyukur kepada Tuhan.
Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea.
Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh dan berteriak: “Yesus, Guru, kasihanilah kami!”
Lalu Ia memandang mereka dan berkata: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.” Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir. Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria.
Lalu Yesus berkata: “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?” Lalu Ia berkata kepada orang itu: “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.” (Lukas 17:11-19)

Bersyukur bukan berarti melihat bukti-bukti yang telah kita alami dalam hidup ini, bersyukur lebih dari melihat apa yang kita alami, dan merasakan anugerah Tuhan yang seharusnya tidak patut kita terima, tetapi kita telah menerimanya.
Bersyukur adalah orang yang dapat melihat akan diri sendiri, orang yang berdosa yang patut binasa dalam neraka, tetapi sekarang dosa-dosa kita telah diampuni dan memperoleh hidup kekal. Bersyukur juga adalah hati yang bersuka cita mengerti anugerah Tuhan bagi hidup kita, bukan sebaliknya bersungut-sungut dan memandang segala masalah hidup dengan murung dan tanpa harap.

Bersyukur adalah hati yang berserah pada Tuhan. Hidup kita sepenuhnya adalah milik Tuhan. Kita berjalan dalam hidup ini bersama Tuhan. Meski hidup kita mengalami banyak persoalan tetapi kita percaya bahwa Tuhan akan menolong kita.
Bersyukur adalah senantiasa memandang kepada Tuhan ketika kita mengalami persoalan hidup. Bukannya mengeluh, menuduh atau marah kepada Tuhan, atas apa yang telah kita alami. Tetapi belajar semakin rendah hati untuk mengerti maksud Tuhan dibalik masalah tersebut.
Bersyukur tidaklah mudah dipraktekkan, semudah apa yang ditulis atau dibicarakan, tetapi bersyukur adalah proses belajar dalam hidup kita. Seberapa seringkah kita bersyukur, dibanding dengan berapa banyak kita marah, tidak puas, mengeluh dan lain sebagainya. Bukan itu saja, seberapa seringkah kita bersyukur ketika kita menikmati berkat Tuhan ?
Ketika seorang penderita kusta kembali dan tersungkur di kaki Yesus dengan ucapan syukur, ia tidak hanya disembuhkan tetapi juga diselamatkan melalui ucapan syukurnya. Biarlah kita dapat belajar mengucapkan syukur pada Tuhan atas anugerah yang telah kita terima, sebelum Tuhan ‘meminta’ kita untuk bersyukur padaNya.

Kitab Efesus 5:18-21 mengatakan: ”Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh, dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati. Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.”

Betapa kecil ataupun betapa besar hal-hal yang kita nikmati dalam hidup ini, adalah berkat yang dicurahkan dan diambil dari tangan Tuhan. Inilah mengapa ucapan syukur, merupakan elemen penting dari hidup kita. Ucapan syukur hanya datang ketika kita merasa kita tidak patut mendapatkannya tapi kita mendapatkannya juga.
Di seluruh Alkitab kita diberitahu bahwa hubungan yang benar dari seorang percaya dengan Tuhan dan yang menyenangkan Dia adalah mengucap syukur dalam segala hal : “Dalam segala hal ucapkan syukur karena hal itulah yang dikehendaki Tuhan” (1 Tes 5:18).
Kita diingatkan untuk menerima semua hal dalam hidup dengan rasa syukur, menyadari bahwa kita tidak memilikinya, itu adalah berkat dari Tuhan. Bahkan jika hal itu menyakitkan, ada Bapa yang bijaksana yang memilihnya untuk kita, dan akan memberikan kepada kita keuntungan yang berkelimpahan. kita bisa mengucap syukur untuk sakit dan juga untuk senang; itulah pelajaran dari hidup bersama dengan Tuhan.

Manfaat Mengucap Syukur
Memberikan kesadaran akan keterbatasan kita, dan juga ketergantungan kita kepada Allah
Seharusnya respon kita, adalah hidup dengan benar di hadapan Allah, menghargai hidup ini, karena hidup ini hanya sekali. Sehingga kita tidak menjadi sombong.
Membawa sukacita dan pengharapan
Ucapan syukur sebagai suatu bentuk apresiasi. Dengan ucapan syukur kita tetap merasakan sukacita, bhw Allah tetap bekerja di dalam kehidupan kita. Kalaupun gagal, bukannya bersyukur untuk kegagalan tersebut, tetapi belajar untuk lebih berserah kepada Tuhan. Bersyukur karena kita memiliki Allah yang mengenal kita dan memelihara hidup kita.
Mendorong kita untuk bersaksi
Di dalam dunia yang penuh dengan tekanan / stress ini, biarlah kita hadir sebagai anak-anak Tuhan yang bersaksi kepada dunia tentang apa yang Allah telah, sedang dan terus lakukan dalam hidup kita. Belajar untuk mengucapkan terima kasih kepada orang tua, sesama dan terutama kepada Tuhan. Salah satu cara terbaik sebagai ucapan terima kasih, yaitu dengan mengingat segala kebaikan Tuhan dalam hidup kita.
Pemazmur menyampaikan ucapan syukurnya dengan merinci apa yang Tuhan telah lakukan dalam hidupnya. Itulah sebabnya ucapan syukur dalam kitab Mazmur, biasanya berbentuk cerita. Dapat juga dengan menghubungkan apa yang dialaminya dengan apa yang terjadi dalam sejarah hidup umat Israel. Telling and Re-telling the story of God actions. Dalam hidup umat Allah, seperti yang dialami orang Kristen di Tesalonika, ucapan syukur yang dinaikkan Paulus bukan hanya apa yang tampak dari “luar” kehidupan mereka, tetapi apa yang ada di “dalam” diri mereka yang dikerjakan oleh Kuasa Injil melalui Roh Kudus.

Mazmur 103:1-2 katakan: Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!
Kapan terakhir kita bersyukur ? Apa yang paling berharga dalam hidup kita ? Hidup itu sendiri, itu adalah karunia Allah, itu adalah pemberian Allah. Pernahkah kita bersyukur kepada Tuhan atas anugerah hidup ini ? Bersyukur tidak harus mempersembahkan uang, tenaga, pikiran atau waktu. Tetapi yang terpenting adalah rasa syukur yang tulus dari dalam hati.

Satu Tanggapan to “Mengucap Syukur”

  1. saya juga memang sangat berterimakasih atas penyelamatan tuhan kepada umatnya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: