TERANG TUHAN
Terang Tuhan Bersinar Bagimu

Pemulihan Rumah Doa


“Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.” (Matius 21:13). Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam.
Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu.
Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN. (Maleakhi 3:1-3).

Roh profetik mempersiapkan jalan bagi Kristus untuk datang dan menyucikan Bait-Nya. Kedatangan pertama-Nya menetapkan pola bagi setiap lawatan pada masa datang. Ketika Yesus datang, Bait Allah penuh dengan transaksi duniawi dan orang-orang yang mencari keuntungan bagi dirinya sendiri.
Sikap mementingkan diri sendiri dan nilai-nilai duniawi, telah banyak menguasai gereja. Status dan kesuksesan sering di tentukan oleh takaran duniawi dalam rupiah dan angka.
Meskipun uang dan jumlah bisa berlipat kali ganda dalam berkat Allah, namun itu seharusnya bukan motivasi atau tujuan kita dan juga bukan ukuran ketaatan kita kepada kehendak Allah.
Tidak heran gereja menghadapi masalah-masalah yang serius dan sulit karena tawaran-tawaran duniawi datang seperti ular yang masuk ke taman di eden dan mencari kelemahan-kelemahan anak manusia dalam gereja yang sementara berkembang ataupun gereja yang sudah mapan. Allah bukannya tidak mengetahui hal tersebut tapi Allah selalu memberikan kebebasan memilih kepada kita.
Bujukan untuk menukarkan karunia pelayanan kita demi keuntungan pribadi sangatlah kuat di mana mungkin kita menginginkan popularitas, prestise atau kedudukan yang baik di dalam gereja ataupun di dalam dunia sekuler, yang oleh para nabi di sebut sebagai roh perzinahan. Hosea 5:4, mengatakan: “Perbuatan-perbuatan mereka tidak mengizinkan mereka berbalik kepada Allah mereka, sebab roh perzinahan ada di antara mereka, dan mereka tidak mengenal TUHAN”.

Kekristenan telah nyaris sepenuhnya menyembah gambarannya sendiri di rumah Allah, seberapa jauh pelayanan kita berasal dari kebutuhan kita untuk mencari kemuliaan kita sendiri, Yohanes 7:18 mengatakan: “Barangsiapa berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi barangsiapa mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada ketidakbenaran padanya”. Selama kita berusaha mencari kemuliaan kita sendiri, kemuliaan Allah tidak dapat kembali ke Bait-Nya. Bersediakah kita seperti Yohanes Pembaptis untuk menjadi semakin kecil, agar Dia menjadi semakin besar?
Agar rumah Allah tidak menjadi tempat perdagangan adalah hanya bila rumah itu benar-benar di pulihkan menjadi rumah doa, penyembah-penyembah yang sejati tidak dapat menyembah di dalam roh dan kebenaran bila sosok diri, kesombongan , keangkuhan, kepentingan diri sendiri masih bertakhta, semakin lama kita menatap kemuliaan Allah yang menakjubkan seharusnya semakin kecil kita dalam pandangan kita sendiri. Kita harus berkata: Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!

Sewaktu kita kehilangan diri sendiri dalam penyembahan kita kepada Allah sesungguhnya kita sedang mengaktifkan penuh kuasa Allah dalam diri kita, kita akan mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa, pikiran dan kekuatan kita, serta mengasihi sesama seperti diri kita sendiri, dimana kita akan memulai perubahan yang besar dalam rumah doa untuk membawa kemuliaan Allah dalam Bait-Nya.
Inilah waktu yang tepat untuk menemukan titik tolak yang baru untuk kembali kepada hati Bapa, karena dari Dia dan oleh Dia dan untuk Dia-lah segala sesuatu dan untuk kembali ke dalam tujuan-Nya yaitu suatu keluarga yang serupa dengan gambaran-Nya sendiri.

Belum Ada Tanggapan to “Pemulihan Rumah Doa”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: