TERANG TUHAN
Terang Tuhan Bersinar Bagimu

Komunitas Kristen



Hanya Roh Kudus yang bisa menciptakan persekutuan yang sesungguhnya di antara orang-orang percaya, namun Dia mengembangkannya dengan pilihan dan komitmen yang kita buat. Rasul Paulus menunjukkan tanggung jawab ganda ini ketika dia berkata: “Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera.”
Dibutuhkan kuasa Allah maupun usaha kita untuk menghasilkan komunitas Kristen yang penuh kasih. Banyak orang bertumbuh di dalam keluarga-keluarga dengan hubungan yang tidak sehat, sehingga mereka kekurangan ketrampilan untuk berhubungan satu dengan yang lainnya dalam kehidupan mereka.
Mereka harus diajar cara bergaul yang baik dan cara berhubungan dengan orang lain di dalam keluarga Allah. Perjanjian Baru dipenuhi dengan petunjuk tentang bagaimana menjalani kehidupan bersama-sama. Paulus menulis:
“Karena mereka yang melayani dengan baik beroleh kedudukan yang baik sehingga dalam iman kepada Kristus Yesus mereka dapat bersaksi dengan leluasa.
Semuanya itu kutuliskan kepadamu, walaupun kuharap segera dapat mengunjungi engkau. Jadi jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran.” (1 Timotius 3:13-14).
Mengembangkan komunitas Kristen membutuhkan kejujuran, kita harus cukup peduli dengan penuh kasih membicarakan kebenaran, meskipun mungkin kita lebih suka mengembangkan atau mengabaikan suatu persoalan. Walaupun jauh lebih mudah bagi kita untuk tetap diam ketika melihat kebiasaan berdosa orang lain, sikap kita ini bukan perbuatan yang penuh kasih.
Sebagian orang tidak memiliki siapa-siapa di dalam kehidupan mereka yang cukup mengasihi mereka sehingga mau memberitahu kebenaran kepada mereka (meskipun hal tersebut menyakitkan), karena itu mereka hidup dengan cara-cara yang merusak diri sendiri. Sering kali kita tahu apa yang perlu di katakan kepada seseorang tetapi rasa takut kita menghalangi kita untuk mengatakan apapun.
Alkitab memerintahkan kita untuk menyatakan hal yang benar dengan hati yang penuh kasih karena kita tidak bisa memiliki komunitas tanpa sikap terus terang, Salomo berkata, “Jawaban yang jujur adalah tanda persahabatan yang sejati” Kadang ini berarti cukup peduli untuk penuh dengan kasih menegur seseorang yang sedang berbuat dosa atau sedang di cobai untuk berbuat dosa. Rasul Paulus mengatakan: “Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan. (Galatia 6:1).
Banyak Gereja dan kelompok kecil persekutuan tetap dangkal karena mereka takut akan konflik. Apabila muncul masalah yang bisa menyebabkan ketegangan atau ketidaknyamanan, dengan segera masalah tersebut disembunyikan untuk memelihara rasa damai sejahtera yang palsu, masalahnya tidak pernah diselesaikan, dan semua orang hidup dengan rasa frustasi yang tersembunyi. Semua orang mengetahui tentang masalah tersebut, tetapi tidak seorangpun dapat membicarakannya secara terbuka, ini menimbulkan lingkungan penuh rahasia yang tidak sehat di mana gosip berkembang dengan cepat. Rasul Paulus berkata dalam Efesus 4:25 berkata: “Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.” Persekutuan yang sejati, entah dalam suatu pernikahan, persahabatan, atau dalam gereja kita, bergantung pada keterusterangan atau kejujuran.
Sesungguhnya saluran konflik adalah jalan menuju keakraban dalam hubungan apapun. Sebelum kita cukup peduli untuk menghadapi dan menghalau penghalang-penghalang yang tersembunyi, kita tidak akan pernah menjadi akrab satu dengan yang lainnya sampai ketika konflik ditangani dengan benar, kita akan makin akrab satu sama lain dengan menghadapi dan menyelesaikan perbedaan-perbedaan kita.
Keterusterangan atau kejujuran bukan berarti kita bebas mengatakan apapun yang kita inginkan, di mana saja dan kapan saja kita mau. Keterusterangan bukan kekasaran. Alkitab mengajar kita bahwa ada waktu yang tepat dan cara yang tepat untuk melakukan segala sesuatu. Kata-kata yang tidak dipikirkan yang diucapkan akan meninggalkan luka yang abadi. Allah menyuruh kita untuk berbicara satu dengan yang lain di dalam gereja sebagai anggota keluarga yang penuh dengan kasih. “Janganlah engkau keras terhadap orang yang tua, melainkan tegorlah dia sebagai bapa. Tegorlah orang-orang muda sebagai saudaramu, perempuan-perempuan tua sebagai ibu dan perempuan-perempuan muda sebagai adikmu dengan penuh kemurnian” (1 Timotius 5:1).

Satu Tanggapan to “Komunitas Kristen”

  1. Pray For Jakarta Utara

    Begitu banyak perkara besar terjadi dan mujizat luar biasa dinyatakan, ketika anak-anak Tuhan di persatukan dalam acara Pray For Jakarta, siapapun kita dan dari denominasi manapun… Asalkan kita bersatu melakukan semuanya bagi kemuliaan Tuhan.

    Sekarang waktunya Pray For Jakarta dilakukan di Jakarta Utara…
    Mari kita ambil bagian untuk berdoa…

    LOKASI POS PENJEMPUTAN :

    1. Halte Tanco (PT. Mandom Indonesia), seberang Mall Artha Gading
    2. Wisma Pantekosta, Jl. Danau Sunter Selatan, Kemayoran, Jakarta Utara

    Jadwal Keberangkatan : Pkl. 17.00 WIB, 17.30 WIB, 18.00 WIB dan 18.30 WIB

    Informasi lengkap hubungi : Siska 08129726110, Yudi 081381301585

    http://prayforjakartautara.blogspot.com/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: