TERANG TUHAN
Terang Tuhan Bersinar Bagimu

Feb
13

mg_3675Kata “Jemaat” adalah kata serapan dari bahasa arab, menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah ‘himpunan umat’. Kata yang sinonim dengannya adalah ‘Gereja’ yang berasal dari bahasa portugis ‘igreja’ yaitu kata yang diserap dari bahasa Portugis.
Kata ‘jemaat/gereja’ dalam Alkitab PB bahasa asli Yunani ditulis dengan kata εκκλησία (ekklêsia) yang berarti dipanggil keluar (ek= keluar; klesia dari kata kaleo= memanggil); kumpulan orang yang dipanggil ke luar dari dunia untuk menjadi murid Kristus.
Kata Yunani εκκλησία (ekklêsia) umumnya dipakai bagi sidang umum dari penduduk kota yang dikumpulkan secara resmi sehingga kata ekklêsia bermakna ‘pertemuan/sidang’.

Essensi dari ekklesia adalah Qadosh dan Apostolos
Dalam bahasa Ibrani, qadosh, yang berarti “terpisah atau tidak bercampur dengan yang lain”. Berbicara tentang kekudusan Tuhan berarti berbicara tentang “keberbedaan”-Nya yang menggetarkan. Dan, Tuhan yang kudus ini menghendaki umat yang dipilih-Nya, untuk mencerminkan pribadi-Nya. 1 Petrus 2:9 “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib”.

Kita dipanggil keluar dari kegelapan dunia ini pertama untuk menjadi kudus/ Qadosh, karena Allah kita adalah Allah yang kudus yang berarti kita dipisah dari dunia ini dimana kita harus tahu batasan antara kekudusan dan keduniawian sehingga kita berbeda dengan orang-orang yang tidak mengenal Allah, kita menjadi bangsa yang terpilih dan dipilih supaya bisa menjadi anak-anak yang taat dari Allah.

Kita dipilih bukan untuk melakukan seperti yang kita ingini, tetapi untuk melakukan seperti yang diingini Allah. Sebagai orang Kristen, kekudusan merupakan hal yang wajib dan sangat mendasar. Kita tidak akan berhadapan muka dengan Allah apabila kita jauh dari kekudusan tetapi juga bahwa kita bukan menjadi orang-orang yang ekslusif, secara fisik memisahkan diri dari masyarakat, dari keluarga ataupun dari orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus.

Batasan antara kekudusan dan keduniawian itu yang kita harus jaga dengan membentuk pola pikir yang baru berdasarkan pikiran Kristus dan perbuatan-perbuatan kita menurut kebenaran Firman Tuhan. Ketika kita sudah berada di Zona Qadosh, menikmati hadirat Tuhan dalam persekutuan kita dengan-Nya, kita harus sadar bahwa kita masih punya tugas penting yang Tuhan Yesus perintahkan kepada kita yaitu menjadi seorang Apostolos. Matius 28:19-20 Katakan: “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman”.

Kata αποστολος-apostolos berasal dari kata kerja αποστελλω – apostello, “mengirimkan, mengutus”. digunakan sebagai substantif berarti seseorang yang diutus, utusan/duta. Banyak orang kristen ketika sudah berada dalam komunitas Qadosh, mereka tidak mau lagi menjadi seorang apostolos kedalam dunia, jadi siapa yang akan memberitakan injil? Kita adalah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kita memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kita keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib. Ketika kita menjadi bangsa yang terpilih, kita akan menjadi imam-imam yang melayani Raja segala raja dan hidup dalam kekudusan untuk memberitakan injil keselamatan kepada seluruh bangsa-bangsa di dunia.

Feb
12

OXYGEN VOLUME 13Romans 8: 31-39 says;
In view of all this, what can we say? If God is for us, who can be against us? Certainly not God, who did not even keep back his own Son, but offered him for us all! He gave us his Son–will he not also freely give us all things?
Who will accuse God’s chosen people? God himself declares them not guilty! Who, then, will condemn them? Not Christ Jesus, who died, or rather, who was raised to life and is at the right side of God, pleading with him for us!
Who, then, can separate us from the love of Christ? Can trouble do it, or hardship or persecution or hunger or poverty or danger or death? As the scripture says, “For your sake we are in danger of death at all times; we are treated like sheep that are going to be slaughtered.” No, in all these things we have complete victory through him who loved us!

For I am certain that nothing can separate us from his love: neither death nor life, neither angels nor other heavenly rulers or powers, neither the present nor the future, neither the world above nor the world below–there is nothing in all creation that will ever be able to separate us from the love of God which is ours through Christ Jesus our Lord

In Romans Paul maintains the doctrine of justification by faith. He tells of how we can live victoriously (Article 6), free (chapter 7) and secure / confident in Christ (chapter 8).
The basic meaning of ‘in Christ’ (communion with Him) is one of mystical fellowship has been accepted by many scholars; we have entered into a new existence in Christ, in the life of a new era; and can not be separated by any (Romans 8:39)

In this section, there are some things that the people who live faith in Christ:
• No one can be against us (31b)
• God will meet our needs (32)
• No one will sue us (33)
• No one will blame us (34)
• No separate us from the love of Christ (35a)
This does not mean that our lives will experience smooth running constantly. Suffering is part of the real life of faith in Christ, but we are given the strength / confidence that together with Jesus, we are enabled to overcome these (36).

How can we believe this? Because we experience unity with Christ, through the Holy Spirit. 2 Corinthians 3:17 – For God is Spirit; and where the Spirit of the Lord is, there is freedom.

The Christian faith is different from the faith in other religions. Christian faith is not only centered to the teachings of Jesus Christ, but the Christian faith centered on the person of Jesus Christ, to all his work for humans. This is what makes us not only required to follow the teachings but also asked to accept Him as our Lord and Savior personally.

Calvin stated as follows: “we have to understand, for Christ out of our lives, and we are separated from Him, what He suffered and his work for the salvation of mankind, remain useless and worthless to us … All that Christ had not means for us until we grow into one body with him “. We are not saved until we are united with Jesus Christ (2 Cor 5:17; Yoh.15: 4,5,7; I Cor 15:22; 2 Cor 12: 2; Gal.3: 28; Fil.3: 9) .

Only the work of the Holy Spirit was the one who can bring us into unity with Christ. This is the grace of God which was great for us. The work of the Spirit in regenerating the believer is therefore a work in the which the Spirit unites us to Christ.

Deissmann Theologian says: union in Christ is a Mystical Dimension – we are in the air, and the air is in us, so also we are in Christ, and Christ is in us.
So interests are united with Christ, Steward said to Paul, Christianity is not only a system of speculation, but the quality of the renewal of life: life in Christ! (Fil.1: 21;Gal.2: 20).

Death and resurrection of Christ revealed to us that Christ is ALIVE and the power of death has been defeated! In the work of resurrection, we are convinced that Life is stronger than Death, Good is greater than Evil, Hope is stronger than Despair, Love is greater than Hate, and Faith is greater than Fear.

Hebrews 2: 14-15 “He also became closely with them and got a part in their circumstances, so that by his death he smote him, the devil, the power of death; and so by the way, He would deliver them the rest of their lives were held in slavery by the fear of death. ”

Apostle Paul and John often uses this concept in their writings. The phrase “in the Lord” (en Kyrio) or “in Him” (en auto) appears 164 times in Paul’s letters. (G. Adolf Deissmann).

Romans 6:5 For if we have been united with him like this in his death, we shall be also in the likeness of his resurrection.

Romans 6:10 His death is a death to sin, once and for ever, and his life is the life for God.

Romans 6:11 Likewise you also, reckon your selves to be dead indeed to sin, but alive to God in Christ Jesus.

1 John 2: 6 He who says he abides in Him ought himself also to walk just as He walked.

Paul certainly say that a Christian is someone who is struggling, in every day life, to make more real and actual and visible and convincing for what he is looking and potentially through union with Jesus Christ … His relationship with Christ bind him. It is a fact, but also a duty. It is a reality today, but also as an ideal that draws him … “Are you in Christ?” Paul says to believers. “If so be people who sincerely in Christ.” (A Man in Christ, James Stewart)

Unity with Christ planned since eternity and is set to continue eternally. Therefore, unity is what makes our Christian lives meaningful, happy and victorious. While in this world, we are travelers and strangers in this world, but Christ lives in us forever. Christ not only died on the cross so many years ago, he also lives in our hearts, now and forever.

Feb
01

222490_549995711693734_1494054930_nRoma 8:31-39 mengatakan; Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?
Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?

Seperti ada tertulis: “Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan.” Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.
Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Dalam kitab Roma Paulus mempertahankan doktrin pembenaran karena iman. Ia menceritakan bagaimana kita dapat hidup berkemenangan (pasal 6), bebas (pasal 7) dan aman / yakin di dalam Kristus (pasal 8).

The basic meaning of ‘in Christ’ (communion with Him) is one of mystical fellowship has been accepted by many scholars; kita telah masuk dalam suatu eksistensi yang baru dalam Kristus, in the life of new era; dan tidak dapat dipisahkan oleh apapun (Roma 8:39)

Dalam bagian ini, ada beberapa hal yang menjadi keyakinan orang yang hidup di dalam Kristus :
• Tidak ada yang akan melawan kita (31b)
• Allah akan memenuhi kebutuhan kita (32)
• Tidak ada yang akan menggugat kita (33)
• Tidak ada yang akan menyalahkan kita (34)
• Tidak ada yang memisahkan kita dari kasih Kristus (35a)
Hal ini tidak berarti bahwa hidup kita akan mengalami kelancaran senantiasa. Penderitaan adalah bagian yang nyata dari hidup beriman kepada Kristus, tetapi kita diberikan kekuatan / keyakinan bahwa bersama dengan Yesus, kita dimampukan untuk mengatasi hal tersebut (36).

Bagaimana bisa kita yakin seperti ini ? Karena kita mengalami kesatuan dengan Kristus, melalui karya Roh Kudus. 2 Kor 3:17 – Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.

Iman Kristen berbeda dengan iman dalam agama lain. Iman orang Kristen bukan hanya berpusat kepada Ajaran Yesus Kristus, tetapi iman orang Kristen berpusat kepada pribadi Yesus Kristus, kepada segenap karyaNya bagi manusia. Hal inilah yang membuat kita bukan hanya diminta untuk mengikuti ajaranNya tetapi juga diminta untuk menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat kita secara pribadi.

Calvin menyatakan sbb: “kita harus memahami, selama Kristus di luar kehidupan kita, dan kita terpisah dari Dia, apa yang diderita-Nya dan perbuatan-Nya bagi keselamatan umat manusia, tetap tidak berguna dan tidak berharga untuk kita… Semua yang Kristus miliki tidak berarti bagi kita sampai kita bertumbuh dalam satu tubuh dengan Dia”. Kita tidak selamat sampai kita disatukan dengan Yesus Kristus (2 Kor 5:17; Yoh.15:4,5,7; I Kor 15:22; 2 Kor 12:2; Gal.3:28; Fil.3:9).

Hanya pekerjaan Roh Kudus-lah yang dapat membawa kita ke dalam kesatuan dengan Kristus. Inilah anugerah Allah yang besar bagi kita. The work of the Spirit in regenerating the believer is therefore a work in which the Spirit unites us to Christ.

Teolog Deissmann mengatakan: union in Christ is a Mystical Dimension – kita ada dalam udara, dan udara ada dalam kita, begitu pula kita ada dalam Kristus, dan Kristus ada dalam kita.
Jadi kepentingan dipersatukan dengan Kristus, Steward menyatakan, bagi Paulus, kekristenan bukanlah hanya sistem spekulasi, tetapi kualitas pembaharuan hidup: hidup di dalam Kristus ! (Fil.1:21; Gal.2:20).

Kematian dan kebangkitan Kristus menyatakan bagi kita bahwa Kristus HIDUP dan kuasa maut telah dikalahkan! Di dalam karya kebangkitanNya, kita diyakinkan bahwa Life is stronger than Death, Good is greater than Evil, Hope is stronger than Despair, Love is greater than Hate, and Faith is greater than Fear.

Ibrani 2:14-15 “..IA juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematianNya IA memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian IA membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.”

Rasul Paulus dan Yohanes sering kali menggunakan konsep ini dalam tulisan mereka. Frase “di dalam Tuhan” (en Kyrio) atau “dalam Dia” (en auto) muncul 164 kali dalam surat-surat Paulus. (G. Adolf Deissmann).

Roma 6:5 Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya.

Roma 6:10 Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah.

Roma 6:11 Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.

1 Yoh 2:6 Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.

Paulus pasti mengatakan bahwa seorang Kristen adalah seseorang yang berjuang, dalam setiap hari kehidupannya, untuk menjadikan semakin nyata dan aktual dan tampak dan meyakinkan apa adanya dia secara ideal dan potensial melalui kesatuannya dengan Yesus Kristus … Hubungannya dengan Kristus mengikat dia. Ini merupakan suatu fakta, tetapi juga merupakan suatu tugas. Ini merupakan suatu realita saat ini, tetapi juga merupakan suatu ideal yang menarik dia … “Apakah kamu di dalam Kristus ?“ kata Paulus kepada orang percaya. “Jika demikian jadilah orang yang sungguh-sungguh di dalam Kristus.“ (A Man in Christ, James Stewart)

Kesatuan dengan Kristus direncanakan sejak kekekalan dan ditetapkan untuk berlanjut secara kekal. Karena itu, kesatuan inilah yang menjadikan hidup Kristen kita berarti, bahagia dan bekemenangan. Selama di dunia ini, kita adalah musafir dan orang asing di dunia ini, tetapi Kristus hidup di dalam kita selama-lamanya. Kristus bukan hanya mati di kayu salib bertahun-tahun silam, Dia juga hidup di dalam hati kita, sekarang dan selamanya.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.