TERANG TUHAN
Terang Tuhan Bersinar Bagimu

Kewajiban Seorang Istri…


1 Petrus 3:1-2 mengatakan: “Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya, jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu.”
Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah, tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.
Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya,

Perhatian Rasul Petrus disini adalah mengenai laki-laki dan wanita yang telah menikah dan yang baru menerima Kristus, dan yang mengalami masalah mengenai bagaimana mereka harus bersikap terhadap suami atau istri yang masih belum percaya dan menentang iman mereka.
Nasihat Rasul Petrus kepada para istri Kristen adalah:
Ia harus tunduk, peran istri secara Alkitabiah adalah untuk tunduk kepada pimpinan suaminya, dalam Kitab 1 Korintus 11:3 mengatakan: “Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah.”

Kitab Efesus 5:22-24 juga mengatakan: “Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.”
Ini tidak menunjukkan bahwa istri mempunyai karakter, kepandaian atau kerohanian yang lebih rendah. Dalam kenyataannya, bahkan dalam militer, tidak perlu seorang pemimpin itu lebih tinggi kemampuannya dari seorang bawahannya. Tetapi otoritasnya sangat penting dalam menjalankan tugasnya secara efisien.

Para istri harus tunduk kepada ‘suamimu’ dan bukan pada semua laki-laki, kepatuhan istri kepada suaminya merupakan ungkapan kasihnya yang indah dan komitmennya kepada dia.
Ketika seorang suami yang bukan Kristen memilih untuk ‘tidak taat kepada Firman’, istrinya yang percaya harus tunduk kepada suaminya agar suaminya boleh dimenangkan kepada Kristus ‘tanpa perkataan.’
Ini tidak berarti bahwa Firman Allah tidak penting bagi keselamatan manusia. Ini hanya berarti bahwa jika seorang suami menolak Firman Tuhan, istrinya harus menarik suaminya kepada Tuhan melalui kerendahan hatinya dan hidup saleh. Sikap murah hati, lemah lembut, tunduk, dan penuh kasih merupakan salah satu cara penginjilan yang paling efektif yang dapat dilakukan istri untuk membawa suaminya kepada Tuhan.

Ia harus setia, “Murni dan saleh” (ayat 2), memiliki arti menghormati.
Istri dengan sifat murni dan hormat kepada suaminya adalah istri yang setia, ini merupakan kewajiban semua istri Kristen, yaitu agar mereka tetap harus murni dan saleh di hadapan Allah dan suami mereka.

Ia harus sederhana, Petrus memperingatkan para wanita yang sibuk dengan mempersolek diri (Ayat 3), banyak wanita di kalangan masyarakat Romawi mewarnai rambut mereka dengan warna yang aneh dan mengepangnya secara berlebihan. Mereka juga menyukai perhiasan yang mahal, pakaian yang indah dan juga kosmetik yang mahal. Hasrat untuk cantik dan mentereng seperti ini tidak konsisten dengan rancangan Allah bagi wanita Kristen.
Dalam Kitab Yesaya 3:18-24, TUHAN berfirman: Oleh karena wanita Sion telah menjadi sombong dan telah berjalan dengan jenjang leher dan dengan main mata, berjalan dengan dibuat-buat langkahnya dan gemerencing dengan giring-giring kakinya, maka Tuhan akan membuat batu kepala wanita Sion penuh kudis dan TUHAN akan mencukur rambut sebelah dahi mereka.

Pada waktu itu Tuhan akan menjauhkan segala perhiasan mereka: gelang-gelang kaki, jamang-jamang dan bulan-bulanan; perhiasan-perhiasan telinga, pontoh-pontoh dan kerudung-kerudung; perhiasan-perhiasan kepala, gelang-gelang rantai kaki, tali-tali pinggang, tempat-tempat wewangian dan jimat-jimat; cincin meterai dan anting-anting hidung; pakaian-pakaian pesta, jubah-jubah, selendang-selendang dan pundi-pundi; cermin-cermin, baju-baju dalam dari kain lenan, ikat-ikat kepala dan baju-baju luar.
Maka sebagai ganti rempah-rempah harum akan ada bau busuk, sebagai ganti ikat pinggang seutas tali, sebagai ganti selampit rambut kepala yang gundul, sebagai ganti pakaian hari raya sehelai kain kabung; dan tanda selar sebagai ganti kemolekan.

Petrus menasehatkan kepada mereka untuk memberikan perhatian mereka atas “manusia batiniah yang tersembunyi.” yaitu keindahan sejati karakter, kebajikan, kerohanian dalam diri orang Kristen. Kata “sederhana” merujuk pada kerendahan hati dan kelemah lembutan. Ini adalah sifat orang yang menolak melakukan pembalasan, tetapi selalu menunggu tindakan Allah.
“Roh yang tenteram” menunjuk pada sifat damai dan lembut dari seseorang.
Sikap sederhana dan lembut menunjukkan keindahan rohani yang sangat berharga di hadapan Allah. Perhatian utama dari wanita yang saleh bukanlah penampilan luarnya, tetapi keindahan karakternya di hadapan Allah.

Satu Tanggapan to “Kewajiban Seorang Istri…”

  1. very nice artikel..sangat memberkati


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: