TERANG TUHAN
Terang Tuhan Bersinar Bagimu

DOA


kuasa-doa
Dalam Alkitab doa adalah kebaktian mencakup segala sikap roh manusia dalam segala pendekatannya atau hubungannya dengan Allah. Doa sebagai perbuatan tertinggi yang dapat dilakukan oleh roh manusia, dapat juga dipandang sebagai persekutuan dengan Allah, selama penekanannya diberikan kepada prakarsa ilahi. Seseorang berdoa karena Allah telah menyentuh rohnya. Dalam Alkitab, doa bukanlah tanggapan wajar dari manusia melainkan menekankan pada sifat dan prakarsa Allah.

Berdoa adalah membuka hati kita kepada Allah Bapa kita yang penuh kasih. Kita adalah anak Allah dan Ia adalah Bapa kita karena Yesus. “…. Semua orang yang menerimaNya diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya” (Yoh 1 : 12)

Kita harus berdoa karena Allah menginginkan supaya kita mencari Dia dan berbicara kepadaNya. Kadang-kadang kita tidak dapat mengemukakan apa yang ingin kita katakan, tetapi Allah mengerti. Roh Kudus menolong kita untuk menyatakan permohonan-permohonan itu kepada Bapa, Roma 8 : 26 mengatakan: “Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.

Kita harus berdoa, karena kita perlu berdoa. Yesus mengatakan: “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa….(Yoh 15 : 5). Kalau kita tidak berdoa berarti kita berusaha melakukan segala sesuatu berdasarkan kekuatan sendiri, tanpa pertolongan Tuhan
Kita harus berdoa karena Yesus memberi contoh kepada kita. Dalam kehidupanNya Yesus selalu menyediakan waktu untuk menyendiri dengan BapaNya. Ia bangun pagi-pagi untuk berdoa (Markus 1 : 35), kadang Ia berdoa semalaman (Luk 6:12) dan waktu menghadapi salib Ia bergumul dalam doa (Luk 22 : 40-44).
Kalau Yesus yang suci dan tak berdosa masih perlu berdoa, apalagi kita.

Sumber pokok ajaran tentang doa adalah doktrin dan praktek Yesus Kristus. Ajaran Yesus tentang doa, secara asasi diuraikan dalam perumpamaan-perumpamaan yang tertentu dan mencakup hal-hal yang penting mengenai sifat doa misalnya:

Kesungguhan dalam berdoa
Lalu kata-Nya kepada mereka: “Jika seorang di antara kamu pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata kepadanya: Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti, sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya;
masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada saudara.
Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya (Luk 11 : 5-8)
Tuhan menginginkan kita untuk sungguh-sungguh dalam setiap doa kita, ini menyatakan bahwa kita sepenuhnya mempercayai Dia sebagai sumber jawaban doa.

Ketekunan dan Kesinambungan
Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Kata-Nya: “Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun. Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku.
Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku.”
Kata Tuhan: “Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu!
Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?” (Luk 18 : 1-8)

Kerendahan hati dan Penuh Penyesalan
Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini: “Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai.
Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.

Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.” (Luk 18 : 9 – 14)

Penuh Kesederhanaan dan Motivasi yang benar

Ketika Yesus mengangkat muka-Nya, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan. Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu.
Lalu Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya.” (Lukas 21:1-4)
Tuhan menginginkan kita untuk datang kepada Dia dalam doa dengan penuh kesederhanaan dan motivasi yang benar. Kita tidak datang kepada Tuhan dengan niat berjudi dan menggandakan uang kita ketika kita berdoa. Mungkin kita berpikir seberapa banyak yang kita beri pada Tuhan dan itu Tuhan akan gantikan dengan berkat seratus kali lipat ganda.
Tuhan akan memberikan beratus-ratus kali lipat ganda ketika kita memberi dari kekurangan kita, bukan dari kelebihan kita bahkan dari hati yang hancur itu yang akan berkenan kepada Tuhan.

Harus dinaikkan dalam nama Yesus Kristus

“dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.” Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran.
Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu. (Yoh 14 : 13-18).
Inti ajaran Alkitab tentang doa ialah pengakuan dan penerimaan pribadi terhadap kehendak Ilahi (Yoh 14:7).
Terkabulnya doa yang mengajarkan ketaatan, bukan yang utama terletak pada pengajaran permohonan khusus itu, yang dianggap oleh orang yang berdoa sebagai jalan menuju kepada tujuan yang diinginkan tapi jaminan bahwa apa yang Allah berikan itulah yang efektif dan tepat untuk menuju kepada tujuan tersebut..

Belum Ada Tanggapan to “DOA”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: