TERANG TUHAN
Terang Tuhan Bersinar Bagimu

Mar
13

Taat+sampai+mati+1024+x+768
Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa! (Filipi 2:5-11)

Surat Filipi mengajar kepada kita bagaimana memiliki sukacita maksimal yaitu sukacita ketika justru melepas semuanya. Itulah kenosis atau pengosongan diri yang Yesus kerjakan. Berbicara tentang Kenosis atau pengosongan diri Yesus maka Surat Filipi 2 ini merupakan “backbone” doktrin Kenosis.

Mengapa Yesus harus rela taat sampai mati?
Bicara mengenai kenosis adalah bicara mengenai kesediaan melepaskan hak. Dalam konteks Tuhan Yesus, pengosongan diri-Nya sungguh melampaui akal manusia. Tuhan sepenuh-penuhnya secara aktif mengambil rupa seorang hamba. Verbum caro factum est. And the Word become flesh. Banyak orang yang menganggap teori pengosongan diri atau kenosis ini sebagai mengosongkan ke-Allah-an dari Kristus. Hal ini adalah salah!
Pengosongan diri atau kenosis adalah tidak mempertahankan sebuah hak, yaitu hak kesetaraan dengan Allah. Bukannya Kristus tidak menjadi Allah, melainkan haknya yang adalah Allah sementara waktu dikesampingkan.
Prinsip penting dari kenosis adalah:

1. Menjembatani jarak antara manusia dengan Allah yang suci.
Satu kalimat yang sering diperdebatkan adalah: “Apakah benar diatas kayu salib, Allah Bapa meninggalkan Allah Putra?”. Apakah didalam diri Allah Tritunggal terdapat dua kehendak yang berlawanan? Apakah benar Yesus Kristus mengalami keterpisahan dengan Allah Bapa?
Yang jelas Yesus mengalami kesendirian: malaikat-malaikat menyaksikan kelahiran Kristus, melayani Dia sesudah di cobai selama 40 hari – 40 malam, menjaga kubur Yesus dll; tetapi di Bukit Golgota, malaikat-malaikat itu tidak nampak, suara Allah tidak terdengar bahkan kegelapan di siang hari bolong merajalela. Allah Bapa tidak meninggalkan Yesus, yang terjadi adalah ketaatanNya, bukan hanya taat di dalam melaksanakan tugasNya tetapi bahkan ”… taat sampai mati…” (Fil 2:8). Mulai dari Filipi 2:7, Yesus mengosongkan diri-Nya (Yun, Eluton ekenpsen, membuat tidak berefek apa yang dimiliki), lalu Ia menjadi manusia (Yoh 1:1), kemudian mengambil rupa seorang hamba (Fil 2:9) dan kemudian Ia mati bahkan mati di atas kayu salib di antara penyamun – Dia dipersamakan dengan orang berdosa.
Dapatkah kita melihat degradasi status Yesus Kristus? Seolah-olah semakin lama semakin jauh jarak perjalanan yang Yesus tempuh meninggalkan Allah Bapa, namun Yesus rela melakukan semua itu demi mencari manusia yang berdosa. Jarak itu semakin jauh ketika manusia menolak Tuhan Yesus. Ketaatan Yesus untuk mati di kayu Salib menjadi jembatan, yang mengatasi jarak antara manusia berdosa dengan Allah yang suci. Yesus Kristus telah memberitahukan kepada kita bahwa perjalanan-Nya dari sorga untuk mencari orang berdosa, telah sampai pada titik paling bawah, paling hina, dan paling dalam yang tidak akan bisa dilakukan oleh siapapun juga.

2. Menggenapi tuntutan akibat dosa.
Mengapa Yesus Kristus harus rela taat sampai mati?
Sejak kita masih anak-anak bahkan sebelum bisa membaca dan mengenal hukum yang tertulis, Allah sudah menaruh di dalam hati kita naluri keadilan. Karena itulah pada diri Allah yang juga menuntut keadilan. Ini dasar pemikiran yang penting. Sampai di sini tidakkah kita sadar dan memliki perasaan bahwa setiap dosa dan pelanggaran menuntut nilai keadilan di dalamnya? Adakah dosa atau pelanggaran tanpa konsekwensi keadilan di dalamnya?
Untuk keadilan itulah Allah Bapa “mengijinkan” Yesus ke atas kayu salib, supaya genaplah tuntutan keadilan karena setiap pelanggaran yang telah kita lakukan. Yesus dipaku di atas kayu salib bukan karena kuasa Herodes atau Pilatus atau bahkan Imam Besar; semuanya itu terjadi karena penghakiman Allah. Di dalam Yesaya 53:10 dengan sangat jelas disebutkan bahwa Allah Bapa telah menetapkan untuk meremukkan Dia. Ini mungkin menjadi kalimat yang tidak pernah kita mengerti seutuhnya. Bapa menetapkan untuk menghakimi anak? Siapakah yang tega melakukannya?
Hanya satu hal yang memungkinkan hal itu terjadi: karena sifat dan karakter hukum dalam diri Allah yang suci dan itu bertentangan dengan dosa manusia yang jahat dan melukai hati Tuhan. Ini merupakan pengadilan yang berat.
Tanpa Yesus taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib rasanya tidak pernah akan ada pengampunan karena dosa dan kesalahan manusia. Itu sebabnya ketika Yesus berseru: “Sudah genap!” ini merupakan ekspresi kemenangan besar dan kekuasaan besar karena sekarang tidak ada lagi tuntutan atas dosa manusia yang belum terbayarkan. Semuanya sudah tuntas dan sempurna. Yesus Kristus tidak perlu naik ke kayu salib lagi, satu kali untuk selama-lamanya khasiat kayu salib terus dapat kita rasakan.

3. Menjamin dalam kemuliaan
Tanpa kematian tidak akan ada kemuliaan. Ini sebuah paradoks tetapi mengandung kebenaran sejati. Jika satu biji gandum tidak mati, ia tidak akan menghasilkan biji gandum yang lain. Pernahkah kita berpikir dan mendiskusikan sebuah pertanyaan ini: “apakah perampok di sebelah kanan Tuhan Yesus itu benar-benar sudah bertobat dan diselamatkan?” apakah yang menjadi indikasi bahwa dia sunguh-sunguh sudah bertobat?
Indikasi pertobatan yang pertama adalah:
_ Dia berkata kepada perampok yang lain: “Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima hukuman yang sama?… tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah” (Luk 23:41). Dia sangat mengerti konsep keadilan dan penghukuman atas sebuah pelanggaran.
_ Dia berkata kepada Yesus: “Ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja” (Luk 23:-42-43). Di atas kayu salib tertulis: “Inilah Raja Orang Yahudi” dan mereka ternyata malah menghina Yesus, bagaimana mungkin seorang Raja nampak kalah dan tak berdaya? Perampok itu memiliki konsep kerajaan Allah yang eskatologis sifatnya. Imannya jauh melangkah sampai kedatangan Yesus yang kedua kalinya. Itulah sebabnya Yesus berkata: “Hari ini juga engkau akan ada bersama dengan Aku di dalam Firdaus”.
Melalui ketaatan-Nya sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib; Yesus sedang menapaki jalan menuju kepada kemuliaan yang kekal. Maka peristiwa Kenosis Tuhan Yesus menjadi sia-sia jikalau tidak ada kebangkitan, bahkan Paulus menyebut jikalau Kristus tidak dibangkitkan maka sia-sialah iman percaya kita dan kita masih hidup di dalam dosa. Kematian Kristus di Kayu Salib menjadi jaminan akan keselamatan, kebangkitan-Nya dari kematian menjadi motivasi setiap kita hidup dalam kemuliaan.
Dietrich Boenhoefer (missionaris pada PD-1) menyebutkan bahwa “The cheap grace is grace without cross”. Dan dalam satu buku berjudul “Penderitaan Yesus Kristus” karangan John Piper.
Diakhir tulisannya, ada satu doa yang dinaikkannya pada Bapa di surga. Diantara penggalan doanya itu, ia mengatakan: “Saya berdoa agar perhatian kami tidak dialihkan dari tujuan utama penderitaan Kristus. Jagalah agar kami tidak dipengaruhi oleh pertanyaan-pertanyaan yang tidak penting seperti siapa yang membunuh Anak-Mu. Kami semua terlibat didalamnya karena dosa kami”.

Feb
05

images(5)The Lord Jesus commanded His church to do two sacraments. Which one is the Baptism and the second is the Lord’s Supper.
What the will of God from the understanding of the Lord’s Supper. Historical story that happened in the past, making us better understand what happened and why it happened. Starting in 1555 until 1558 when Queen Mary ruled England. 288 Protestants burned reform. Among them there is one archbishop, four bishops, 21 priests, 55 women and 4 children. Why did queen Mary Catholic burn them? The main reason is that different beliefs about the notion of the Lord’s Supper.

These are the words of John Charles Ryle to explain : doctrine / Catholic doctrine in question is whether the body and blood of the Lord Jesus really existed in the consecrated bread and wine in Holy Communion?
Whether or not they believe that the body and blood of the Lord Jesus really literally, materially, locally there in the form of bread and wine after the words of consecration are spoken. Whether or not they believe that the body of Christ, which was born of the Virgin Mary, it is on the table so the words that come out of the mouth of the ordination of priests / priest.
Whether they believe it or not. That is the question. And if they do not believe and admit it, they were killed by burning .

In telling about the people who were killed who do not believe that the true body of Christ is in the bread and wine, to demonstrate that at some time ago baptism and holy communion is so important to anyone willing to give his life for it. And some are willing to kill people because of it.

Regarding Holy Communion, the problem is actually on theology, but there is also a political problem. Is Britain the country it would be a Catholic or a Protestant country. Both fought against each other. So when a Catholic power, every attack on the Roman Catholic doctrine of the same as an attack against the country. And the most serious attack is a denial of Catholic Masses.

The point of the Mass is that the body of Christ as a true embodiment, a material being in the form of bread and wine. It needs to be according to the Catholic religion because the word ordination of priest / priest began running a sacrifice again is very important to the body. This is not approved by the Protestant Reformation. They believe that it weakens the gospel of Christ where He was crucified once for all, for our sins.

Protestant beliefs described Bishop J.C. Ryle like this : Imagine the Supper a sacrifice and not a sacrament / ordinance … It destroys the doctrine of Christ’s finished work at the time he was crucified. Sacrifices that need to be repeated many times it is not perfect and complete.

Iberani 9:23-28 describes the magnitude of the sacrifice of Christ, verse 25, “He is not repeatedly offered himself” and verse 28, “So Christ was once offered to bear the sins of his people.” Then there was another priest worthy sacrifice to God apart from Christ, the true glory of the high priest was seized. And work of Christ as High Priest has also been destroyed, also the Lord Jesus did not become the last Adam with the body and nature are the same as ours.

Christians generally believe that Jesus commanded them to repeat this banquet to commemorate this event ( ” … do this in remembrance of Me ! ” – 1 Cor . 11:24, 25 ). However, various streams of the Christian Church gives different sense also to this sacrament. The Roman Catholic Church emphasized the Lord’s Supper as a means of salvation for the people. Protestant churches are generally more emphasized supper as a memorial of the death and sacrifice of Jesus for mankind.

More in when the holy communion, the Catholic Church to share the body of Christ under the appearance of bread called COMMUNION. Meaning refers to the reception of communion is the people’s participation in God’s redemptive work events that were presented at the time of the Eucharistic Prayer sung by the priest. Host Holy Communion or that people will accept and incorporate connect people into God’s redemptive work.

In 1 Corinthians 11:23-26 where Paul gives us the teachings he received from the Lord : For what I also delivered to you, have I received from the Lord, that the Lord Jesus on the night he was betrayed, took bread, and when He had given thanks, he broke it and said : this is my body which is given for you: this do in remembrance of me! Likewise also He took the cup, after eating, then said : This cup is the new covenant sealed in my blood, Do this, whenever you drink it, in remembrance of me . For as often as ye eat this bread and drink this cup, you proclaim the Lord’s death until he comes.

Four reasons why “This is my body” does not mean the body of the Lord Jesus manifested within or below the bread is ordained a priest / priest. After that there are three clear understanding of the words “This is my body” and “This is my blood.”

1. Reasonable understanding : namely Preview
The most reasonable understanding when someone takes something and say that it symbolizes a person’s body is the body of the man, instead of it being a man’s body. Example, if we showed a picture of our family and we say “That’s my family”, everyone understands that the photo was not completely transformed directly into our families physically, it’s just a picture alone.
Or we see the star of the movie “Passion of Christ” and we say oh it was the Lord Jesus or John or Mary. We all know they are just actors depicting the reality of what happened 2000 years ago. It is the sense of the words most reasonable. This is the meaning of this symbolizes my body is my body.

2. Same sense between bread/body and cup/New Testament.
If the words “This ( ie bread ) is my body” means the bread is now into my body, directly sense the same should be referred to the cup. Verse 25 He said : “This cup is the new covenant sealed by my blood.” This does not mean that the cup is now a treaty. All of us understand that the emphasis of the cup is its content. And wine that symbolizes the blood of the Lord Jesus that ensures the blessing of the covenant.

3. The Lord Jesus himself explained he spoke figuratively.
John 6:63 explains that the bread in the Lord’s Supper is not really the body of Christ. People who believe that the true body of Christ is in the bread was basing it on the verses of John 6:48-63.
In these verses the Lord Jesus began to give an idea of the meaning of the Lord’s Supper when He said, “I am the bread of life” And when He had talked about that we have to eat the bread. He says in verse 51, ​​”I am the living bread which came down from heaven, If people eat of this bread, he will live forever, and the bread that I give is my flesh, which I give for the life of the world.”

Sounds very surprising and in verse 52 the Jews asked how he could give his flesh to eat. Jesus answered in verse 53, “I tell you the truth, unless you eat the flesh of the Son of Man and drink his blood, ye would not have such life in you.”
Jesus knew that the disciples do not understand what he said. Verse 60: “After hearing it, many of the disciples of Jesus who said, “This saying is hard, who can hear it?”

So Jesus gave them a key notion in verse 63 that they may not like everyone else misunderstood in the synagogue. “It is the Spirit who gives life, the flesh is useless. The words are spoken to you are spirit and life.”
Jesus explained, and do not worry about the edible meat and drink blood. It’s just a figure of speech only. I mean spiritual acts, not physical. So John 6:63 protect his students from any sense, so this paragraph will protect us from the same misunderstanding.

4. The Lord Jesus said that eating and drinking are spiritual acts ( John 6:35)
Now we look at John 6:35 which gave positive pergertian about eating and drinking of Christ. The Lord Jesus said, “I am the bread of life, he who comes to Me, he will not be hungry, and whoever believes in me, he will never be thirsty again.” Here he gave himself to welcome us to eat and drink. Christ will quench our thirst and hunger for spiritual things.

And what it means to eat and drink? It is coming and trust. “Whoever comes to Me, he will not be hungry, and whoever believes in me, he will never be thirsty again.” In other words, by eating and drinking the soul is a spiritual act of approaching God and accept Jesus, believe in Him and all the hunger and His soul thirst satisfied.

Here are three senses of the words of the Lord Jesus .

1. proclamation
1 Corinthians 11:26 says,” For as often as ye eat this bread and drink this cup, you proclaim , proclaim the Lord’s death until he comes.” “This is my body” means, with the symbol of my body which is broken you proclaim the death me for sinners until I get back. You preach the gospel. Proclaimed the bread and the cup of His saving death and resurrection of the Lord Jesus as the words “until he comes” means that he is risen.

2. warning
1 Corinthians 11:24,25 says, “Do this in remembrance of me” “This is my body” means, let the epitome of my body and my blood alerting us to Christ. With the proclamation at the time of the Lord’s Supper, we should remember the Lord Jesus. He said at the time we sit here in church, I remember when Judas betrayed, and I already know all of it. I will remember when I am grateful to God the Father who has set all of it. Do you remember the bread was broken as I willingly give my body solved. Do you remember that my blood poured out for you so that you live by the death of me.
Do you remember the agony I was to give you all the blessings of the New Testament. Do you remember the covenant I am in Mark 14:25 that I will drink the new vine in the kingdom of God. Let all the mementos of the Lord Jesus, full of love and strength, meet your soul at the time of the Lord’s Supper. From here we can see the third sense of “This is my body.”

3. Celebrating the Faith
John 6:35, “I am the bread of life, whoever comes to me, he will not be hungry, and whoever believes in me, he will never be thirsty again.” “This is my body” means the time you eat this bread and drink this cup, come to Jesus and trust in Him.
That is, when you do this , believe in Jesus that He might be the food and drink that sustains the spiritual life. So that warnings of death and resurrection in order to raise your faith with God’s communication becomes more tightly.
“This is my body” and “This is my blood” means is this spiritual food, foods that should be eaten in faith.
Give your soul to the spiritual food of everything that God provided for you with his body and his blood.
This is the meaning of faith , a faith that satisfied of everything that God has given us through the Lord Jesus Christ. Christ has given us the Holy Communion so that He alone can give us spiritual food to us through the warning.

Des
22

lastsupperTuhan Yesus perintahkan gereja-Nya untuk berbuat dua sakramen. Yang satu adalah Pembaptisan dan yang kedua adalah Perjamuan Kudus.
Apa yang menjadi kehendak Tuhan dari pengertian tentang Perjamuan Kudus. Cerita sejarah yang terjadi dimasa lalu, membuat kita lebih mengerti apa yang terjadi dan kenapa itu terjadi. Mulai tahun 1555 sampai 1558 pada waktu Ratu Mary berkuasa di negeri Inggris. 288 orang Protestan reformasi dibakar. Diantara mereka ada 1 uskup besar, 4 uskup, 21 pendeta, 55 perempuan dan 4 anak-anak. Kenapa ratu Mary yang beragama Katolik membakar mereka? Alasan utama adalah kepercayaan yang berbeda mengenai pengertian Perjamuan Kudus.

Inilah kata-kata John Charles Ryle untuk menjelaskannya: doktrin/ajaran katolik yang dipertanyakan adalah apakah tubuh dan darah Tuhan Yesus benar-benar ada didalam roti dan anggur yang ditahbiskan didalam Perjamuan Kudus?
Apakah mereka percaya atau tidak bahwa tubuh dan darah Tuhan Yesus benar-benar secara harfiah, secara material, secara lokal ada didalam bentuk roti dan anggur sesudah perkataan pentahbisan itu diucapkan. Apakah mereka percaya atau tidak bahwa tubuh Kristus, yang dilahirkan dari Bunda Maria, memang berada diatas meja itu begitu perkataan pentahbisan keluar dari mulut imam/priest.
Apakah mereka percaya atau tidak. Itulah pertanyaannya. Dan kalau mereka tidak percaya dan mengakui itu, mereka dibunuh melalui pembakaran.

Di ceritakan mengenai orang-orang yang dibunuh itu yang tidak percaya bahwa tubuh Kristus itu benar ada didalam roti dan anggur, untuk mempertunjukkan bahwa pada suatu waktu yang lalu pembaptisan dan perjamuan kudus itu begitu penting sampai ada yang mau menyerahkan hidupnya untuk itu. Dan ada juga yang mau membunuh orang karena itu.

Mengenai Perjamuan Kudus, persoalannya sebenarnya tentang teologia, tetapi juga ada masalah politik. Apakah negeri Inggris itu akan menjadi negeri Katolik atau Protestan. Kedua-duanya berperang melawan satu sama lain. Jadi pada waktu orang Katolik berkuasa, setiap serangan terhadap doktrin Roma Katolik sama seperti serangan terhadap negara. Dan serangan yang paling serius adalah penolakan Misa Katolik.

Intinya dari Misa adalah bahwa perwujudan tubuh Kristus secara benar, secara material berada didalam bentuk roti dan anggur. Ini perlu menurut agama Katolik karena perkataan pentahbisan dari imam/priest itu mulai menjalankan suatu pengorbanan lagi yang sangat penting dengan tubuh ini. Inilah yang tidak disetujui orang Protestan Reformasi. Mereka percaya bahwa itu melemahkan injil Kristus dimana Dia disalibkan sekali untuk semua, untuk dosa-dosa kita.

Keyakinan Protestan dijelaskan Bishop J.C. Ryle seperti ini: Bayangkan Perjamuan Kudus itu suatu pengorbanan dan bukan suatu sakramen/peraturan… Itu merusak doktrin dari pekerjaan Kristus yang sudah selesai pada waktu Ia disalibkan. Pengorbanan yang perlu diulang berkali-kali itu tidak sempurna dan lengkap.

Iberani 9:23-28 menjelaskan betapa besarnya pengorbanan Kristus, ayat 25 “Ia bukan berulang-ulang mempersembahkan diri-Nya sendiri” dan ayat 28 “demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan dirinya untuk menanggung dosa banyak orang.” Kalau ada imam lain yang layak mempersembahkan korban kepada Tuhan selain dari Kristus, sesungguhnya kemuliaan Imam Besar itu telah dirampas. Dan pekerjaan Kristus sebagai Imam Besar juga telah dirusak, juga Tuhan Yesus tidak menjadi Adam yang terakhir dengan tubuh dan sifat yang sama seperti kita.

Pada umumnya orang Kristen percaya bahwa mereka diperintahkan Yesus untuk mengulangi peristiwa perjamuan ini untuk memperingatinya (“…perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!” – 1 Kor. 11:24, 25). Namun berbagai aliran Gereja Kristen memberikan pengertian yang berbeda-beda pula terhadap sakramen ini. Gereja Katolik Roma menekankan arti perjamuan kudus sebagai sarana keselamatan bagi umat. Gereja-gereja Protestan umumnya lebih menekankan perjamuan sebagai peringatan akan kematian dan pengorbanan Yesus bagi umat manusia.

Lebih dalam ketika perjamuan kudus, Gereja Katolik membagikan tubuh Kristus dalam rupa roti yang disebut KOMUNI. Makna penerimaan komuni adalah merujuk kepada partisipasi umat dalam peristiwa karya penebusan Tuhan yang dihadirkan pada waktu Doa Syukur Agung yang dibawakan oleh Imam. Komuni atau Hosti Suci yang umat terima akan menghubungkan dan memasukkan umat kedalam karya penebusan Tuhan itu.

Dalam 1 Korintus 11:23-26 dimana Paulus memberikan kita ajaran yang dia terima dari Tuhan: Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku! Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku, perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku. Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.

Empat alasan kenapa “Inilah tubuhKu” bukan berarti tubuh Tuhan Yesus diwujudkan didalam atau dibawah roti yang ditahbiskan imam/priest. Sesudah itu ada tiga pengertian yang jelas dari perkataan “Inilah tubuhKu” dan “Inilah darahKu.”

1. Pengertian wajar: yaitu Gambaran
Pengertian yang paling wajar kalau seseorang mengambil sesuatu dan mengatakan itulah tubuh seseorang adalah itu melambangkan tubuh orang itu , bukan itu menjadi tubuh orang itu. Contoh, kalau kita kasih lihat foto keluarga kita dan kita mengatakan “Itulah keluargaku”, semua orang mengerti bahwa foto itu bukan secara langsung benar berubah menjadi keluarga kita secara fisik, itu hanya gambaran saja.
Atau kita melihat bintang film dari “Passion of Christ” dan kita bilang oh itu Tuhan Yesus atau Yohannes atau Bunda Maria. Kita semua tahu mereka hanya aktor yang menggambarkan realitas yang terjadi 2000 tahun yang lalu. Ini adalah pengertian kata-kata yang paling wajar. Inilah tubuhku artinya ini melambangkan tubuhKu.

2. Pengertian yang sama diantara Roti/Tubuh dan Cawan/Perjanjian Baru.
Kalau kata-kata “Inilah (yaitu roti) tubuhKu” maksudnya roti ini sekarang menjadi tubuhKu, secara langsung pengertian yang sama harus dimaksud dengan cawan itu. Diayat 25 Dia mengatakan:”cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darahku.” Ini bukan berarti cawan itu sekarang menjadi perjanjian. Semua kita mengerti bahwa yang dipentingkan dari cawan itu adalah isinya. Dan anggur itu melambangkan darah Tuhan Yesus yang menjamin berkat dari perjanjian itu.

3. Tuhan Yesus sendiri menerangkan Dia berbicara secara kiasan.
Yohannes 6:63 menerangkan bahwa roti di Perjamuan Kudus bukan benar-benar tubuh Kristus. Orang–orang yang percaya bahwa tubuh Kristus benar ada didalam roti itu mendasarkan itu dari ayat-ayat Yohannes 6:48-63.
Di ayat-ayat itu Tuhan Yesus mulai memberi gambaran mengenai pengertian Perjamuan Kudus pada waktu Ia berkata, “Akulah roti hidup” Dan sesudah itu Ia membicarakan bahwa kita harus makan roti itu. Dia mengatakan diayat 51, “Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga, Jikalau orang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku yang kuberikan untuk hidup dunia.”

Kedengarannya sangat mengejutkan dan orang Yahudi bertanya diayat 52 bagaimana Dia dapat memberikan dagingnya untuk dimakan. Tuhan Yesus menjawab diayat 53, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darahnya, kamu tidak mempunjai hidup di dalam dirimu.”
Tuhan Yesus tahu bahwa muridnya sendiri tidak mengerti apa yang Dia katakan. Ayat 60: ”Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata, “Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?”

Jadi Tuhan Yesus memberi mereka kunci pengertian di ayat 63 supaya mereka tidak salah paham seperti orang lain di rumah ibadat itu. “Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.”
Tuhan Yesus menjelaskan; janganlah kuatir tentang daging dimakan dan darah diminum. Ini hanya kiasan saja. Aku maksud perbuatan rohani, bukan jasmani. Jadi Yohanes 6:63 melindungi murid-murid Nya dari salah pengertian, demikian juga ayat ini akan melindungi kita dari salah pengertian yang sama.

4. Tuhan Yesus mengatakan makan dan minum adalah perbuatan rohani (Yohannes 6:35)
Sekarang kita memperhatikan Yohannes 6:35 yang memberi pergertian positif tentang makan dan minum Kristus. Tuhan Yesus mengatakan, “Akulah roti hidup, barangsiapa datang kepadaKu, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepadaKu, ia tidak akan haus lagi.” Disini Dia memberikan dirinya untuk diterima kita untuk dimakan dan diminum. Kristus ini akan memuaskan kelaparan dan kehausan kita untuk hal-hal rohani.

Dan apa artinya makan dan minum? Itu adalah datang dan percaya. “barangsiapa datang kepadaKu, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepadaku, ia tidak akan haus lagi.” Dengan kata lain, dengan makan dan minum itu dimaksud perbuatan rohani jiwamu mendekati Tuhan Yesus dan menerimanya, percaya kepada-Nya dan semua kelaparan dan kehausan jiwamu dipuaskan-Nya.

Disini ada tiga pengertian dari perkataan Tuhan Yesus.

1. Proklamasi
1 Korintus 11:26 mengatakan, “Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memproklamirkan, memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.” “Inilah tubuh-Ku” berarti, dengan lambang dari tubuh-Ku yang pecah anda memproklamirkan kematian-Ku untuk orang berdosa sampai Aku kembali. Anda mengabarkan injil. Roti dan cawan memproklamirkan kematian-Nya yang menyelamatkan dan kebangkitan Tuhan Yesus karena perkataan “sampai Ia datang” berarti dia sudah bangkit.

2. Peringatan
1 Korintus 11:24,25 mengatakan, ”Perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku” “Inilah tubuhku” berarti, marilah lambang dari tubuh-Ku dan darah-Ku memperingatkan kita akan Kristus. Dengan proklamasi pada waktu Perjamuan Kudus, kita harus ingat Tuhan Yesus. Dia berkata pada waktu kita duduk disini di gereja, ingatlah waktu Yudas mengkhianati Aku, dan Aku sudah tahu seluruhnya. Ingatlah akan Aku pada waktu Aku berterimakasih kepada Tuhan Bapa yang sudah menentukan semuanya itu. Apakah anda ingat roti itu dipecahkan sama seperti Aku suka rela memberi tubuh-Ku dipecahkan. Apakah anda ingat bahwa darah-Ku ditumpahkan untuk anda supaya anda hidup karena kematian Aku.
Apakah anda ingat penderitaan Aku untuk memberikan anda semua berkat-berkat dari Perjanjian Baru ini. Apakah anda ingat perjanjian Aku di Markus 14:25 bahwa Aku akan meminum pokok anggur yang baru didalam Kerajaan Allah. Marilah semua kenang-kenangan dari Tuhan Yesus, penuh dengan kasih dan kekuatan, memenuhi jiwamu pada waktu Perjamuan Kudus. Dari sini kita bisa melihat pengertian ketiga dari ”Inilah tubuh-Ku”.

3. Merayakan dengan Iman
Yohannes 6:35, “Akulah roti hidup, barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.””Inilah Tubuh-Ku” berarti pada waktu anda makan roti ini dan minum cawan ini, datanglah kepada Yesus dan percayalah kepada Dia.
Artinya, pada waktu anda perbuat ini, percayalah pada Yesus supaya Ia menjadi makanan dan minuman rohani yang menopang hidupmu. Supaya peringatan akan kematian dan kebangkitan membesarkan imanmu supaya komunikasi dengan Tuhan menjadi lebih erat lagi.
“Inilah tubuhKu” dan “Inilah darah-Ku” artinya adalah inilah makanan rohani, yaitu makanan yang harus dimakan penuh iman.
Berikan makanan rohani ke jiwamu dari segala sesuatu yang Tuhan sudah menyediakan untuk anda dengan tubuh-Nya dan darah-Nya.
Inilah maksudnya iman, yaitu iman yang dipuaskan dari segala sesuatu yang Tuhan sudah berikan pada kita melalui Tuhan Yesus Kristus. Kristus sudah memberikan kami Perjamuan Kudus supaya Dia sendiri bisa memberi kita makanan rohani kepada kita melalui peringatan itu.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.