TERANG TUHAN
Terang Tuhan Bersinar Bagimu

Pemulihan Gambar Allah


Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.”

Penciptaan manusia adalah hal yang sangat unik, dibanding dengan ciptaan-ciptaan lainnya, karena manusia memiliki bagian materi/tubuh dan non materi/roh dan jiwa. Serupa dengan gambar Allah bukan berarti serupa dalam hal materi/tubuh karena Allah itu adalah Roh (Yohanes 4:24).

Penciptaan manusia adalah suatu karya yang luar biasa, penciptaan yang kudus tak bercacat tapi tetap memegang kehendak bebas manusia itu sendiri, sehingga penciptaan manusia mencerminkan keserupaan Allah dalam hal mental, moral dan sosial.

Dalam hal mental manusia adalah makhluk yang rasional dan berkehendak yang menggunakan pikirannya untuk memilih, ini merupakan refleksi dari akal budi dan kehendak bebas Tuhan. Dan secara moral, manusia diciptakan dalam kebenaran dan kepolosan yang sempurna yang merefleksikan kesucian Tuhan.

Secara sosial, manusia diciptakan untuk bersekutu dan ini adalah refleksi dari ketritunggalan Allah dan kasih-Nya. Inilah gambar Allah dalam diri manusia yang mendapat penghargaan tertinggi untuk beranak-cucu memenuhi bumi menaklukkan dan menguasainya. “Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” (Kejadian 1:28).

Tapi kehendak bebas yang diberikan Allah salah dipergunakan oleh manusia pertama, untuk menjatuhkan manusia dan merusak gambar Allah, maka Iblis memakai ular untuk memasuki hati yang suci dalam perbantahan logika yang tidak masuk akal lewat penolong manusia yang disediakan Allah itu.

Ular itu tidak pergi kepada laki-laki itu, tetapi kepada perempuan karena dia mengetahui kekuatan perintah Allah yang diterima langsung oleh Adam sebelum hawa dijadikan adalah lebih kuat (Kejadian 2:16).

Perempuan dalam tanya jawab dengan ular, itu saja sudah merupakan permulaan dosa tentang perbantahan akan hukum Allah, Iblis lebih dahulu membangunkan kebimbangan dalam hati kita kemudian barulah ia menimbulkan perasaan berontak terhadap Allah, selanjutnya kita mulai tidak mempercayai Firman Allah, mata kita akan mulai melirik pelanggaran-pelanggaran yang kelihatan sudah tidak tabu lagi untuk kita lakukan, kemudian kita mulai melirik suami atau istri kita untuk kita ajak sama-sama tenggelam dalam hal-hal yang najis dihadapan Tuhan.

Gambar Allah itu telah rusak dan untuk memulihkannya membutuhkan waktu sepanjang hidup kita, pemulihan gambar Allah untuk kembali dalam kesucian dan kekudusan merupakan sebuah garis panjang hidup kita, yang kadang kala kita harus jatuh tersungkur dan menderita dalam luka-luka yang cukup serius dan kemudian kita bangkit lagi.

Tuhan sering mengijinkan kita mengalami hal-hal yang demikian untuk membentuk bejana hati kita itu menjadi bejana yang layak dihadapan Tuhan yang tahan banting untuk menjadi pemenang-pemenang dalam Kerajaan Allah.

Tetapi yang harus kita lakukan terlebih dahulu adalah menanggalkan manusia lama kita yaitu keinginan-keinginan daging kita yang mengakibatkan perseteruan berkepanjangan kita dengan Allah. (Roma 8:7).

Rasul Paulus katakan dalam 1 Korintus 5:7 “Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus. Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.”

Yesus Kristus telah datang untuk menggantikan manusia Adam yang gagal, dalam ketaatan, Dia mencontohkan ketaatan yang sejati kepada kita ketika Dia mati di atas kayu salib untuk memulihkan gambar Allah itu, 1 Korintus 15:22 mengatakan: “Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.”

2 Tanggapan to “Pemulihan Gambar Allah”

  1. tlong beri maksudnya

  2. Tuhan Allah telah peduli pulihkan, yang penting respon manusia yang sadari dosa dan butuh pertolongan, respon untuk bertobat dan percaya dengan sungguh dan melakukan perintah Tuhan yi babtis dan mentaati perintah dan kehendak Allah maka pemulihan terjadi secara bertahap namun pasti. Haleluya Semoga Tuhan berkenan menolongnya, amin


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: