TERANG TUHAN
Terang Tuhan Bersinar Bagimu

Keadilan


Orang-orang miskin yang tak berdaya terdiri dari orang-orang yang tertindas secara politik dan sosial, dalam Perjanjian Lama kemelaratan bukan suatu gejala yang wajar, yang timbul begitu saja, tanpa ada penyebabnya.

Meskipun kadang-kadang sebab musababnya adalah dosa pribadi atau ketidaktaatan dan akibat hukuman yang dijatuhkan Allah atasnya, namun kemelaratan biasanya disebabkan juga oleh dosa orang lain. Artinya akibat situasi ketidakadilan sosial, yang mudah menjurus keberbagai kepincangan dan penyimpangan, karena rakyat kecil tidak berada dalam posisi yang bisa mengubahnya.

Keluaran 23:6-8 “Janganlah engkau memperkosa hak orang miskin di antaramu dalam perkaranya, haruslah kaujauhkan dirimu dari perkara dusta. Orang yang tidak bersalah dan orang yang benar tidak boleh kau bunuh, sebab Aku tidak akan membenarkan orang yang bersalah, suap janganlah kauterima, sebab suap membuat buta mata orang-orang yang melihat dan memutarbalikkan perkara orang-orang yang benar”.

Dalam mazmur 82 para hakim diminta “Berilah keadilan kepada orang yang lemah dan kepada anak yatim” dan “belalah hak orang sengsara dan orang yang kekurangan” dalam Amsal 31 Raja Lemuel didorong ibunya ‘membuka’ mulutnya untuk orang yang bisu, untuk hak semua orang yang merana untuk membuka mulutnya dan mengambil keputusan secara adil dan memberikan kepada yang tertindas dan yang miskin hak mereka.
Kita juga tahu bahwa para nabi bahkan lebih keras lagi dalam memberikan peringatan mereka. Mereka bukan saja mendesak umat itu dan para pemimpinnya untuk mengusahakan keadilan, mengendalikan orang kejam, membela hak anak-anak yatim, memperjuangkan perkara janda-janda, nabi Elia memarahi raja Ahab karena membunuh Nabot dan mencuri kebun anggurnya (1 Raja-raja 21). Nabi Amos mencaci keras para penguasa Israel karena ganti uang suap mereka menginjak-injak kepala orang yang tak berdaya, membinasakan orang yang sengsara, tidak memberikan keadilan kepada orang-orang yang tertindas.

Nabi Yeremia mencela raja Yoyakim karena menyuruh orang kerja paksa untuk membangun istananya. Banyak contoh lain yang dapat diberikan seperti Rasul Yakobus dalam perjanjian baru, dengan nada yang sama menusuk, menyerang orang-orang kaya. Yang menjadi sasarannya bukan kekayaan mereka yang dikutuknya, bahkan bukan kemewahan mereka yang bergelimang, melainkan perilaku mereka yang menipu dengan menahan upah buruh yang bekerja, yang tak bersalah dan tak berdaya melawan mereka.

Bertentangan dengan tradisi kelam sumpah serapah para nabi terhadap perlakuan tidak adil, maka nubuat mereka tentang pemerintahan adil Mesias menjulang semakin bercahaya: “Ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan, dan akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri dengan kejujuran”(Yesaya 11:1-5).

Kenyataan ini jelas sekali memperlihatkan bahwa para penulis Alkitab menganggap orang miskin bukan hanya sebagai orang yang merana, yang harus dilepaskan dari keadaan itu melainkan juga sebagai korban-korban ketidakadilan sosial yang perkaranya harus dibela mati-matian.

Belum Ada Tanggapan to “Keadilan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: