TERANG TUHAN
Terang Tuhan Bersinar Bagimu

Kuasa Kebangkitan


fist(1) - Copy“…dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, …” (Efesus 1:19-20)
Pengalaman nyata dari gereja Kristen sepanjang 19 abad menggemakan kepercayaan bahwa Yesus bangkit. Buktinya jelas. Kubur kosong, dan tidak seorangpun yang dapat menemukan jasadNya. Lebih dari satu bulan kemudian, para murid terus bertemu dengan Yesus yang hidup.
Halusinasi tidak akan terjadi dengan cara ini! Tidak ada satupun dari semua bukti tersebut yang mengartikan sesuatu, kecuali Kristus sungguh bangkit. Sehingga bagi para murid, Kristus yang bangkit bukan khayalan. Tanpa lelah mereka mewartakan kebangkitan-Nya meski menghadapi hinaan, siksaan dan bahkan kematian.

Begitu pentingnya kebangkitan Yesus, sehingga Gereja Purba menjadikan Paskah sebagai pusat perayaan-perayaan Kristen. Bahkan sebelum tahun 313, Gereja hanya mengenal satu perayaan Kristen, yaitu Paskah. Setelah tahun 313, Gereja mengenal perayaan Natal. Dalam perkembangan waktu, perayaan Natal makin lama makin meriah, kecenderungan itu membekas hingga kini.
Masih relevankah kita bebicara mengenai Paskah? Apa dampaknya buat hidup kita ? Paskah telah menjadi bukti kemenangan Yesus Kristus terhadap Kuasa Maut. Namun di sisi lain, Paskah mengingatkan kita juga akan Kuasa Allah yang sungguh dahsyat. Kuasa yang bukan hanya pernah didemonstrasikan pada saat peristiwa Kebangkitan, tetapi kuasa yang seharusnya dialami juga oleh setiap orang yang percaya dalam kehidupan mereka.

Masihkah orang percaya menikmati hidup yang berkemenangan di dalam Tuhan? Terutama dalam kondisi dunia saat ini, yang memperhadapkan orang percaya dengan tantangan dan cobaan, yang semakin beragam. Sehingga dalam zaman yang semakin bengkok ini, tidak sedikit Orang Percaya, Jemaat, Hamba Tuhan, bahkan Gembala yang sudah mengenal, mengikuti dan melayani Yesus, jatuh dalam berbagai dosa dan kecemaran hidup. Masih adakah harapan untuk bangkit dan menang? Peristiwa Paskah mengingatkan kita kembali, akan Kuasa Allah yang diberikan Allah dalam hidup orang percaya.

Firman Tuhan yang dikutip di atas, merupakan bagian dari doa Rasul Paulus bagi pembaca Surat Efesus. Dalam doa-doanya dari penjara. Dalam Kitab Efesus 1:15-23
“Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, aku pun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku, dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.
Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang.
Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.
Kita seringkali mendapati berkat-berkat yang Paulus inginkan agar dinikmati oleh orang-orang percaya. Dalam doa-doanya, Paulus tidak memintakan hal-hal yang bersifat materi. Penekanannya adalah pada penglihatan rohani dan sifat orang percaya yang sejati. Paulus tidak meminta kepada Allah untuk memberi mereka apa yang tidak mereka miliki, melainkan berdoa agar Allah akan menyatakan kepada orang percaya, apa yang telah mereka miliki.
Kuasa itu, dapat dilihat dalam kebangkitan Yesus Kristus. Dalam Perjanjian Lama, orang mengukur kuasa Allah melalui ciptaanNya (Yes 40:12-28) atau melalui mujizat-mujizat pada waktu bangsa Israel keluar dari Mesir (Yer 16:14). Tetapi sekarang kita mengukur kuasa Allah melalui mujizt kebangkitan Kristus. Bukan hanya mujizat mengenai kebangkitanNya saja, karena Kristus juga naik ike sorga, dan duduk di tempat yang mulia di sebelah kanan Allah Bapa. Ia bukan hanya Juruselamat; Ia juga adalah penguasa (Kis 2:25-36).

Tidak ada penguasa atau kuasa, manusia atau roh, yang lebih besar daripada Yesus Kristus, Anak Allah yang dimuliakan. Ia sangat dimuliakan “di atas segala allah” dan tidak ada musuh yang dapat mengalahkan Dia, karena Ia telah dimuliakan “di atas segala allah”.
Perhatikan bagaimana Paulus menjelaskan Kuasa Allah yang Hebat itu, melalui penggunaan kata-kata Yunani yang hampir sama pengertiannya: dunamis, energia, ischus, dan kratos. Keempat kata ini digunakan bersama-sama, untuk menggambarkan Kehebatan Kuasa Allah yang Supranatural, yang dimiliki dan tersedia dalam diri orang percaya. Kuasa inilah yang Paulus rindukan, disadari dan dialami oleh setiap orang percaya.
Sadarkah kita, bahwa kuasa Allah yang Maha Hebat itu, adalah bagi kita yang percaya? Kuasa itu bukan khayalan, bukan impian, tetapi realita yang dinyatakan dalam kehidupan orang percaya. Melalui ketaatan kepada kehendak Allah, orang percaya menikmati Kuasa Allah yang hebat itu. Sebagai orang percaya, seringkali kita mengalami “kegagalan” dalam hidup ketika berjalan bersama Tuhan.
Masalahnya bukan pada Allah yang tidak setia, tetapi pada manusia yang seringkali tidak taat. Mengutip kalimat yang dituliskan Warren W. Wiersbe : “Kekurangan tenaga atau kuasa yang terbesar pada zaman sekarang bukanlah terjadi dalam generator-generator kita atau tangki-tangki bensin kita, melainkan dalam hidup pribadi kita.
Apakah doa Paulus akan dijawab dalam kehidupan kita?”
Ketika kita merayakan Paskah, marilah kita berdoa agar Injil terus diberitakan di berbagai tempat. Kita merindukan banyak orang yang belum percaya mengalami Kuasa Kebangkitan Kristus dalam hidup mereka. Dan bagi setiap orang yang percaya, biarlah momen Paskah kembali mengingatkan, bahwa kuasa Allah yang hebat itu, tetap bekerja dalam diri setiap orang percaya.
Kuasa itu diberikan oleh Allah di dalam dan melalui ketaatan setiap anak-anakNya. Kuasa yang membawa kita ke dalam hidup yang berkemenangan terhadap dosa. Marilah kita berdoa, seperti kerinduan hati Rasul Paulus dalam Efesus 1:18-19 : “Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilanNya : …. betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya”.

Belum Ada Tanggapan to “Kuasa Kebangkitan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: