TERANG TUHAN
Terang Tuhan Bersinar Bagimu

Strategi Iblis


Adalah berguna jika kita mengetahui bahwa Iblis sepenuhnya bisa diramalkan. Iblis telah memakai strategi dan tipuan-tipuan kuno yang sama semenjak penciptaan. Semua pencobaan mengikuti pola yang sama. Itulah sebabnya Paulus berkata, “Kita sangat mengenal rencana-rencana jahatnya.” Dari Alkitab kita mengetahui bahwa pencobaan mengikuti proses empat langkah, yang dipakai Iblis baik terhadap Adam dan hawa maupun terhadap Yesus.

Langkah pertama, Iblis mengenali suatu keinginan di dalam diri kita, yaitu keinginan yang berdosa seperti keinginan untuk membalas dendam atau untuk menguasai orang lain, atau mungkin keinginan yang logis dan normal, seperti keinginan untuk dikasihi dan dihargai atau untuk merasakan kesenangan.
Pencobaan dimulai ketika Iblis mengusulkan (dengan suatu pemikiran) agar kita dapat menyerah pada sebuah keinginan jahat, atau agar kita memenuhi suatu keinginan yang logis dengan cara yang salah atau pada waktu yang salah. Sadarlah selalu akan jalan pintas yang kelihatan sangat mudah untuk dijalani tapi hal-hal tersebut sering kali merupakan pencobaan! Iblis berbisik, “Kamu layak mendapatkannya! kamu harus memilikinya sekarang! itu akan mengasyikkan…menyenangkan …atau akan membuat kita terasa lebih baik.”

Kita mungkin mengira pencobaan berada disekeliling kita, tetapi Allah berfirman bahwa pencobaan dimulai dari dalam diri kita. Jika kita tidak memiliki keinginan batin, pencobaan tidak bisa menarik perhatian kita. Pencobaan selalu berawal dari dalam pikiran kita, bukan dari keadaan sekitar.
Yesus mengatakan, dalam Markus 7:21-23 : “Sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang. Dan Yakobus 1:4, Mengatakan: “Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?”

Langkah kedua, ialah keraguan. Iblis berusaha membuat kita meragukan apa yang telah Allah firmankan tentang dosa. Sehingga mungkin kita akan bertanya dalam hati kita apakah hal-hal tersebut benar-benar salah? Apakah Allah benar-benar melarang kita melakukannya? Bukankah larangan itu hanya untuk orang lain? atau untuk waktu yang lain? tidakkah Allah menginginkan kita bahagia? Alkitab memperingatkan, “Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup.” (Ibrani 3:12).

Langkah ketiga, adalah tipu daya.
Iblis tidak mampu mengatakan yang sebenarnya dan ia disebut bapa segala dusta, dalam Alkitab Yohanes 8:44: “Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.”

Segala sesuatu yang Iblis katakan kepada kita tidaklah benar, Iblis menawarkan dustanya untuk menggantikan apa yang telah Allah katakan di dalam Firman-Nya.
Iblis mengatakan kamu tidak akan mati, kamu akan menjadi lebih bijaksana seperti Allah, kamu bisa melakukannya dan lolos dengan selamat, tidak seorangpun akan tahu, itu akan memecahkan masalahmu, selain itu semua orang juga melakukannya, itu hanyalah sebuah dosa kecil.

Langkah keempat, adalah ketidaktaatan.
Pada akhirnya kita bertindak berdasarkan pikiran yang selama ini kita timbang-timbang di dalam benak kita. Apa yang mulanya merupakan sebuah gagasan kemudian akan muncul dalam perilaku. Kita mulai menyerah pada apapun yang menarik perhatian kita, kita mulai mempercayai dusta Iblis dan jatuh pada perangkap yang telah di peringatkan oleh Yakobus: “Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.
Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat! (Yakobus 1:14-16).

Belum Ada Tanggapan to “Strategi Iblis”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: