TERANG TUHAN
Terang Tuhan Bersinar Bagimu

Salib… Kutuk atau Anugerah?


Penyaliban merupakan salah satu bentuk eksekusi yang terkejam yang pernah ada di dunia, esensi dari penyaliban bukanlah kematian itu sendiri melainkan penderitaan saat menjelang kematian, dengan demikian kematian merupakan suatu hal yang sangat diinginkan oleh orang yang disalib. Orang yang disalib kedua tangan mereka biasa diikat dan kaki mereka diberi pijakan kayu dan mereka dijemur panas matahari berjam-jam lamanya menjadi tontonan orang-orang sebagai peringatan, sehingga saat-saat penderitaanpun terasa sangat berat.

Titik awal dari kekristenan dimulai pada salib, adalah hampir tidak masuk akal kalau memulai suatu gerakan keagamaan berdasarkan kematian seseorang, tetapi salib telah mempengaruhi seluruh dunia, hanya karena Yesus pernah mati di atas kayu salib kurang lebih 2000 tahun yang lalu.

Tak ada subjek yang lebih banyak menarik perhatian dalam dunia seni selain salib, dan tidak ada subjek yang memberikan lebih banyak insipirasi dalam musik, literatur ataupun drama, selain salib, juga tidak ada subjek yang lebih menggugah rasa heroisme dan pengorbanan diri selain salib Yesus Kristus dan kebangkitan-Nya yang telah menguasai begitu banyak orang Kristen dan membuat mereka rela merelakan nyawanya daripada menyangkali-Nya.

Salib Kristus yang kosong itulah yang telah menggerakkan banyak misionaris untuk pergi ke segenap penjuru dunia, pada setiap suku, dan telah menarik lebih banyak pengikut melebihi daripada agama lainnya di dunia. Salib merupakan kematian yang dirancang bukan untuk bangsa Romawi, salib merupakan lambang penghinaan, kesalahan, penyiksaan, dan lebih lagi merupakan lambang kegagalan.

Bagaimana mungkin seseorang yang mengklaim mau menyelamatkan manusia, ternyata tidak bisa menyelamatkan diri-Nya sendiri? Tetapi salib Kristus ini telah menyebar luas di Roma dan bahkan kemudian menguasai kerajaan Romawi.

Sangat jelas bagi semua orang Yunani bahwa hikmat atau kebijaksanaan terdapat pada hal-hal yang bersifat universal, seperti: keindahan, kebenaran, kebaikan, dan kebebasan. Tetapi pengikut-pengikut Kristus ini mengatakan bahwa hikmat Allah justru terdapat pada yang partikular, dan bahkan pada suatu partikular yang menjijikkan, yaitu salib tempat seseorang dihukum mati.

Ulangan 21:22 katakan: “Apabila seseorang berbuat dosa yang sepadan dengan hukuman mati, lalu ia dihukum mati, kemudian kau gantung dia pada sebuah tiang, maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga, sebab seorang yang digantung terkutuk oleh Allah; janganlah engkau menajiskan tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu.”

Kekristenan perlu memberikan penjelasan sekuat tenaga untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang menyangkali penyaliban Kristus, Dia memang menerima kutukan, tetapi kutukan yang diterima-Nya adalah kutukan yang seharusnya manusia yang menerimanya dan bukan karena kesalahan-Nya,

Galatia 3:13 mengatakan: “Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.”

hal ini dibuktikan karena Allah telah membangkitkan Dia dari kematian.

Salib yang kosong telah berubah dari tempat hukuman menjadi tempat berkat. Salib Yesus menjadi begitu bernilai karena Pribadi yang menderita di sana. Yesus adalah satu Pribadi dengan kehidupan teragung dan terbesar yang pernah disaksikan dunia. Dia seharusnya tidak pernah boleh disalibkan.

Lebih lagi, Ia adalah penggenapan dari pengharapan Perjanjian Lama. Ia adalah seorang nabi seperti Musa, Elia yang kembali, Ia adalah Anak dari keturunan Raja Daud. Ia adalah Anak Manusia yang digambarkan Daniel. Ia adalah Hamba Allah yang menderita dalam Kitab Yesaya.

Tidak pernah dalam sejarah seluruh karakteristik ini meruncing pada satu titik, dan titik itu adalah Yesus Kristus di kayu salib, Dia adalah pengharapan dari Perjanjian Lama tentang nabi, imam dan raja. Karena itulah nama Kristus yang berarti diurapi diberikan kepada-Nya. Dengan demikian Yesus dilihat sebagai penggenapan tiga jabatan yang diurapi dalam Perjanjian Lama yaitu: Nabi, Imam dan Raja dan ketiganya meruncing kepada yang diurapi, Yesus.

Dan salib adalah puncak perbuatan kenabian, korban yang sempurna dan merupakan demonstrasi yang tertinggi dari seorang Raja. Exodus yang dikerjakan Kristus merupakan pembebasan manusia dari kematian kekal sebagai akibat dari terpisahnya manusia dari Allah, karya Kristus ini sudah menghancurkan kuasa Iblis bukan saja bagi Israel tapi bagi setiap bangsa dalam setiap generasi yang menerima kematian-Nya akan menerima hidup baru.

Tidak ada kematian seperti ini, kematian yang menghancurkan belenggu dosa dan sengatan maut, kematian yang memberikan pengharapan bagi yang putus asa, pengampunan bagi yang berdosa, dan masa depan bagi yang sekarat. Dia mati bagi orang lain, bahkan bagi seluruh dunia, itulah anugerah Tuhan bagi kita.

2 Tanggapan to “Salib… Kutuk atau Anugerah?”


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: