TERANG TUHAN
Terang Tuhan Bersinar Bagimu

Langkah Iman


Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan. Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk.
Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya. Sebab katanya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.
Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: “Siapa yang menjamah jubah-Ku?” Murid-murid-Nya menjawab: “Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakkan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?”
Lalu Ia memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu. Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya. Maka kata-Nya kepada perempuan itu: “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!” . (Markus 5:25-34)

Kisah di atas telah menginspirasi jutaan orang di dunia tentang bagaimana orang percaya melangkah dalam iman untuk meraih mujizat yang luar biasa. Yesus dalam perjalanan ke rumah Yairus, seorang kepala rumah ibadat untuk menyembuhkan anaknya yang sakit, dalam perjalanan itu Dia menghadapi suatu peristiwa yang hampir tidak pernah ditemukan di dalam iman orang yahudi, perjalanan ke rumah Yairus menyertakan begitu banyak orang sehingga di katakan berbondong-bondong dan berdesak-desakkan di dekat-Nya.

Dan di ceritakan, adalah seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan dan sudah begitu banyak tabib yang di datangi tapi tidak ada perubahan sama sekali, malah keadaannya semakin memburuk. Kita bisa membayangkan mungkin dahulu dia adalah seorang yang memiliki harta yang banyak tapi penyakitnya itu menghabiskan apa yang dia miliki. Dan pendarahan yang dia derita tak pernah berakhir.

Dalam istilah medis, Menoragia adalah istilah medis untuk pendarahan menstruasi yang berlebihan. Dalam satu siklus menstruasi normal, perempuan rata-rata kehilangan sekitar 30 ml darah selama sekitar 7 hari haid. Bila perdarahan melampaui 7 hari atau terlalu deras (melebihi 80 ml), maka dikategorikan hipermenorrea.
Penyebab utama menoragia adalah ketidak seimbangan jumlah estrogen dan progesteron dalam tubuh. Ketidak seimbangan tersebut menyebabkan endometrium terus terbentuk. Ketika tubuh membuang endometrium melalui menstruasi, pendarahan menjadi parah.

Perempuan ini bukan tujuh hari atau dua minggu tetapi sudah dua belas tahun lamanya dia mengalami pendarahan. Berapa banyak dia sudah kehilangan darah? Pendarahan yang berlangsung berkepanjangan dengan jumlah darah yang terlalu banyak untuk dikeluarkan setiap harinya dapat memicu terjadinya anemia. Gejala-gejala yang timbul akibat anemia diantaranya adalah napas menjadi lebih pendek, mudah lelah, jari tangan dan kaki menjadi kebas, sakit kepala, depresi, konsentrasi menurun, dll.

Kehilangan harapan untuk sembuh hanya berlaku bagi orang lain, bagi perempuan ini tidak pernah putus asa sampai ketika dia mendengar cerita tentang Yesus yang banyak melakukan mujizat, perjalanan Yesus yang di sertai orang banyak adalah hampir mustahil perempuan ini dapat mendekati Yesus dengan kondisi tubuh yang lemah, tetapi satu yang masih tersisa dalam hidupnya yaitu pengharapan dan pengharapan itu berbuah iman ketika mendengar tentang pelayanan Yesus dan dia percaya kepada Yesus.

Dan perempuan ini membutuhan langkah iman yang besar, mungkin dengan terseok-seok dia berusaha mendekati Yesus di tengah-tengah orang banyak. Hal yang menarik dari cerita ini, sebelum dia mendekati Yesus ada perkataan yang dia keluarkan dan dia percaya, “sebab katanya: Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh”. Ini merupakan langkah iman yang pertama, ucapan/perkataan positif atau negatif yang di ucapkan seseorang itulah yang akan dia terima.

Mungkin selama ini kita belum diberkati Tuhan karena kita masih memperkatakan hal-hal yang tidak baik, langkah iman yang pertama dari perempuan ini sangat baik sekali, selanjutnya langkah iman yang ke dua, dia melangkah. Begitu banyak orang kristen yang mengaku percaya kepada Yesus tapi tidak pernah melangkah datang kepada-Nya, mereka sibuk dengan segala aktifitas mereka tanpa melibatkan Tuhan, dimana mereka merasa kuat, merasa mampu, merasa cukup dalam hal materi sehingga persekutuan dengan Tuhan menempati urutan terbawah dari daftar aktifitas hidup.

Dan kehidupan manusia ada juga seperti perempuan yang sakit pendarahan ini, ketika kita mau datang kepada Tuhan akan ada banyak tantangan yang menghalangi di sekeliling kita yang mencemooh, yang menghalangi kita ataupun menekan kita. Perempuan yang
menderita sakit ini tidak peduli dengan orang-orang yang berbondong-bondong di sekeliling Yesus, dia tetap maju dalam langkah iman yang besar bahwa “asal ku jamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh”. Orang-orang di sekeliling Yesus sudah berdesak-desakan tapi langkah iman dari perempuan ini menerobos dengan pasti dalam kerumunan orang di sekitar-Nya.

Dan ia maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya, dan seketika itu juga berhentilah pendarahannya (Lukas 8:44), Iman tanpa perbuatan pada hakikatnya mati, perempuan ini tidak hanya memiliki iman yang besar tapi dia juga memiliki langkah yang pasti untuk menggapai jubah Yesus, kesembuhan akhirnya di terimanya saat itu juga.

Tuhan Yesus tidak pernah menunda-nunda berkat, berkat itu datang ketika kita sudah siap menerimanya dan itu bisa kita ambil sendiri dengan iman percaya kita kepada Dia, seringkali berkat kesembuhan, kesehatan, kekuatan, sukacita, damai sejahtera, berkat materi, berkat kelimpahan, belum datang juga kepada kita karena kita mungkin belum percaya, belum memperkatakan perkataan yang baik, belum melangkah dalam persekutuan-persekutuan ibadah, dan belum menyentuh hati Yesus.
Yesus sementara menunggu kita untuk datang….

Belum Ada Tanggapan to “Langkah Iman”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: