TERANG TUHAN
Terang Tuhan Bersinar Bagimu

Tujuan Kematian Kristus


Dalam 2 Korintus 5:15 dikatakan bahwa tujuan kematian Kristus adalah: ‘Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka’.
Berbicara tentang Yesus yang Mati dan Bangkit, bukan hanya suatu fakta sejarah, tetapi merupakan suatu pengalaman iman yang Paulus alami dan yang kemudian ia ajarkan kepada jemaat.
Jadi, ada 3 hal yang menjadi tujuan :

1). Supaya mereka ‘hidup’
Yang dimaksud dengan hidup di sini tentu saja adalah hidup secara rohani. Semua manusia di dalam Adam mati secara rohani, dan Yesus datang untuk mati bagi kita, supaya dengan demikian, Ia bisa memberi hidup secara rohani kepada kita.
Yoh 10:10 katakan: ‘Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan’.
Supaya kita menerima hidup itu, maka kita harus percaya kepada Dia. Dalam Yohanes 11:25-26 katakan: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?”

Hanya percaya? Mengapa begitu mudah? Seorang penafsir menjawab pertanyaan ini dengan mengatakan : Alasan mengapa begitu mudah bagi kita untuk mendapatkan keselamatan adalah karena Allah sudah membayar mahal untuk itu.
Percaya Yesus, bukan hanya masalah
– bodoh jadi pintar
– miskin jadi kaya
– sakit jadi sehat
tapi yang terpenting adalah MATI jadi HIDUP

2). Supaya orang yang ‘hidup’, tidak hidup untuk dirinya sendiri.
Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. (Galatia 2:19-20)

Zaman ini bukan hanya jaman yang berdosa, tetapi zaman yang sedang berpesta pora dengan dosa. Seharusnya menangis melihat dosa, tetapi malah tidak ada lagi rasa malu.
Yesus sudah rela mengalami penderitaan dan kematian yang begitu mengerikan bagi kita. Pantaskah kalau kita tanggapi dengan hidup untuk diri sendiri? Hidup yang memuaskan hawa nafsu diri? Maukah kita mati bagi diri kita sendiri?

3). Supaya orang yang ‘hidup’ itu hidup untuk Kristus
Kalau kalimat di atas adalah sesuatu yang bersifat negative (tidak hidup untuk diri sendiri), maka bagian ini bersifat positif. 2 hal ini saling melengkapi. Yang satu tidak lengkap tanpa yang lain.
Ada orang-orang yang tidak hidup untuk diri sendiri, tetapi hidup untuk:
o Umat manusia.
o Binatang (grup pencinta binatang).
o Ilmu pengetahuan.
o Kesenian / musik.
o Negara / bangsa.
o Keluarga, dsb.

Sekalipun mereka tidak melakukan hal yang negatif, tetapi mereka belum melakukan hal yang positif! Kristus bukan hanya menghendaki supaya kita tidak lagi hidup untuk diri kita sendiri, tetapi juga supaya kita hidup untuk Dia! Kita tentu masih juga harus memperhatikan keluarga, negara dan bangsa, umat manusia dsb, tetapi tujuan tertinggi / tujuan akhir kita adalah Kristus !

1 Yohanes 3:16 katakan: Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.
Pelayanan adalah buah relasi seseorang dengan Kristus. Kalau kita katakan bahwa Yesus adalah teladan agung kita, maka seharusnya kitapun mengalami hidup yang melayani seperti yang Ia lakukan.

Markus 10:45 “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”
Tentunya hal ini, didasarkan pada persembahan hidup yang utuh kepada Kristus terlebih dahulu. Karena, sebelum seseorang memberi dirinya sendiri sepenuhnya kepada Kristus, maka dia tidak akan pernah secara sempurna memberi dirinya untuk melayani orang lain.

Belum Ada Tanggapan to “Tujuan Kematian Kristus”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: