TERANG TUHAN
Terang Tuhan Bersinar Bagimu

Menuai dalam Krisis


Kejadian 26:3 “Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau, sebab kepadamulah dan kepada keturunanmu akan Kuberikan seluruh negeri ini, dan Aku akan menepati sumpah yang telah Ku-ikrarkan kepada Abraham, ayahmu”.
Setiap manusia pasti pernah mengalami masalah-masalah yang rumit dalam kehidupannya seakan-akan tiada jalan keluar lagi bahkan semua jalan seperti tertutup.

Mungkin diantara kita sementara menghadapi resesi keuangan atau tekanan ekonomi yang cukup berat, pernahkah kita berpikir bahwa Allah tidak pernah meninggalkan kita? ataukah pikiran kita hanya berputar-putar disekitar masalah kita.
Ada suatu hal yang Ishak buat ketika dia diperhadapkan dengan masalah kelaparan, Ishak mau menabur benih di dalam tahun kering, ketika orang lain menyimpan kelebihan mereka, Ishak tidak demikian dan dia mau taat kepada Tuhan walaupun Mesir menjanjikan tanah yang subur dengan sungai yang tak pernah kering, tapi Firman Tuhan yang datang kepada Ishak lebih dari berkat sungai Nil dari Mesir. Ishak punya jalan berkat, ketaatan!

Seberapa banyak dari kita yang ketika kita menghadapi masalah-masalah ekonomi, kita mulai berpikir tidak sehat dan merancangkan sesuatu jalan keluar yang tidak berkenan kepada Tuhan bahkan kita mulai diperintah oleh masalah-masalah yang kita hadapi.
Kita tidak bisa menabur lagi, karena kita melihat keadaan disekililing kita yang mulai gelap dan suram, pengharapan kita hanya sampai di logika.

Ishak tidak mau di perintah oleh keadaan, dia menabur benih dengan Iman bukan dengan logika. Keadaan apapun yang kita hadapi, pandang dengan Iman. Ketika Tuhan memerintahkan kita untuk tidak beranjak dari tempat kita maka ada sesuatu yang Tuhan ingin kerjakan lewat keberadaan kita, karena ketika Ishak mau taat akan perintah Tuhan, Firman Tuhan katakan: Kejadian 26:12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya.
II Korintus 9:6 mengatakan “Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita”.

Di dalam Kitab Pengkhotbah 11:4 katakan: “Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai”. Jadi keadaan apapun yang kita hadapi jangan kita pernah ragu untuk menabur, masih banyak orang-orang yang membutuhkan pertolongan kita, kebaikan kita senyum kita, tawa kita, atau apapun itu yang menjadi berkat bagi banyak orang lakukan itu, Pengkhotbah 11:6 Taburkanlah benihmu pagi-pagi hari, dan janganlah memberi istirahat kepada tanganmu pada petang hari, karena engkau tidak mengetahui apakah ini atau itu yang akan berhasil, atau kedua-duanya sama baik.

Belum Ada Tanggapan to “Menuai dalam Krisis”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: