TERANG TUHAN
Terang Tuhan Bersinar Bagimu

Manusia Baru


Kehidupan Yang Baru


Efesus 4:22-24, “yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya”.

Kehidupan manusia bagaikan bola yang menggelinding terus berputar kadang berlari kekiri kadang juga berlari kekanan, suatu ketika berada di atas, seketika juga berada dibawah, terkadang mudah ditebak larinya, terkadang juga sulit ditebak. Dan kehidupan itu terus berlari tanpa berhenti, hanya kematianlah yang bisa menghentikan kehidupan manusia.
Begitu banyak orang menginginkan kehidupannya itu bisa sukses. Berbagai macam usaha pengembangan diri dilakukan supaya kehidupan manusia itu mengalami perubahan yang berarti untuk menjemput kesuksesan dalam hidup. Dan di dalam kekristenan ada beberapa cara yang harus dilakukan supaya kehidupan manusia itu mengalami perubahan yang berarti:

Pertama, memutuskan cara-cara yang lama.
Ayat 22… mengatakan: “bahwa kamu berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu harus menanggalkan manusia lama.” Rasul Paulus menulis ayat ini ditujukan kepada kehidupan jemaat yang ada di Efesus yang berasal dari penyembah-penyembah berhala untuk dalam totalitas kehidupannya harus menanggalkan manusia lama yaitu cara hidup yang salah dimana mereka masih menduakan Tuhan dengan penyembahan kepada berhala-berhala di kuil Artemis.

Artemis adalah seorang Dewi Yunani kuno, dan penyembahan yang dilakukan terhadapnya sangat histeris, mereka memiliki imam yang mengeluarkan suara yang gemuruh dan berpakaian seperti wanita dan mereka memiliki ribuan imam wanita yang menjadi pelacur-pelacur bakti, mereka menyembahnya dengan musik dengan tarian dan teriakan dan meraung hingga orang-orang melakukan pesta seks yang sukar untuk dilukiskan serta memotong-motong tubuh mereka sendiri dan menyembah dewa mereka di dalam kuil pelacuran mereka.

Kehidupan manusia sekarang tidak sama dengan kehidupan Yunani Kuno tapi materialisme (keinginan untuk harta kekayaan dan barang-barang dengan sedikit minat dalam hal etika maupun spiritual) dan konsumerisme (paham atau gaya hidup yg menganggap barang-barang mewah sbg ukuran kebahagiaan, kesenangan) juga mammonism (cinta uang, mengejar kekayaan keduniawian) telah menjadi berhala-berhala dalam kehidupan manusia modern.
Karena itu, cara yang lama atau keinginan-keinginan untuk sukses yang ditunggangi oleh nafsu yang menyesatkan yang akan mengarahkan kita pada keserakahan yang membinasakan harus kita tinggalkan.

Kedua, mengubah pola pikir kita.
Ayat 23… mengatakan: “supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu”.
Roh atau roh ( Ibrani רוח baca: ru-ach ) adalah unsur ketiga yang membentuk kehidupan manusia. Paulus menyebutkan bahwa manusia terdiri dari tiga unsur: tubuh, jiwa dan roh (1 Tes 5:23). Unsur tubuh jasmani adalah wadag yang dapat kita raba, jiwa disebut juga nyawa ada di dalam darah, sedangkan unsur ketiga yaitu roh adalah yang memberi manusia kesadaran. Tubuh jasmani dapat binasa, tetapi roh manusia bersifat kekal.
Pembaharuan dalam roh meliputi keadaan dimana roh kita berada dalam proses persekutuan dengan Tuhan yang tidak putus-putus dan berkelanjutan dalam doa, pujian dan penyembahan yang dilakukan setiap saat ataupun waktu-waktu tertentu dalam suatu ibadah kepada Tuhan.
Dalam berbagai agama dan filsafat, jiwa adalah bagian yang bukan jasmaniah (immaterial) dari seseorang.
Biasanya jiwa dipercaya mencakup pikiran dan kepribadian, Iblis sangat senang memakai tubuh kita seperti: mata dalam segala keinginannya, pendengaran kita dengan hal-hal yang tidak baik, mulut dengan perkataan-perkataan kotor dan fitnah untuk merampas jiwa, pikiran, kepribadian kita supaya diseret kepada kebinasaan, tapi Allah begitu mengasihi kita dan Dia sering memakai roh manusia untuk menegur lewat hati nurani yang membawa jiwa, pikiran dan kepribadian dalam keselamatan.

Sesudah kematian manusia, maka yang akan masuk dalam penghakiman Allah adalah jiwa manusia, bukan roh atau tubuh, karena roh adalah nafas manusia akan kembali kepada yang memberikan nafas kehidupan dan tubuh manusia akan kembali kepada debu, yang tinggal adalah jiwa yang akan menghadap penciptanya. Oleh karena itu Rasul Paulus mengingatkan pada kita bahwa kita harus mengubah pola pikir kita, tindakan yang kita harus ambil adalah melangkah dalam persekutuan dengan Tuhan, memperbaharui pikiran-pikiran kita dengan pikiran yang positif yang berkenan di hadapan Tuhan.

Ketiga, mengenakan karakter Kristus.
Ayat 24… mengatakan: “dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.” Berbicara manusia baru berarti kita akan menanggalkan manusia yang lama, manusia lama berarti manusia yang tidak layak lagi untuk di pakai karena tidak berkenan dihadapan Tuhan, dimana manusia lama itu penuh dengan nafsu yang menyesatkan yaitu keinginan-keinginan daging.
Dalam Kitab Galatia 5:19-21 mengatakan: Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.”

Allah adalah Yang Kudus, dan sebagai manusia yang baru yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan selayaknya kita mengejar buah-buah roh yaitu: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri, karena tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu (Galatia 5:22). Inilah gambaran dari karakter Kristus yang harus kita kenakan menggantikan karakter manusia lama kita. Allah lebih tertarik pada diri kita daripada apa yang kita lakukan dan Allah lebih peduli pada karakter kita dari pada perbuatan kita.

Belum Ada Tanggapan to “Manusia Baru”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: