TERANG TUHAN
Terang Tuhan Bersinar Bagimu

Mar
25

images (2)14 Februari adalah sebuah hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya. Asal-muasalnya yang gelap sebagai sebuah hari raya Katolik Roma. Hari raya ini sekarang diasosiasikan dengan para pencinta yang saling bertukaran notisi-notisi dalam bentuk “valentines”.
Simbol modern Valentine antara lain termasuk sebuah kartu berbentuk hati dan gambar sebuah Cupido (Inggris: cupid) bersayap. Menurut tradisi Roma Kuno, pertengahan bulan Februari memang sudah dikenal sebagai periode cinta dan kesuburan. Dalam tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari disebut sebagai bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.

Di Roma kuno, 15 Februari dikenal sebagai hari raya Lupercalia, yang merujuk kepada nama salah satu dewa bernama Lupercus, sang dewa kesuburan. Dewa ini digambarkan sebagai laki-laki yang setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing.
Di zaman Roma Kuno, para pendeta tiap tanggal 14 Februari akan melakukan ritual penyembahan kepada Dewa Lupercus dengan mempersembahkan korban berupa kambing kepada sang dewa. Setelah itu mereka minum anggur dan akan lari-lari di jalan-jalan dalam kota Roma sambil membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Para perempuan muda akan berebut untuk disentuh kulit kambing itu karena mereka percaya bahwa sentuhan kulit kambing tersebut akan bisa mendatangkan kesuburan bagi mereka. Sesuatu yang sangat dibanggakan di Roma kala itu.

Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno yang berlangsung antara tanggal 13-18 Februari, di mana pada tanggal 15 Februari mencapai puncaknya. Dua hari pertama (13-14 Februari), dipersembahkan untuk dewi cinta (Queen of Feverish Love) bernama Juno Februata, pada hari ini para pemuda berkumpul dan mengundi nama-nama gadis di dalam sebuah kotak. Lalu setiap pemuda dipersilakan mengambil nama secara acak. Gadis yang namanya ke luar harus menjadi kekasihnya selama setahun penuh untuk bersenang-senang dan menjadi obyek hiburan sang pemuda yang memilihnya.
Keesokan harinya, 15 Februari, mereka ke kuil untuk meminta perlindungan Dewa Lupercalia dari gangguan serigala. Selama upacara ini, para lelaki muda melecut gadis-gadis dengan kulit binatang. Para perempuann itu berebutan untuk bisa mendapat lecutan karena menganggap bahwa kian banyak mendapat lecutan maka mereka akan bertambah cantik dan subur.

Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati Santo Valentine yang kebetulan meninggal pada tanggal 14 Februari. Tentang siapa sesungguhnya Santo Valentinus sendiri, para sejarawan masih berbeda pendapat. Saat ini sekurangnya ada tiga nama Valentine yang meninggal pada 14 Februari.

Adapun Cupid (berarti: the desire), si bayi atau lelaki rupawan setengah telanjang yang bersayap dengan panah adalah putra Nimrod “the hunter” dewa Matahari. Disebut tuhan Cinta, karena ia begitu rupawan sehingga diburu banyak perempuan bahkan dikisahkan bahwa ibu kandungnya sendiri pun tertarik sehingga melakukan incest dengan anak kandungnya itu!
bagaimana dengan ucapan “Be My Valentine?” yang sampai sekarang masih saja terdapat di banyak kartu ucapan atau dinyatakan langsung oleh pasangannya masing-masing? Ken Sweiger mengatakan kata “Valentine” berasal dari bahasa Latin yang mempunyai persamaan dengan arti: “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat, dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini sebenarnya pada zaman Romawi Kuno ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi.
Disadari atau tidak, demikian Sweiger, jika seseorang meminta orang lain atau pasangannya menjadi “To be my Valentine?”, maka dengan hal itu sesungguhnya kita telah terang-terangan melakukan suatu perbuatan yang dimurkai Tuhan, istilah Sweiger, karena meminta seseorang menjadi “Sang Maha Kuasa” dan hal itu sama saja dengan upaya menghidupkan kembali budaya pemujaan kepada berhala.

Pada zaman sekarang Valetine day dijadikan hari yang special dan dinamakan “Hari Kasih Sayang”. Apakah itu anak-anak, remaja, pemuda atau orang dewasa segala lapisan masyarakat, sekolah, instansi pemerintah, swasta bahkan gerejapun ada juga yang merayakannya.
Menjelang hari yang special biasanya banyak toko-toko yang memajang boneka, ornamen ataupun hadiah yang berhubungan dengan perayaan valentine day, bahkan penjualan bingkisan hadiah itu disertai dengan alat kontrasepsi yang dijual satu paket dengan batangan-batangan coklat berbentuk hati dengan warna merah muda, ironisnya yang paling banyak membeli semua itu adalah anak-anak yang masih bersekolah yang tidak mengerti apa arti perayaan valentine tersebut.

Penyesatan oleh Iblis tampaknya berjalan lancar-lancar saja karena manusia tidak mengerti akan apa artinya ‘Kasih’ itu. Dalam bahasa Yunani ada empat kata yang artinya sama-sama mengasihi, tetapi dalam lingkup yang berbeda;

1. Kata benda στοργη – STORGÊ dengan kata kerjanya STERGEIN berarti kasih mesra dari orang tua kepada anaknya dan begitu juga sebaliknya.
2. Kata EROS dari kata Yunani, yang kita terjemahkan EROS, artinya kasih asmara antara pria dan wanita yang mengandung nafsu birahi.
3. Kata benda φιλεω – PHILEÔ dengan kata kerjanya φιλειν – PHILEIN berarti kasih sayang yang sejati antar sahabat dekat. Biasanya kasih ini tidak mempunyai hubungan darah. Kasih ini lebih kepada persahabatan.
4. Kata benda αγαπαω – AGAPAÔ dengan kata kerjanya αγαπαν – AGAPAN, yang kita terjemahkan AGAPE, artinya kasih yang tanpa perhitungan dan tanpa peduli orang macam apa yang dikasihinya. Seringkali disebut dengan kasih yang walaupun.

Di dalam Matius 5:44 ;
ITB : Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
KJV : But I say unto you, Love your enemies, bless them that curse you, do good to them that hate you, and pray for them which despitefully use you, and persecute you;
GNT : ᾿Εγὼ δὲ λέγω ὑμῖν, ἀγαπᾶτε τοὺς ἐχθροὺς ὑμῶν, εὐλογεῖτε τούς καταρωμένους ὑμᾶς, καλῶς ποιεῖτε τοῖς μισοῦσιν ὑμᾶς καὶ προσεύχεσθε ὑπὲρ τῶν ἐπηρεαζόντων ὑμᾶς καὶ διωκόντων ὑμᾶς,

Dalam ayat ini, Tuhan Yesus memberikan perintah kepada kita untuk mengasihi musuh kita dengan kasih agapate yang merupakan akar kata dari AGAPE/AGAPAO. Apabila Tuhan memberikan perintah seperti itu, seharusnya kita sebagai manusia sanggup memberikan kasih agape kepada sesama kita, dalam ayat ini secara khusus, kepada musuh kita. Berarti manusia mampu memberikan kasih agape terhadap sesama, bahkan kepada musuh kita.

Sementara pada perayaan hari Valentine seringkali kasih itu mengarah kepada kasih Eros yang tak terkendali dan dipergunakan oleh iblis untuk mengelabui anak-anak Tuhan yang di mabuk asmara yang mengakibatkan terjadinya hubungan sex pranikah. Tuhan memberikan kasih agape dalam Yoh.3:16 untuk menunjukkan kasih yang tanpa perhitungan (unconditional love) kepada kita. Jadi, Kasih Allah yang tidak dimiliki oleh manusia adalah kasih yang diberikan oleh Allah, seperti Yoh.3:16. Sehingga, fokusnya bukan di kata “kasih” tetapi pada kata “kasih Allah”. Fokusnya kepada siapa yang memberikan kasih tersebut, dan kata “kasih Allah” tidak boleh dipisahkan, karena apabila fokusnya di kata “kasih (agape)” maka manusia-pun mampu memberikannya terhadap sesamanya. Kasih agape tidak melakukan kecemaran dan dosa.

Mar
25

imageThe word “Church” is a loan word from Arabic, according to a large Indonesian dictionary is ‘the set of the people’. Is synonymous with the word ‘Church’ is derived from the Portuguese ‘igreja’ is the word that is absorbed from the Portuguese. The word ‘church / church’ in the original Greek New Testament Bible was written with the word εκκλησία (ekklesia) which means the called out (ek = out; klesia of said kaleo = call); a collection of people who were called out of the world to be a disciple of Christ.

Εκκλησία Greek word (ekklesia) is generally used for the general assembly of townspeople gathered formally so that the word ekklesia means ‘meeting / session’ The essence of the ecclesia is Qadosh and Apostolos In Hebrew, qadosh, which means “to separate or not mixed with other”. Speaking about the holiness of God is talking about “otherness” His thrilling. And, this holy God desires His chosen people, to reflect his person.

1 Peter 2: 9 “But ye are a chosen generation, a royal priesthood, a holy nation, God’s own people belong, that you may proclaim the great deeds of him who called you out of darkness into his marvelous light” . We are called out of the darkness of this world first to be holy / Qadosh, because our God is holy, which means we are separated from this world where we have to know the boundaries between holiness and worldliness that we are different from those who do not know God, we a nation that elected and chosen in order to be obedient children of God.

We chosen not to do as we want, but to do as God wants. As Christians, holiness is a must and very basic. We will not face to face with God when we are away from holiness but also that we are not the people who are exclusive, physically separate themselves from society, from family or from people who do not believe in the Lord Jesus. Boundaries between holiness and worldliness that we must keep to establish a new paradigm based on the mind of Christ and our actions according to the truth of God’s Word.

When we’ve been in Zone Qadosh, enjoy the presence of God in our fellowship with Him, we must realize that we still have an important task that the Lord Jesus commanded us that being a Apostolos. Matthew 28: 19-20 Say: “Go ye therefore, and teach all nations, baptizing them in the name of the Father and of the Son and of the Holy Spirit, and teaching them to obey everything I have commanded you. And know, I am with you always, to the end of time “. Αποστολος-apostolos word comes from the verb αποστελλω – apostello, “send, sent”. used as a substantive means a person who is sent, messenger / ambassador.

Many Christians when it is in the community Qadosh, they no longer want to be a apostolos into the world, so who will preach the gospel? We are a chosen generation, a royal priesthood, a holy nation, God’s own people belong, that we may proclaim the great deeds of him who called us out of darkness into his marvelous light. When we become a nation that is chosen, we will be priests who serve the King of kings and live in holiness and to preach the gospel of salvation to all nations in the world.

Feb
13

mg_3675Kata “Jemaat” adalah kata serapan dari bahasa arab, menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah ‘himpunan umat’. Kata yang sinonim dengannya adalah ‘Gereja’ yang berasal dari bahasa portugis ‘igreja’ yaitu kata yang diserap dari bahasa Portugis.
Kata ‘jemaat/gereja’ dalam Alkitab PB bahasa asli Yunani ditulis dengan kata εκκλησία (ekklêsia) yang berarti dipanggil keluar (ek= keluar; klesia dari kata kaleo= memanggil); kumpulan orang yang dipanggil ke luar dari dunia untuk menjadi murid Kristus.
Kata Yunani εκκλησία (ekklêsia) umumnya dipakai bagi sidang umum dari penduduk kota yang dikumpulkan secara resmi sehingga kata ekklêsia bermakna ‘pertemuan/sidang’.

Essensi dari ekklesia adalah Qadosh dan Apostolos
Dalam bahasa Ibrani, qadosh, yang berarti “terpisah atau tidak bercampur dengan yang lain”. Berbicara tentang kekudusan Tuhan berarti berbicara tentang “keberbedaan”-Nya yang menggetarkan. Dan, Tuhan yang kudus ini menghendaki umat yang dipilih-Nya, untuk mencerminkan pribadi-Nya. 1 Petrus 2:9 “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib”.

Kita dipanggil keluar dari kegelapan dunia ini pertama untuk menjadi kudus/ Qadosh, karena Allah kita adalah Allah yang kudus yang berarti kita dipisah dari dunia ini dimana kita harus tahu batasan antara kekudusan dan keduniawian sehingga kita berbeda dengan orang-orang yang tidak mengenal Allah, kita menjadi bangsa yang terpilih dan dipilih supaya bisa menjadi anak-anak yang taat dari Allah.

Kita dipilih bukan untuk melakukan seperti yang kita ingini, tetapi untuk melakukan seperti yang diingini Allah. Sebagai orang Kristen, kekudusan merupakan hal yang wajib dan sangat mendasar. Kita tidak akan berhadapan muka dengan Allah apabila kita jauh dari kekudusan tetapi juga bahwa kita bukan menjadi orang-orang yang ekslusif, secara fisik memisahkan diri dari masyarakat, dari keluarga ataupun dari orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus.

Batasan antara kekudusan dan keduniawian itu yang kita harus jaga dengan membentuk pola pikir yang baru berdasarkan pikiran Kristus dan perbuatan-perbuatan kita menurut kebenaran Firman Tuhan. Ketika kita sudah berada di Zona Qadosh, menikmati hadirat Tuhan dalam persekutuan kita dengan-Nya, kita harus sadar bahwa kita masih punya tugas penting yang Tuhan Yesus perintahkan kepada kita yaitu menjadi seorang Apostolos. Matius 28:19-20 Katakan: “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman”.

Kata αποστολος-apostolos berasal dari kata kerja αποστελλω – apostello, “mengirimkan, mengutus”. digunakan sebagai substantif berarti seseorang yang diutus, utusan/duta. Banyak orang kristen ketika sudah berada dalam komunitas Qadosh, mereka tidak mau lagi menjadi seorang apostolos kedalam dunia, jadi siapa yang akan memberitakan injil? Kita adalah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kita memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kita keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib. Ketika kita menjadi bangsa yang terpilih, kita akan menjadi imam-imam yang melayani Raja segala raja dan hidup dalam kekudusan untuk memberitakan injil keselamatan kepada seluruh bangsa-bangsa di dunia.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 889 pengikut lainnya.