TERANG TUHAN
Terang Tuhan Bersinar Bagimu

Terhanyut meninggalkan Yesus


“Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus. Sebab kalau firman yang dikatakan dengan perantaraan malaikat-malaikat tetap berlaku, dan setiap pelanggaran dan ketidaktaatan mendapat balasan yang setimpal, bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang besar itu…….”(Ibrani 2:1-3).

Inilah dosa yang busuk dan memalukan dari daftar dosa yang lain, dosa ini telah menjatuhkan ribuan orang yang percaya kepada Kristus yang dahulu adalah pengikut Kristus tetapi telah terhanyut meninggalkan kehidupan rohaninya.
Sebagian orang mungkin kita kenal yang penuh dengan kasih yang lembut, memuji dan menyembah Tuhan, setia datang kerumah Tuhan dan aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial dan kerohanian, tapi pada saat sekarang kita mengenal mereka sebagai orang yang berbeda.
Tiap hari mereka hanyut makin lama makin jauh dari apa yang pernah mereka kenal, meninggalkan Yesus dan menuju kearah yang berlawanan.

Kebanyakan orang yang sedang terhanyut tidak melihat dirinya sebagai yang jahat atau sedang dalam keadaan bahaya. Mereka merasa bahwa mereka tidak pernah berubah dan tetap berinteraksi dengan orang-orang yang ada disekelilingnya, mereka merasa mengasihi Tuhan dengan cara mereka sendiri tapi mereka menghindari pertemuan-pertemuan ibadah, mereka merasa hidup jujur dan bekerja keras, mereka biasanya baik dan suka menolong orang.
Tetapi mereka tidak melihat bahaya di depan dan tidak pernah terpikir dalam benak mereka bahwa mereka telah meninggalkan Yesus.

Semua itu tidak terjadi dalam satu malam, melainkan secara perlahan-lahan, yang akhirnya segala pengajaran dan pengalaman yang pernah dipunyainya bersama Yesus hanya merupakan kenangan yang samar-samar saja, bahkan kelihatannya ingin di lupakannya.
Ini adalah seperti seorang yang sedang hanyut di sebuah perahu di suatu sungai menuju ke arah air terjun. Ia mengayuh pelan-pelan, sambil menikmati suatu hari minggu sore di atas air yang dengan pikiran bebas menikmati alam disekitarnya dan tak pernah memikirkan bahwa bahaya sedang mengintai di depannya.

Pada saat yang sama orang-orang yang berada di sekelilingnya berteriak dari tepi sungai: “berhenti! lekas kayuhkan perahumu ketepi…kamu dalam bahaya! cepat bertindak!” mereka bahkan melemparkan tali penolong untuk menolongnya. Tetapi orang itu dengan tersenyum berkata; “Jangan kuatir, aku tidak apa-apa. Tidak ada masalah di depanku, semuanya beres!”

Jika keadaan kita seperti orang dalam perahu yang sedang terhanyut maka sesungguhnya kita sementara terhanyut meninggalkan Yesus, tidak peduli menurut kita semuanya beres atau tidak, tetapi kita sebenarnya sedang berada dalam keadaan bahaya! Kita sedang terhanyut menuju kebutaan rohani dan kehancuran.
Mungkin kita harus melihat bahwa, sungai dari penelantaran sedang membawa kita  semakin lama semakin jauh dari Tuhan. Dan makin kehilir kita sampai, sungai itu menjadi makin deras dan makin berbahaya! Kita mungkin tidak tahu, tetapi ada air terjun yang ganas di depan kita, suatu tempat di mana ada kekuatan-kekuatan yang tidak dapat kita kendalikan lagi, suatu tempat tanpa titik balik, yang akan berakhir dengan pecahnya perahu kehidupan kita!

Rasul Paulus katakan dalam Alkitab kepada jemaat di Efesus: “Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka.

Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran. Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus. Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. (Efesus 4:17-24).

Kita sebagai orang yang percaya kepada Kristus dan telah diselamatkan oleh-Nya jangan biarkan diri kita terhanyut dengan perkara-perkara dan kepentingan duniawi. Kita harus percaya bahwa kita sementara dipelihara Allah untuk menantikan keselamatan yang telah tersedia dan akan dinyatakan pada pada zaman akhir. (1 Petrus 1:5).

Belum Ada Tanggapan to “Terhanyut meninggalkan Yesus”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: