TERANG TUHAN
Terang Tuhan Bersinar Bagimu

Sekularisme Dalam Gereja


Sekularisme adalah paham atau kepercayaan yang memisahkan antara urusan agama dari kehidupan dunia politik, tekhnologi, sains, seni dll. Dalam kajian keagamaan, masyarakat dunia barat pada umumnya di anggap sebagai sekular. Hal ini di karenakan kebebasan beragama yang hampir penuh tanpa sangsi legal atau sosial, dan juga karena kepercayaan umum bahwa agama tidak menentukan keputusan politis.

sekularisasi adalah suatu perubahan masyarakat dari identifikasi dekat dengan nilai-nilai dan institusi agama menjadi nilai-nilai dan institusi non-agama dan sekular. Tesis sekularisasi mengarah pada keyakinan bahwa ketika masyarakat “berkembang”, terutama melalui modernisasi dan rasionalisasi, maka agama akan kehilangan kekuasaannya di semua aspek kehidupan sosial dan pemerintahan.
Marxisme, biasanya mendukung bahwasanya pengaruh agama di dalam negara dan masyarakat adalah hal yang negatif. Di dalam negara yang mempunyai kepercayaan seperti itu (seperti negara Blok Komunis), institusi keagamaan menjadi subjek dibawah negara sekuler. Kebebasan untuk beribadah dihalang-halangi dan dibatasi, dan ajaran gereja juga diawasi agar selalu sejalan dengan hukum sekuler atau bahkan filsafat umum yang resmi. Dalam demokrasi barat, diakui bahwa kebijakan seperti ini melanggar kebebasan beragama.

Ada 3 jenis sekularisasi yang sedang dihadapi gereja:

Pertama, Ada kampanye melawan agama secara terang-terangan ataupun tersembunyi yang menolak keberadaan gereja. Dan tekanan terhadap gereja datang bertubi-tubi oleh kelompok-kelompok tertentu, selain itu ada peraturan dan perundang-undangan yang dibuat pemerintah daerah ataupun pusat yang memberatkan ataupun menghambat pertumbuhan gereja.
Tapi pelajaran yang penting dari pertumbuhan gereja dari sejak zaman rasul-rasul adalah ketika gereja mengalami tekanan, penganiayaan, dan dihambat maka suatu fakta bahwa gereja tersebut akan merambat, bahkan mengakar sampai begitu kuat.

Kedua, Pengaburan nilai moral keagamaan.
Pengaburan nilai moral keagamaan perlahan-lahan masuk dalam gereja. Beberapa contoh yaitu: makna penting kelahiran Yesus Kristus itu dalam perayaan natal, perlahan tapi pasti semakin bergeser dengan tampilnya sosok santa klaus dan pohon natal yang akhirnya setiap perayaan natal tanpa kehadiran santa klaus yang membagi-bagikan hadiah ataupun pohon natal maka akan terasa sangat janggal, walaupun hal itu menggambarkan suatu kebaikan tapi makna natal itu mulai bergeser. Kehadiran Yesus sebagai Juruselamat seakan menjadi tidak berarti apa-apa.

Pengaburan makna kata Christmas yang digantikan dengan kata X’mas secara tidak sadar kita mulai menerima kehadiran kata X’mas yang kita tahu sendiri huruf X mengandung arti ketidakjelasan atau sesuatu yang salah atau tersembunyi huruf tersebut dengan di tambah kata mas mulai menggantikan kata Merry Christmas yang mengandung arti “In memory of the birth of Christ with good spirits” (Dengan bersemangat dalam kenangan akan kelahiran Kristus).

Selain itu etika berpakaian bagi jemaat anggota gereja mengalami perubahan yang sangat besar dimana moral keagamaan itu makin merosot, potongan pakaian yang tidak memenuhi standar kesopanan menghadap hadirat Tuhan semakin tidak diindahkan lagi, hal ini mencerminkan sekularisme sudah masuk begitu dalam, sehingga liturgi dalam gereja terkesan tidak sakral lagi.

Ketiga, suatu bentuk gaya hidup yang tanpa Tuhan dan itu dianggap normal.
Gereja harus menghadapi kenyataan dimana kehidupan masyarakat kristen cenderung mulai mengarah ke modernisasi yang berdampak negatif terhadap pola hidup masyarakat kristen menjadi konsumtif, Individualistik dan Kriminalitas.

Selain modernisasi, rasionalisme juga merupakan penyumbang terbesar suatu bentuk gaya hidup tanpa Tuhan, dimana doktrin filsafat yang menyatakan bahwa kebenaran haruslah ditentukan melalui pembuktian, logika, dan analisis yang berdasarkan fakta, daripada melalui iman, dogma, atau ajaran agama. Sehingga ayat-ayat Firman Tuhan yang tidak sesuai dengan pembuktian, logika dan fakta akan disingkirkan oleh kelompok ini. Beban yang berat akan ada di pundak setiap hamba Tuhan, anak Tuhan dan orang percaya untuk berjuang mempertahankan Iman percaya dan kebenaran Firman Tuhan.

Firman Tuhan di dalam Amsal 1:7 “Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan”.

Belum Ada Tanggapan to “Sekularisme Dalam Gereja”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: