TERANG TUHAN
Terang Tuhan Bersinar Bagimu

Jaminan Bimbingan Tuhan


Perkembangan zaman yang demikian cepat menuntut kita untuk bergerak lebih cepat lagi untuk mengimbangi perubahan-perubahan di sekeliling kita dengan tidak meninggalkan iman kita. Kadang kala kita seperti mati langkah dalam sebuah permainan catur.
Harapan sepertinya tidak pernah terbit. Ketika kita memandang ke depan, masalah-masalah yang ada seperti tak akan pernah habis-habisnya. Apakah Tuhan masih ada? Apakah Tuhan masih mendengar doa ku? Itulah yang menjadi pertanyaan bagi manusia yang tidak punya pengharapan di dalam Tuhan.

Kitab Amsal 3:5,6 mengatakan:
“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu”.
Untuk suatu kalimat “percayalah dengan segenap hati” lebih dahulu kita harus mengenal siapa yang kita percayai. Banyak orang berkata apa yang kita lihat itu baru kita bisa percayai, bagaimana dengan kita harus percaya dengan apa yang tidak kita lihat secara langsung.
Allah adalah Roh, kita tidak bisa lihat secara kasat mata tapi semua ciptaan-Nya menunjukkan bahwa Dia adalah pemilik alam semesta dan Dia yang mengatur semua kehidupan di dunia ini, Kitab Ibrani 11:1 katakan: “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” Untuk melihat Allah, kita harus memakai iman bukan memakai logika.

Ketika kita menginginkan kehidupan kita ini berjalan dalam jaminan bimbingan Tuhan, kita harus mempercayai Tuhan dengan Iman yang sungguh, kenapa kita harus percaya? Mazmur 32:8 mengatakan: “Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kau tempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu”.
Allah ingin mengajarkan kepada kita jalan mana yang harus kita ambil supaya kehidupan kita itu menjadi lebih baik, tetapi kadang kala kita suka menentukan jalan kita sendiri, kita ingin Tuhan memberkati langkah kehidupan kita tapi sebaliknya kita yang suka mengatur langkah kehidupan kita ke arah yang tidak seharusnya kaki kita melangkah bahkan kita ikut hanyut terseret dengan keinginan dunia ini.
“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna” (Roma 12:2).

Tuhan tidak menginginkan kita bersandar pada pengertian kita sendiri, ketika menjalani kehidupan di dunia ini (Ayat 5b). Pengertian kita akan kehidupan ini hanya terbatas pada logika kita. Tuhan tidak terbatas akan apapun itu. Jadi setinggi-tingginya pengetahuan kita, pendidikan kita, pengertian kita tak ada apa-apanya di hadapan Tuhan. Kita tidak bisa mengandalkan diri kita menjalani kehidupan ini, atau mengandalkan orang lain yang lebih mampu dari kita untuk menyelesaikan setiap persoalan-persoalan di dalam kehidupan ini.

Yeremia 17:5 mengatakan, Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! Mengapa kita tidak bisa maju lebih baik dalam hidup ini? salah satu penyebabnya adalah kita selalu mengandalkan diri kita sendiri atau mengandalkan orang lain dan selalu lupa untuk menyertakan Tuhan dalam persoalan-persoalan yang kita hadapi.

Ketika kita menyertakan Tuhan, Yeremia 17:7,8 Katakan: “Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah”.

Firman Tuhan menjelaskan bahwa ada berkat-berkat yang melimpah ketika kita mengandalkan Tuhan, dalam tahun-tahun kering atau masa-masa kesusahan kita akan tetap tersenyum, dalam masalah apapun yang kita hadapi kita tak akan kekurangan suatu apapun juga, karena kita telah di tanam di tepi batang air kehidupan, persoalan atau masalah boleh datang silih berganti tapi kita tetap akan kuat dan tidak akan berhenti mengasilkan buah yaitu berkat-berkat yang melimpah.

Bukan hanya percaya kepada TUHAN dengan segenap hati kita, dan juga mengandalkan Tuhan supaya kita mendapat jaminan bimbingan Tuhan, tetapi Kitab Amsal 3:6 juga mengatakan: “ Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu”.

Pengakuan akan Tuhan dalam kehidupan kita meliputi tingkah laku kita di dalam kehidupan ini, kita adalah seperti surat yang terbuka seperti yang di katakan dalam 2 korintus 3:2, “Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang. Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.”

Apabila perilaku kita sudah mencerminkan kemuliaan Tuhan, Roh Kudus diam di dalam kita maka banyak orang akan melihat dan akan memetik buah yang manis dari kehidupan kita, ketika menjadi berkat bagi orang lain sudah pasti Tuhan akan meluruskan jalan kita dan jaminan bimbingan Tuhan dalam kehidupan kita itu akan menjadi nyata.

Satu Tanggapan to “Jaminan Bimbingan Tuhan”

  1. Syalom,maaf, sy ijin copy,Thanks.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: